
Hello! Im an artic!
“Kapan Permaisuri akan beristirahat?” Dirinya tahu Permaisuri memiliki masalah, tapi Lu’er malah tidak bisa mengatakannya. Ya, sudah selarut ini dan Permaisuri tidak tidur, sudah pasti sedang menunggu kedatangan Kaisar.
Namun, setelah menunggu 3 hari, Kaisar masih tidak datang, hari ini seharusnya juga tidak akan datang.
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu tidak menjawab, hanya berbalik dan menatap pemandangan di luar jendela sambil melamun.
Di kejauhan, terdapat cahaya lampu yang redup, bunga dan pepohonan samar-samar berayun. Tapi sosok orang yang seharusnya datang itu masih tidak datang juga.
“Aku… aku tidak mengantuk, aku masih ingin melihat cahaya bulan!” Qin Ruojiu tersenyum dengan kecewa, nada bicaranya yang kesepian itu membuat orang lain merasa iba.
Lu’er menggelengkan kepalanya dan berkata: “Permaisuri, lebih baik tidur saja. Permaisuri tidak tidur nyenyak beberapa hari ini. Jika benar-benar… atau tidak, Lu’er akan pergi untuk mengundang Kaisar kemari, bagaimana?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Tidak perlu!”
Begitu perkataan itu diucapkan, Qin Ruojiu langsung menyelanya. Membicarakan Kaisar, Qin Ruojiu merasakan sakit di hatinya. Qin Ruojiu mengakui bahwa dirinya jatuh cinta pada Kaisar, tapi itu tidak berarti Kaisar bisa bersikap seenaknya terhadap perasaannya. Qin Ruojiu tidak mau mengaku kalah, Qin Ruojiu tidak rela menjadi bayang-bayang orang lain. Bahkan jika dirinya hidup kesepian seperti ini, dirinya juga tidak mau menjadi pengganti orang lain!
Melihat sikap keras kepala dan tekad di wajah Qin Ruojiu, Lu’er hanya bisa menghela nafas panjang di dalam hatinya. Permaisuri memang selalu seperti ini, selamyanya tidak akan pernah menundukkan kepalanya. Sebenarnya pasti ada Permaisuri di dalam hati Kaisar, dan jika Permaisuri bersedia untuk menurunkan identitasnya, maka Kaisar pasti akan kembali ke sisinya. Tapi Permaisuri tidak bersedia seperti itu.
“Permaisuri, sebenarnya mengapa Permaisuri melakukan semua ini? Bahkan jika ada seseorang di hati Kaisar, tapi di sini, Permaisuri masih merupakan orang yang paling penting di hati Kaisar. Saat ini, Permaisuri berperang dingin dengan Kaisar, hal itu tidak hanya tidak menguntungkan Permaisuri, tapi malah menguntungkan orang lain!” Meskipun Lu’er tidak mengatakan dengan jelas, tapi banyak pelayan Istana yang melihat Kaisar pergi ke Istana Qingyi dalam beberapa hari terakhir.
“Permaisuri, kamu tidak bisa …”
“Lu’er, jangan bicarakan lagi, perasaan tidak bisa dipaksakan. Ya, aku memang jatuh cinta padanya, dan seumur hidupku ini aku hanya bisa mencintainya, tapi dia malah bisa jatuh cinta pada orang-orang di seluruh dunia. Aku hanya bisa berkata bahwa aku hanyalah seorang wanita biasa, aku tidak memenuhi syarat untuk berjuang dan merebut cintaku. Tapi aku bisa memilih untuk melepaskan.”
“Permaisuri, kamu…” Lu’er menatap Qin Ruojiu dengan sedih, matanya sudah sedikit memerah. Apa Permaisuri benar-benar akan melakukan hal itu? Untuk apa Permaisuri berbuat seperti itu?
__ADS_1
“Sudahlah, jangan dibicarakan lagi, pergilah untuk beristirahat. Aku juga akan beristirahat!” Qin Ruojiu berbalik, dengan lembut menyeka air mata yang kembali memenuhi matanya, seolah dirinya sudah membulatkan tekad dalam hati.
Ya, Qin Ruojiu sudah berkata pada dirinya sedari kecil, bahkan meskipun dirinya seorang Ratu, dia tetap harus mencintainya dengan sepenuh hati. Cinta yang memalukan seperti ini, bahkan jika dirinya mati karena sakit hati, Qin Ruojiu juga tidak akan memaksakan dirinya sendiri.
Mencintai seseorang merupakan kebahagiaan yang berasal dari hati, jika yang didatangkan adalah rasa sakit, maka dirinya hanya bisa melepaskan.
Melihat Permaisuri membelakanginya, melihat tubuh kurus Permaisuri yang meringkuk di ranjang, sinar bulan terpapar di atas tubuh Permaisuri, terlihat begitu rapuh seperti tidak memiliki kekuatan dan kehidupan. Air mata Lu’er seketika langsung mengalir.
Permaisuri menyiksa dirinya sendiri seperti ini, dia juga sedang menyiksa Kaisar, untuk apa dia melakukan hal ini?
Menghela nafas pelan, Lu’er tahu dirinya sudah tidak bisa lagi membujuk, hanya bisa berjalan ke samping Qin Ruojiu dengan tenang dan memakaikan selimut sutra padanya.
“Permaisuri, tidurlah lebih awal, besok Lu’er akan datang menemuimu lagi!”
Lu’er menyelesaikan kalimat itu dengan suara pelan, pada akhirnya dirinya berdiri tanpa daya, melihat sekilas pada Permaisuri yang sedang berpura-pura tidur lalu akhirnya melangkah pergi dengan langkah pelan.
__ADS_1