
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang melihat ekspresi She Jingtian yang dipenuhi dengan kemarahan dan rasa tidak percaya, Ye Wushuang tahu bahwa penjelasan sama sekali tidak ada gunanya, jadi pada saat itu juga Ye Wushuang langsung membungkuk dan menempelkan bibirnya di bibir tipis Pangeran Liang tanpa mempedulikan apapun.
Tinju She Jingtian yang terulur hendak ingin memukuli orang itu seketika berhenti di udara.
Hello! Im an artic!
Matanya membelalak, melihat Ye Wushuang yang membungkuk di hadapannya seperti itu kemudian mencium Pangeran Liang dengan bibir merah terang yang terpisah oleh kain cadar perak. Setelah itu, Ye Wushuang merentangkan telapak tangannya di depan dada Pangeran Liang lalu menekannya. Meskipun She Jingtian tidak mengerti apa yang dilakukannya tapi ketika Ye Wushuang mencium Pangeran Liang, hatinya entah mengapa terasa sakit seakan tersengat.
“Pangeran Liang, sadarlah, ini cara terakhir.” Ye Wushuang berteriak dengan cemas, sepasang tangan yang gemetar itu sedang melakukan upaya terakhir, melihat Pangeran Liang masih belum sadar, memejamkan sepasang matanya dengan sedih, lalu ingin melakukan pernafasan buatan lagi.
Tapi kali ini tidak semulus sebelumnya karena tidak tahu sejak kapan She Jingtian sudah melepaskan tukang perahu itu, dia kemudian mendorong Ye Wushuang ke belakangnya dan berkata dengan ekspresi serius dan dalam: “Aku saja!”
__ADS_1
Ya, meskipun bukan hal yang menyenangkan saat dua pria yang saling menempelkan bibir, tapi She Jingyian merasa lebih tidak nyaman ketika melihat Ye Wushuang melakukan ini dengan Pangeran Liang.
Hello! Im an artic!
“Apa kamu bisa?” Ye Wushuang bertanya dengan tercengang.
Pihak lain menjawab dengan kesal: “Dicoba maka akan tahu.”
Begitu She Jingtian selesai berbicara, ketika hendak mendekatkan bibirnya, wajahnya langsung disembur dengan seteguk air danau, lalu terdengar suara batuk dari Pangeran Liang.
She Jingtian menyeka noda air di wajahnya, dirinya merasa lega, di saat bersamaan dirinya juga memaki dalam hati, apa orang ini sengaja? Ye Wushuang menciumnya dua kali, tapi dia tidak sadar, ketika dirinya hendak maju, dia tidak hanya sadar tapi juga menyemburkan air ke arah dirinya.
Jika bukan karena memiliki persahabatan yang dalam, She Jingtian benar-benar ingin meninju wajahnya.
__ADS_1
“Pangeran Liang? Sadarlah, sadarlah…” Ye Wushuang melangkah maju dan menepuk pelan wajah Pangeran Liang, tatapan matanya dipenuhi dengan perhatian dan kekhawatiran.
Mengetahui bahwa Pangeran Liang baik-baik saja, She Jingtian melangkah mundur ke sisi lain, menatap Ye Wushuang dengan datar, tiba-tiba pada saat ini dirinya sedikit iri pada Pangeran Liang, bahkan She Jingtian membayangkan, jika dirinya tenggelam dan tidak sadar, apa Ye Wushuang akan begitu khawatir padanya? Apa Ye Wushuang akan menangis untuknya?
Tapi pemikiran itu hanya sesaat saja, She Jingtian lalu menggelengkan kepalanya untuk menyangkal, bagaimana mungkin dirinya bisa tenggelam jika dirinya sangat pandai berenang? Dan lagi… di antara mereka, entah sejak kapan hubungan mereka menjadi begitu dingin dan tidak ada yang bisa dibicarakan, bagaimana mungkin Ye Wushuang bisa mengkhawatirkan dirinya?
“Uhuk uhuk…” Pangeran Liang terbatuk, membuka matanya dengan susah payah, melihat mata Ye Wushuang yang tenang dan indah tanpa cacat, sepasang mata itu diselimuti oleh kabut, sudah seperti butiran salju terindah di awal musim dingin. Membuat orang lain tidak bisa menahan diri untuk terjerumus ke dalamnya.
Pangeran Liang menarik sudut bibirnya dan mengulas sedikit senyuman, perlahan mengangkat tangan kanannya, mengangkat teratai dengan tetesan air kristal lalu berkata dengan suara rendah: “Ini untukmu!”
Ye Wushuang menatap pria bodoh di depannya dengan sedikit tercengang, tapi dirinya malah tersentuh oleh keseriusan dan ketekunannya, Ye Wushuang langsung berkata menyalahkan dengan suara lembut dan tercekat: “Untuk apa bunga ini? Kamu hampir saja mati.”
Mata sipit Pangeran Liang sedikit terkulai, dadanya yang dibasahi oleh air itu sedikit bergejolak, dia menatap ke arah Ye Wushuang dengan sedikit sedih: “Bukankah aku tidak apa-apa?”
__ADS_1
Suara Pangeran Liang yang jernih dan lembut itu seolah sedang menghibur Istrinya yang terlalu mengkhawatirkannya.
She Jingtian meliriknya, seolah-olah dengan sengaja mencoba menghindari sesuatu, tapi dari ekspresi suramnya itu jelas bahwa dia tidak menghindari apa pun.