Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 618 Aku Akan Membuatnya Terbiasa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang tidak hanya tidak kesal, tapi malah berpikir itu lucu.


Senyum itu malah membuat Shangguan Min’er semakin mengamuk, matanya melotot marah dan berkata dengan penuh keluhan: “Apa yang kamu tertawakan?”


Hello! Im an artic!


“AKu hanya merasa Nona Min’er yang seperti ini terlihat sangat lucu.”


“Lucu?” Shangguan Min’er tertegun untuk sesaat. Dia yang sudah berusia 10 tahun sedikit banyak sudah sedikit mengerti, ya, dalam ingatannya, tidak ada orang lain yang pernah memujinya selain Paman She. Semua orang di Kastil Wuyou ini tahu bahwa dirinya sulit untuk diajak bergaul, semua orang membencinya. Mereka semua menghindari dirinya sudah seperti dirinya adalah wabah penyakit. Tapi wanita ini malah berkata bahwa dirinya lucu…


Huh, ini pasti tipuan orang dewasa untuk menipu anak-anak. Ya, tidak ada orang yang akan menyukainya selain Paman She, bahkan Ibunya sendiri pun tidak menyukainya, apalagi orang lain?


Shangguan Min’er yang salah paham akan maksud Ye Wushuang menjadi semakin membencinya. Dia langsung meletakkan boneka di tangannya, turun dari atas kursi malas dengan tidak begitu lincah lalu kemudian melangkah ke arah Ye Wushuang.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Ye Wushuang tidak tahu apa yang akan dia lakukan, jadi hanya menatap lekat pada pergerakannya. Pada saat ini Nona Min’er berjalan mendekat, menatapnya dengan marah lalu mendorong pinggangnya dengan keras dan berkata: “Pergi! Pergi! Aku tidak mau melihatmu!”


“Nona Min’er…”


“Pergi! Aku tidak mau melihatmu! Aku membencimu…”


“Aku……ahhh……”


Ye Wushuang yang masih belum selesai berbicara langsung didorong oleh Min’er, kekuatannya itu tidak terlalu kuat, tapi berpikir bahwa kakinya itu terluka, Ye Wushuang tidak berani melawannya, jadi hanya bisa mundur terus-terusan mengikuti gerakan gadis kecil ini. Awalnya Ye Wushuang berpikir terdapat benda di belakangnya untuk menyokong tubuhnya, Ye Wushuang tidak memperhatikan hingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh.


Yang memasuki padnangannya adalah sebuah wajah yang tampan dan juga tatapan mata yang cerah dan bersinar layaknya bintang. Rambut hitam yang tergerai di depan dadanya itu menambahkan sedikit temperamen yang elegan padanya.


Tidak tahu sejak kapan, Ye Wushuang sudah berada dalam pelukannya, jarak mereka begitu dekat dan juga mereka saling menatap satu sama lain.


Waktu seakan berhenti pada saat ini. Mata Ye Wushuang begitu indah seperti air jernih yang memantulkan sinar bulan, terdapat pula jejak kesedihan dan luka, sudah seperti kepulan asap yang tertiup oleh angin. Asap itu berdiam di dalam hatinya untuk sekian lama, seolah-olah terdapat sebuah lapisan perasaan yang menyelimutinya dalam sekejap.


“Paman She, kamu datang?”

__ADS_1


Min’er berteriak dengan penuh semangat dan begitu riang, karena itulah pemandangan indah ini seketika rusak.


She Jingtian tidak punya pilihan lain selain melepaskan Ye Wushuang kemudian merapikan pakaiannya yang kusut dengan santai, matanya yang tampan itu tidak berani menatap Ye Wushuang.


Ye Wushuang juga memalingkan tatapannya, mencoba melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


Setelah beberapa saat, She Jingtian baru mendongak menatap Ye Wushuang dan berkata: “Apa kamu baik-baik saja?”


Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dan tersenyum: “Tidak apa-apa.”


Kemudian She Jingtian mengalihkan tatapannya dengan tegas ke arah Shangguan Min’er: “Min’er, kenapa kamu memperlakukan orang yang Paman pilih untukmu seperti ini?”


Menghadapi pertanyaan She Jingtian, mata Min’er kembali memerah dengan sedih, di saat bersamaan dia menunjuk ke arah Ye Wushuang dengan marah dan berkata: “Aku tidak ingin dilayani olehnya, aku tidak mau! Aku membencinya! Aku membenci semua orang!”


“Kamu…” She Jingtian yang sudah sangat marah kemudian mengangkat telapak tangannya yang besar, postur tubuhnya itu sudah seperti akan melayangkan pukulan, tapi matanya yang jernih itu malah menunjukkan raut enggan dan tidak tega.


Ye Wushuang melihatnya, dirinya bergegas menghentikan dan berkata: “Mohon Tuan Penguasa Kota menenangkan amarah Tuan, Nona Min’er pasti tidak terbiasa seperti ini karena itu dia bisa mengamuk. Perlahan-lahan aku akan membuatnya terbiasa.”

__ADS_1


__ADS_2