
Hello! Im an artic!
Ucapan berikutnya sudah seperti es yang menyelimuti Qin Ruojiu. Qin Ruojiu merasa sekujur tubuhnya dingin, tanpa sadar melipat kedua tangannya, senyum yang sangat pahit terulas di sudut bibirnya, senyuman itu sedikit kaku dan juga sedikit mencela dirinya sendiri, membuat orang lain yang melihatnya merasa sangat sedih.
Qin Ruojiu berkata: “Tidak mungkin, tidak mungkin ada tempat seperti itu. Bahkan jika Kaisar sangat menghargai potret itu, tapi Kaisar pernah berkata bahwa Putri Liqing hanyalah sebuah mimpi di dalam hatinya, Kaisar tidak akan membangun gedung seperti itu tanpa alasan.”
Hello! Im an artic!
Melihat ekspresi pucat Qin Ruojiu yang sedikit di luar kendali, Zhao Yuanran tahu bahwa tujuannya sepertinya sudah tercapai.
Saat ini, dirinya semakin bahagia berkata: “Jika Kakak tidak percaya maka bisa pergi ke bagian utara Taman Bunga Kerajaan, Kakak bisa langsung bertanya pada dayang yang ada di sana, mereka seharusnya bisa memberitahu Kakak di mana letak Gedung Liqing.”
“Aku tidak percaya!” Tatapan mata Qin Ruojiu membelalak, bibir merahnya sedikit bergetar, perasaan seperti seseorang menggunakan pedang untuk menusuk hatinya itu membuat Qin Ruojiu sulit bernapas.
Kaisar Zhaolie pernah berkata bahwa dia menyukainya, dia ingin bersamanya. Liqing adalah mimpi yang jauh di Beifeng, bagaimana mungkin Kaisar melakukan hal seperti ini untuknya? Tidak peduli seberapa besar Kaisar menyukai Putri Liqing, lalu apa arti ucapan Kaisar pada dirinya? Apa itu hanya ucapan asal saja? Atau hanya semacam kebohongan?
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Qin Ruojiu menggigit bibir merahnya dengan erat sambil berpikir, dirinya gemetar dengan putus asa, berusaha menekan dirinya untuk tidak meneteskan air mata.
“Kak, aku hanya berbaik hati ingin mengingatkan saja, jika Kakak tidak percaya, Kakak bisa pergi untuk melihat sendiri. Lagipula meski kita bersaing mendapatkan cinta di depan Kaisar, tapi setidaknya Kakak adalah saudaraku sendiri. Tujuanku berkata seperti ini juga karena tidak ingin orang luar mengambil keuntungan. Kita memang tidak pernah bertemu dengan Putri Liqing, tapi kemampuannya itu tidak diragukan lagi. Hanya sebuah potret lukisan kecil saja sudah bisa membuat Kaisar begitu kacau. Jika benar-benar menjadi orang milik Kaisar, takutnya tidak akan ada kedamaian di keseluruhan harem ini!”
Meninggalkan kalimat ini, Zhao Yuanran seakan akhirnya sudah melampiaskan apa yang ada di dalam hatinya setelah sekian lama.
Menghela nafas panjang, ada senyum cemerlang yang terulas di wajahnya, tidak membiarkan Qin Ruojiu memiliki kesempatan untuk membantah, Zhao Yuanran kemudian melenggangn pergi.
Di bawah matahari di sisi kolam terpencil, seketika hanya tersisa sosok Qin Ruojiu yang terlihat kesepian.
Qin Ruojiu menatap ke arah kejauhan dengan terpaku, tatapan matanya begitu lesu dan tidak bersemangat. Qin Ruojiu seolah-olah tidak memiliki jiwa, sudah seperti patung.
Lu’er mengguncang Qin Ruojiu dengan lembut, dia sangat khawatir saat melihat tampilan Permaisuri saat ini.
Qin Ruojiu perlahan pulih, tatapan matanya telah kehilangan semua kecemerlangannya, Qin Ruojiu hanya tersenyum samar kemudian menggelengkan kepalanya dengan getir.
“Permaisuri, jangan dengarkan Selir Mulia, dia itu iri padamu jadi dia berbohong padamu.” Lu’er tahu Zhao Yuanran sangat kejam, jadi Lu’er berusaha membujuk Qin Ruojiu.
__ADS_1
Pada saat ini, hati Qin Ruojiu hanya merasa dingin, dia tidak bisa mendengarkan apapun, hanya ada satu pikiran di benaknya, yaitu ingin mencari kebenaran.
“Lu’er, aku ingin kamu menemaniku!”
“Permaisuri…” Lu’er yang tadi sepertinya sudah mendengar sesuatu, menunjukkan ekspresi keterkejutan di matanya.
“Aku ingin pergi ke Gedung Liqing!”
Saat ini, Zhao Yuanran yang sudah kembali ke kediamannya sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang sangat gembira, dia menyenandungkan lagu di sepanjang jalan, berjalan dengan santai sudah seperti kupu-kupu musim semi.
“Zuo’er, apa yang sedang kamu lihat?”
“Menjawab Selir Mulia, Zuo’er sedang melihat apa Ratu pergi menuju ke arah Taman Bunga Kekaisaran atau tidak.”
Zhao Yuanran tersenyum penuh kemenangan, ada raut menjebak yang terlintas di tatapan matanya: “Jangan khawatir, berdasarkan intuisi seorang wanita, dia pasti akan pergi.”
“Kenapa?”
__ADS_1
“Karena Kaisar sudah menyembunyikan hal itu begitu lama darinya, hatinya pasti tidak rela ketika mendapatkan kabar ini sekarang. Biasanya wanita seperti itu pasti akan pergi untuk mencari tahu. Dan lagi menurutnya, dirinya itu memiliki posisi yang penting dalam hati Kaisar, jadi dia pasti akan pergi.”