
Hello! Im an artic!
“Tentu saja.”
“Kalau begitu, kamu tidak akan memberikannya pada Paman Zhongrong?”
Hello! Im an artic!
Shangguan Min’er menggelengkan kepala kecilnya, ekspresinya yang tidak ingin berkompromi membuat Fu Zhongrong sangat terluka.
Paman dan keponakan ini benar-benar sama persis, jika ingin mendapatkan Ye Wushuang dari mereka, sepertinya tidak akan ada harapan sama sekali.
“Pangeran Liang, kenapa kamu datang kemari sepagi ini?”
Tepat ketika Fu Zhongrong merasa sedikit putus asa, pertanyaan Ye Wushuang yang tenang dan elegan itu terdengar dari arah belakangnya.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Pangeran Liang menoleh, Ye Wushuang sedang berdiri diam di belakangnya, sosoknya itu terlihat sangat cantik, tatapan matanya begitu indah, seakan memiliki kekuatan yang bisa memikat jiwa.
Ya, dirinya ingin membawa pergi Wushuang dari Kak She dan Min’er, tapi dia lupa menanyakan bagaimana pendapat Ye Wushuang sendiri. Selama Ye Wushuang setuju, untuk apa dirinya peduli pada Min’er dan She JIngtian?
Berpikir demikian, tatapan mata Pangeran Liang menunjukkan sentuhan kegembiraan, detik berikutnya, sebelum Ye Wushuang bisa bereaksi, dia langsung melangkah maju dan meraih pergelangan tangan Ye Wushuang lalu menariknya keluar dari Paviliun Zhaixing.
Di sepanjang jalan, dikarenakan kegembiraan, Pangeran Liang memegang pergelangan tangan Ye Wushuang dengan kekuatan yang sedikit lebih kuat, Ye Wushuang merintih kesakitan, Pangeran Liang akhirnya baru tersadar lalu melepaskannya dengan sedikit malu, dia lalu berkata dengan ekspresi tidak tenang: “Kamu baik-baik saja kan?”
Ye Wushuang mengelus pergelangan tangannya sendiri lalu tertawa dengan raut wajah sedikit canggung: “Tidak apa-apa, tapi Pangeran Liang, kamu menarikku keluar seperti ini, apa ada urusan?”
“Ya.” Pangeran Liang menjawab dengan serius, baru saja hendak mengatakannya, tapi ketika menghadapi tatapan mata yang jernih dan tenang itu, Pangeran Liang menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak mudah diucapkan seperti yang dipikirkannya.
“Wushuang, pergilah denganku!”
Setelah hening beberapa detik, Pangeran Liang akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kalimat ini dengan tegas dan tanpa keraguan.
“Hah?” Ye Wushuang awalnya tidak langsung mengerti apa maksud Pangeran Liang, dia berkata dengan tatapan mata yang sedikit bingung: “Pangeran Liang ingin membawaku pergi ke mana?”
__ADS_1
“Lusa aku akan kembali ke Dinasti Nan, Wushuang, pergilah dari sini bersamaku, mari kita pergi ke Dinasti Nan.” Pangeran Liang berkata dengan lembut, tatapan matanya penuh dengan harapan.
Setelah mendengarkan ucapan itu, Ye Wushuang menatapnya dengan sedikit canggung, setelah beberapa saat Ye Wushuang lalu tertawa peland an berkata: “Apa Pangeran Liang sedang bercanda?”
Pangeran Liang segera mengambil langkah maju dan menatap lekat pada Ye Wushuang, dia menjawab dengan ekspresi serius yang belum pernah terlihat sebelumnya: “Wushuang, apa menurutmu aku yang seperti ini sedang bercanda?”
Ye Wushuang memalingkan wajahnya, tiba-tiba merasa sedikit sulit untuk bernafas. Ye Wushuang tidak tahu mengapa Pangeran Liang ingin membawanya pergi, tapi dirinya merasa semua ini sangat terburu-buru dan tiba-tiba. Pada saat itu, Ye Wushuang tersenyum dan berkata: “Mengapa Pangeran Liang ingin membawaku pergi ke Dinasti Nan?”
“Karena kamu adalah penyelamatku.” Pangeran Liang menjawab dengan penuh semangat, tatapannya terus menatap lekat ke arah Ye Wushuang.
Ekspresi Ye Wushuang berangsur-angsur menjadi tenang dan nada bicaranya sangat lembut: “Mengenai insiden itu, aku sudah mengatakan bahwa jika bukan karena diriku, Pangeran Liang tidak akan berada dalam bahaya. Sebenarnya sudah merupakan berkah bagiku karena Pangeran Liang tidak menyalahkanku.”
“Baiklah kalau begitu, sebagai seorang teman, aku ingin membawamu pergi.”
Ye Wushuang merasa terkejut, hatinya sedikit tersentuh, tapi ekspresinya masih tetap terlihat tenang seperti sebelumnya: “Teman?”
“Ya, teman.”
__ADS_1
“Pangeran Liang menganggapku sebagai seorang teman, lalu seberapa banyak yang Pangeran Liang ketahui mengenai diriku? Apa Pangeran Liang tahu mengapa aku tidak bersedia menunjukkan wajahku di hadapan orang lain dan memakai cadar sepanjang hari?”