
Setelah mendengar dan mengenal suara pria itu, wajah Qin Ruojiu pun langsung berubah pucat. Tadi siang Kaisar memang ada bilang malam ini dia mau datang mencarinya, tetapi dia mengira dia hanya sekedar ngomong saja. Tidak disangka Kasiar benar-benar datang mencarinya. Hati Qin Ruojiu pun seolah berhenti berdetak dan dia merasa sangat ketakutan. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Pada saat itu tangan Kaisar Zhaolie dengan perlahan memegang pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukannya.
Kaisar berkata dengan suara lembut di telinganya, “Jangan takut, tidurlah.”
Qin Ruojiu yang berada di dalam pelukannya itu tidak berani banyak bergerak. Sampai-sampai dia tidak berani bernafas dengan keras. Agar jaraknya dengan iblis ini tidak begitu dekat, Qin Ruojiu sengaja menggunakan tenaga yang ada di bagian pinggangnya untuk mundur ke belakang.
Tetapi siapa sangka, gerakannya yang kecil itu tertangkap oleh Kaisar Zhaolie. Kaisar Zhaolie langsung membaringkannya di atas kasur. Sekarang, Qin Ruojiu tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Lalu tubuh mereka berdua bergabung menjadi satu sampai-sampai nafas dari masing-masing mereka itu pun dapat dirasakan dengan jelas.
Qin Ruojiu pun gugup dan jantungnya berdetak dengan kencang. Di depannya itu dia bisa melihat wajah seorang pria mengerikan yang sedang tersenyum puas ke arahnya.
Qin Ruojiu ingin menjulurkan tangannya keluar, tetapi Kaisar Zhaolie langsung memeluknya lebih erat lagi. Lalu dia berkata, “Jangan bergerak, Kaisar tidak akan melukaimu.”
__ADS_1
Qin Ruojiu memalingkan wajahnya karena dia tidak ingin merasakan nafas yang keluar dari hidung Kaisar Zhaolie di wajahnya, lalu dia berkata, “Kenapa mau begini?”
Kaisar Zhaolie lalu menundukkan kepalanya dan tersenyum hangat, dia berkata, “Dengar dari pelayan-pelayan istana yang melayanimu, mereka bilang kamu takut dingin. Udara hari ini lumayan dingin, jadi Kaisar datang untuk menjadi penghangat untukmu. Tidur berdua tentu akan terasa lebih hangat dari pada tidur sendirian.”
Qin Ruojiu pun terkejut mendengar apa yang dikatakannya. Dia terkejut sampai hendak bersembunyi, dia tidak berani mempercayainya dan hendak mendorongnya.
Pria ini sepertinya sudah gila, kenapa dia mau menjadi penghangatnya? Dia bukannya sangat benci dengan dirinya. Dia sudah hampir membuatnya mati beberapa kali dan memaksanya untuk menggugurkan anaknya sendiri. Hari ini kenapa dia memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh perhatian. Dia seolah menganggap semua yang pernah terjadi itu tidak pernah terjadi. Kaisar Zhaolie bisa berbuat seperti itu, tetapi dia tidak bisa.
Kaisar Zhaolie seolah menyadari penolakan darinya. Kaisar Zhaolie tidak marah dan melepaskan tangan Qin Ruojiu yang sedang mendorongnya lalu memeluknya dengan erat.
Tubuh mereka berdua pun bertemu lagi dan mereka bisa mendengar nafas dari masing-masing dengan jelas.
__ADS_1
Qin Ruojiu dipeluk erat dan didorongnya sampai ke tempat paling dalam di kasurnya, jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Namun, Kaisar Zhaolie lebih menderita dari padanya, karena tubuh wanita ini benar-benar sangat lembut dan aroma samar yang keluar dari tubuhnya seperti racun yang sangat mematikan. Racun itu masuk ke dalam nadi tubuhnya sedikit demi sedikit. Bahkan jika dia tidak memikirkannya juga perasaan itu membuat tubuhnya panas dan darah di dalam tubuhnya itu mendidih dengan sendirinya. Dia juga hanya seorang pria biasa, pada saat dia memeluk tubuh seorang wanita yang lembut bagaikan kapas tetapi dia tidak bisa mengambil langkah selanjutnya itu benar-benar adalah sebuah siksaan buatnya.
Benar, sejak dia masuk ke dalam kamar ini, dia sudah tidak peduli dengan segala hal dan hanya menginginkan wanita ini. Tetapi ketika dia mengingat dengan kejadian yang terjadi hari itu, karena kenekatan dirinya dia menyebabkan wanita ini mengeluarkan banyak darah dan mungkin karena kejadian itu dia tidak bisa melahirkan anak lagi. Pada saat itu, jantungnya seolah berhenti berdetak, dia merasakan sebuah perasaan kasihan dan sedih yang tidak bisa dia ucapkan. Sejak saat itu dia tidak rela memperlakukannya dengan kasar lagi.
Perlahan demi perlahan, Qin Ruojiu sadar bahwa ada amarah yang sedang meluap di dalam tubuh pria ini. Amarahnya itu bagaikan api yang berkobar-kobar.
Selain itu, dia terlihat seperti orang yang sangat hancur seolah sedang mencoba yang terbaik untuk menahannya. Sedangkan Qin Ruojiu tidak terbiasa diperlakukan seperti itu olehnya.
Qin Ruojiu ingin menyuruhnya melepaskan tangannya, tetapi Kaisar Zhaolie memeluknya lebih erat lagi. Sampai akhirnya, Kaisar Zhaolie seolah ingin memasukkannya ke dalam tubuhnya. Dia memeluknya dengan sangat erat tanpa sedikit celah pun dan hal itu membuat dia kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1