Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 498 Apa Kamu Bisa Mencintai Semuanya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Sebenarnya …”


Ada jejak kesedihan dalam kata-katanya, tapi Leng Bingxin merasa dingin, dirinya selalu merasa bahwa ekspresi dan nadanya ini hanyalah ilusi. Berapa banyak wanita yang tenggelam dalam perasannya yang begitu melankolis seperti ini? Tidak peduli seberapa mirip Bei Fengchen berpura-pura, Leng Bingxin selalu mengatakan pada dirinya sendiri agar tidak tertipu.


Hello! Im an artic!


Jadi Leng Bingxin mencibir dengan dingin dan berkata: “Tujuanmu adalah memintaku untuk merayu Kaisar Negara Kangqing, kemudian menjadi bidakmu, setelah kamu naik takhta maka kamu bisa dengan jelas memahami segala sesuatu mengenai Negara Kangqing, lalu nantinya ketika kamu ingin menyerang dan mengalahkan Negara ini, hal itu merupakan hal yang sangat mudah bagimu.”


Setelah Bei Fengchen mendengarkan ucapan ini, terdapat luka yang terlintas di wajah tampan itu. Kedalaman mata hitamnya itu tiba-tiba membeku. Perasaan bagai ditusuk dengan begitu kejam oleh sebuah pisau tajam membuatnya merasa begitu sesak.


“Ternyata yang kamu lihat hanyalah sisi diriku yang ini, apa selama bertahun-tahun ini kamu hanya melihat bahwa aku sedang memanfaatkanmu dan tidak menyadari hal lainnya?”

__ADS_1


Muncul ejekan samar dari sudut bibir Leng Bingxin, Bei Fengchen benar-benar berakting dengan begitu mendalami.


Hello! Im an artic!


“Apa yang bisa Pangeran berikan padaku? Apa itu cinta? Apa benar adalah cinta? Itu sangat konyol, cinta Pangeran bisa dikatakan begitu luasnya, terhadap Ziyue, Ziyu, Ziqing, dan juga para saudari lainnya, apa Pangeran bisa mencintai semuanya? Atau hati Pangeran tidak pernah tergerak pada wanita? Para wanita itu ditipu dengan beberapa kata manis dan juga sikap lembut penuh kemunafikan milik Pangeran?”


Setelah mendengarkan ucapan itu, Bei Fengchen mengatupkan bibirnya dan tidak berbicara, mata hitamnya menunjukkan sedikit rasa sakit yang dalam, dirinya terhuyung beberapa langkah ke belakang, memejamkan sepasang matanya untuk menyembunyikan rasa sakit di kedalaman matanya, ketika kembali membukanya, Bei Fengchen bergumam dengan nada yang getir: “Bertahun-tahun ini, ternyata di dalam harimu aku begitu rendahnya…”


“Ya, benar, awalnya aku memang ingin memanfaatkanmu, tapi selama kamu lebih teliti, kamu akan menyadari bahwa kamu benar-benar berbeda dari Ziyue dan yang lainnya, ini adalah motif tersembunyiku padamu, apa kamu tidak bisa merasakannya?”


“Aku berbeda karena orang yang akan kudekati adalah Kaisar Zhaolie, dia lebih sulit dibandingkan pimpinan mana pun, dia itu lebih sulit untuk dihadapi.”


“Bingxin, kamu …”

__ADS_1


Bei Fengchen menatap Leng Bingxin dengan menyakitkan, Leng Bingxin sudah menangis tapi sorot kebencian di tatapan matanya masih begitu kuat.


Ya, Leng Bingxin berbeda dari wanita lain, dirinya memiliki pemikirannya sendiri, dirinya lebih suka menjadi orang biasa dibanding dimanfaatkan oleh orang lain dan menikmati godaan yang membingungkan itu.


Martabatnya begitu tinggi, bahkan meski dirinya mati, Leng Bingxin juga tidak ingin menjadi bidak yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain, perasaan dikhianati itu jauh lebih tidak nyaman dibanding ditusuk dengan ribuan pedang.


“Pangeran Xiang, aku memiliki budi padamu karena kamu pernah menyelamatkan nyawaku, tenang saja, selama kamu memberi perintah padaku maka aku akan melakukannya dengan baik, bahkan jika itu harus menyerahkan nyawaku ini.”


Setelah selesai berbicara, Leng Bingxin tersenyum sedih padanya. Sudah tidak ada kegembiraan dalam senyuman itu, yang ada hanyalah kesedihan yang tak berujung yang sudah menyebar.


Pada saat ini, Bei Fengchen tahu bahwa dirinya tidak memiliki kualifikasi untuk mengatakan apa pun, karena sejak pertama kali Bei Fengchen melihatnya, hanya ada keutungan dan juga keinginan ingin menaklukkan di tatapan mata Bei Fengchen. Ya, ketika melihat Leng Bingxin untuk pertama kali, bahkan meski parasnya hancur dan juga tidak terawat, tapi sepasang matanya yang bisa mengenali wanita cantik itu malah membuatnya ingin menangkapnya. Ya, Bei Fengchen belum pernah melihat mata yang begitu indah tapi juga sangat menyayat hati itu.


Dirinya adalah sumber kesakitan Leng Bingxin, untuk pertama kalinya, wajah tampannya itu ditutupi dengan raut penyesalan, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Bei Fengchen merasa malu pada seorang wanita. Pupil hitamnya itu berangsur-angsur dipenuhi oleh rasa sakit yang mencekik, tangannya terkepal erat, berusaha menekan keinginan hatinya dengan kuat, Bei Fengchen melangkah maju dengan begitu menyedihkan, menarik napas dalam-dalam dan berkata: “Apa kamu membenciku?”

__ADS_1


__ADS_2