Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 925


__ADS_3

“Bahkan jika dia tidak bertindak apa-apa padamu, tapi aku merasa sudah pasti bukanlah hal yang baik.”


Hello! Im an artic!


“Pintar, Zhao Xueyan sudah pasti tidak akan membiarkan hal baik menguntungkanku.”


Yangui mengerutkan kening, tidak bisa menahan diri untuk melangkah maju, ekspresi tajam terlintas di matanya: “Kalau begitu aku akan pergi dan menolak mereka, berkata bahwa Nona tidak enak badan jadi tidak bisa pergi ke sana.”


Hello! Im an artic!


“Tidak perlu, boleh kalah dalam segala hal tapi tidak boleh dalam momentum. Bukankah hanya memintaku pergi ke sana untuk duduk? Kita bahkan belum pernah pergi ke tempat kediaman Selir mulia.”


Melihat Ye Wushuang yang berkata dengan begitu tenang, Yangui masih merasa sedikit khawatir dan berkata: “Apa benar-benar ingin pergi?”


“Tentu saja.”


Setelah Yangui selesai mendengar ucapan itu, dirinya menggertakkan gigi dan berkata dengan yakin: “Baiklah, aku akan menemani Nona, jika terjadi sesuatu maka aku bisa melindungimu.”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang tidak menjawab, bisa dikatakan dia setuju.



Dengan demikian, mereka berdua menghabiskan waktu sekitar 15 menit utnuk tiba di Paviliun Selir Mulia yang tampak megah dan indah.


Melihat desain aula saja sudah terdapat aura mewah yang tak terlukiskan, giok kristal sebagai lampu, mutiara sebagai tirai, tungku berlapis emas, pilar dari kayu phoene, meja dan kursi yang terbuat dari kayu gaharu, tidak ada benda di dalam aula yang bukan harta yang tak ternilai.


Wanita yang duduk di tengah aula juga tampak sangat cantik, bisa dikatakan melengkapi semua yang ada di dalam ruangan itu, membuat orang yang melihatnya pada pandangan pertama merasa bahwa dia bukanlah orang biasa.


Zhao Xueyan mengenakan gaun brokat berlengan lebar bermotif kupu-kupu, terdapat rasa bangga dan kepercayaan diri yang tak tertandingi di matanya yang dingin dan jernih, bibir merahnya seperti kelopak mawar merah yang merekah, tanpa disadari mengulas lengkungan senyum yang penuh kesombongan. Terdapat kedinginan yang membuat orang lain merasa sulit untuk mendekati pada senyum merah menyala yang merekah itu.


Di sisi kiri dan kanannya, terdapat Selir Zhen yang mempesona yang mengenakan pakaian berwarna merah serta Selir Chang yang montok dan seksi.


Ketika keduanya melihat Ye Wushuang datang dengan membawa Yangui, terdapat seringai licik yang muncul di tatapan mata mereka.

__ADS_1


Ye Wushuang menganggap mereka hanya memandang rendah dirinya saja, jadi Ye Wushuang mengabaikan mereka. Ye Wushuang berjalan lurus ke hadapan mereka tanpa memalingkan pandangan kemudian memberi hormat pada ketiganya.


Mereka bertiga bisa merasakan sikap hormat Ye Wushuang sama sekali tidak merasa rendah hati, bahkan malah terasa sedikit arogan. Selir Zhen dan Selir Chang yang lebih dulu kehilangan kesabaran, mereka menggigit bibir dan sudah ingin mengamuk, tapi sebelum mereka bisa mengatakan apa-apa, Zhao Xueyan sudah menghalangi mereka.


Zhao Xueyan menatap sekilas pada Ye Wushuang dengan dingin, menatap ke arah wanita yang mirip dengan Ratu Qin ini. Dia memiliki tampilan yang tampak lembut dan tenang, tapi tatapan matanya yang tegar dan dingin malah membuat orang lain tidak bisa mengetahui apa yang ada dalam pikirannya.


Meskipun Zhao Xueyan sudah mulai waspada terhadapnya, tapi ketika memikirkan Ratu Qin yang dulu menguasai harem dan juga melakukan segala macam konspirasi saja bahkan dikalahkan oleh dirinya, wanita ini tidak lebih hanya semut saja di antara jari-jarinya. Sangat mudah jika dirinya ingin membunuhnya, hanya saja memikirkan masalah posisi Ratu, Zhao Xueyan untuk sementara tidak ingin bertindak padanya.


“Nona Ye, apa kamu tahu kenapa aku memintaku datang kemari hari ini?” Zhao Xueyan dengan malas memijat pelipisnya, membuat gerakan yang menawan dan terlihat lelah.


Ye Wushuang dalam hati sangat membenci sikap Zhao Xueyan yang berpura-pura seperti ini, tapi mau tidak mau Ye Wushuang menahan diri dan berkata: “Wushuang tidak tahu.”


“Sangat mudah, aku ingin kamu meminta maaf padamu atas kecerobohan Selir Zhen kemarin.”


Berkata seperti meminta maaf, tapi nada bicaranya itu sepenuhnya menyiratkan ancaman dan provokasi.


Ye Wushuang berkata dengan tenang dan elegan: “Tidak masalah, itu hanya sebuah kesalahpahaman.”

__ADS_1


“Sepertinya Nona Wushuang adalah orang yang sangat murah hati, tidak heran Kaisar bersikeras mengusir Ratu Qin tapi malah mempertahankanmu.” Kalimat terakhir yang diucapkan Zhao Xueyan mulai dipenuhi dengan makna yang mendalam.


__ADS_2