Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 42 Aku Yang Salah Paham Padamu?


__ADS_3

Mata Kaisar Zhaolie menyipit dan tersenyum pada gadis dalam pelukannya, “Aku sudah lelah, aku menyuruh kalian ke sini untuk melayaninku, bukan menghabiskan tenagaku.”


“Haiyo, Yang Mulia Kaisar, bangun, bangunlah! aku ingin kamu bangun!” gadis yang menempel di dalam pelukannya terus bermanja. Bibir merahnya terus berkeliaran di sekeliling leher Kang Yong, gerakannya sangat menggoda, Qin Ruojiu pun merasa canggung saat melihat ini.


Dia ingin segera pergi dari sana, tetapi begitu hendak melangkah, terdengar perintah dengan suara dingin, “Permaisuri, berani sekali kamu, pergi tanpa memberi hormat padaku.”


Qin Ruojiu terkejut, kemudian membalikkan badan dengan tenang dan berjalan menghampiri Kang Yong dan memberikan hormat, “Aku memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar. aku takut mengganggu kesenangan Yang Mulia Kaisar, makanya aku tidak menyapa Yang Mulia Kaisar,”


Karena tidak bisa menghindar, ia harus menghadapi pria ini.


Pantas saja kemarin ia mimpi buruk, rupanya ia akan bertemu dengannya hari ini.

__ADS_1


Kang Yong tertawa licik, kemudian merangkul pinggul gadis berpakaian merah itu, lalu mencium leher gadis itu, “Oh ya? Rupanya Permaisuri melakukan itu demi kebaikanku. sepertinya aku yang salah paham padamu ya?”


“Bukan begitu! aku tidak akan berani….” Qin Ruojiu menunduk untuk menghindari pandangan menantang dari para gadis-gadis cantik itu, kemudian menjawab dengan tenang.


“Kamu pikir dengan mengatakan ‘aku tidak berani’ saja sudah cukup?” ucap Kang Yong sambil memberikan pandangan dingin.


Qin Ruojiu mengangkat kepala dan menatap matanya dengan bingung, “Apakah Yang Mulia Kaisar ingin menghukumku?”


Kang Yong melirik gadis yang wajahnya ditutup cadar itu, kemudian tiba-tiba maju dan mencengkram dagu yang ditutup cadar, “Sembahkan teh untukku, ini termasuk kebaikan hatiku padamu, bukan?”


Usai berkata, dia pun bangkit dan jalan ke meja batu untuk menyeduhkan teh, kemudian jalan ke samping Kang Yong, lalu berlutut dan mengangkat teh sampai melewati kepala.

__ADS_1


“Aku menyembahkan teh kepada Yang Mulia Kaisar.”


Kang Yong menatap teh yang ada di tangannya, lalu berkata pada gadis berpakaian merah di hadapannya, “Selir Zhen, aku mau kamu menyuapkan teh itu kepada aku, apakah kamu bersedia?”


Su Zhen’er yang berbaring di dalam pelukannya pun segera tersenyum dan mengangguk gembira, “Tentu saja aku bersedia!” sambil berkata, dia pun sudah menjulurkan tangan untuk mengambil the dari tangan Qin Ruojiu.


Kemudian terdengar suara “phom” dan diikuti suara teriakan Qin Ruojiu. Teh dan kepingan keramik, berantakan di lantai.


Tangan Qin Ruojiu sampai memerah karena tersiram teh yang masih panas, dia segera menarik tangannya kembali. Dengan menggigit bibir dan menahan rasa sakit, ia mengangkat kepala.


Su Zhen’er masih berbaring dalam pelukan Kang Yong, dia menatap Qin Ruojiu seakan-akan ia terkejut dan ketakutan, “Ah, maafkan aku yang tidak menerima gelas teh itu dengan baik, aku sangat tidak berguna. Permaisuri, Zhen’er sangat tidak berguna, kamu tidak akan memarahi Zhen’er kan?”

__ADS_1


Su Zhen’er bersembunyi dalam pelukan Kang Yong seperti orang ketakutan, kemudian mengeluarkan pandangan liciknya, dan tersenyum di atas penderitaan orang yang sedang berlutut di hadapannya itu.


Qin Ruojiu juga tahu kalau dia sengaja, tetapi ia tak bisa melakukan apapun selain mengepalkan tangan dan menggosok-gosokan tangan yang terluka itu di roknya.


__ADS_2