
Hello! Im an artic!
Mengikuti sekelompok pemuda dan pemudi, setelah beberapa putaran, mereka akhirnya tiba di Kuil Yuelao di mana para pemuda dan pemudi itu secara khusus sangat mempercayainya.
Sebelum mencapai pintu masuk kuil, tempat itu sudah dipenuhi dengan lautan orang, lilin dan dupa memenuhi di sekitar, itu menunjukkan betapa terkenalnya Dewa Yuelao ini.
Hello! Im an artic!
Menilai kedua sisi jalan, entah sejak kapan, sudah dipenuhi dengan berbagai tandu warna-warni miliki keluarga kaya dan berkuasa.
Ternyata tidak hanya rakyat biasa saja, tapi para Tuan Putri dan Tuan Muda dari beberapa keluarga terhormat juga datang kemari, apa Kuil Yuelao ini benar-benar sangat hebat? Ye Wushuang bertanya-tanya dengan penasaran, yang membuat Ye Wushuang semakin terkejut adalah kebanyakan Tuan Muda dari keluarga kaya itu memakai pakaian dengan motif kulit binatang atau macan tutul, dari atasan hingga kedua sisi pakaian tampak terlihat begitu megah. Di saat bersamaan, dari waktu ke waktu mereka diam-diam menilai para wanita yang juga berpakaian sama bagusnya.
Haha, ternyata sulaman bermotif macan tutul ini menjadi begitu populer di Kota Wuyou. Dirinya sebagai “pendiri” bahkan tidak mengetahuinya sama sekali.
Ketika Ye Wushuang sedang merasa bangga terhadap dirinya sendiri, panggilan pelan tiba-tiba terdengar di telinganya: “Wushuang …”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Suara itu terdengar seperti angin pelan yang berhembus, sepertinya ada dan tiada, terdengar samar-samar, membuatnya seperti berada dalam mimpi.
Namun tanpa sadar Ye Wushuang menjawab: “Ya?” Di saat bersamaan Ye Wushuang mencari-cari sumber suara itu.
“Aku di sini.”
Suara itu masih begitu hangat seperti angin, begitu tenang dan serak, membuat orang lain merasa begitu tidak nyata.
Ye Wushuang tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat She Jingtian sudah berada di hadapannya.
Dalam kondisi terkejut dan malu, nada suara Ye Wushuang terdengar sedikit gembira, lagipula di tempat seperti ini, sangat jarang bisa bertemu dengan seseorang yang dikenal. Terlebih lagi, orang itu … adalah orang yang bisa diandalkannya.
She Jingtian berdiri di tengah keramaian, wajah heroik dan tampannya itu begitu luar biasa, jubah panjang berwarna ungu miliknya semakin melengkapi sosoknya yang mulia dan elegan, pangkal hidungnya mancung, bibirnya merah terang, sudah seperti karya terbaik Tuhan yang dianugerahkan pada umat manusia. She Jingtian menatap Ye Wushuang dengan tenang, matanya yang dalam seakan memiliki kekuatan untuk menembus hati orang lain, membuat jantung Ye Wushuang tanpa disadari berdetak dengan sangat cepat.
__ADS_1
Sedangkan She Jingtian malah tertawa geli ketika melihat Ye Wushuang mengalihkan tatapan matanya dengan panik, She Jingtian mengangkat lengan pakaiannya yang lebar, menyentil pelan dahi putih dan bersih milik Ye Wushuang lalu berkata sambil tersenyum lembut: “Kenapa? Kamu tidak ingin melihatku?”
Ye Wushuang kesakitan sambil memegang dahinya, ujung jarinya seakan masih bisa merasakan suhu milik She Jingtian yang melintas sesaat, tapi tatapan mata Ye Wushuang malah mengelak dan menatap ke arah tanah: “Bukan, aku hanya penasaran kenapa Tuan Penguasa Kota juga ada di sini.” Apa mungkin She Jingtian juga datang kemari untuk memohon pada Dewa Yuelao untuk memberinya sebuah pernikahan?
Tidak disangka She Jingtian malah tersenyum santai: “Kamu saja boleh datang kemari, apa aku tidak boleh datang kemari?”
“Aku……”
“Wushuang, apa kamu ingin menikah?”
“Ahh?”
Tiba-tiba ucapan She Jingtian menjadi sedikit serius, bahkan tatapan matanya itu juga menatap Ye Wushuang dengan aneh.
Ye Wushuang meremas pakaiannya erat-erat, menatap ke kejauhan dengan sengaja dan berkata: “Tidak.” Entah mengapa kalimat ini diucapkannya dengan sangat canggung. Seketika Ye Wushuang merasa dirinya benar-benar tidak berguna, bahkan berbicara pun harus bersikap bertele-tele seperti ini.
__ADS_1
Setelah She Jingtian mendengar ucapan itu, senyum di bibirnya menjadi semakin dalam, kemudian She Jingtian melirik Ye Wushuang sekilas dengan penuh pertanyaan, tapi dirinya tidak lagi bertanya lebih banyak.
Ye Wushuang juga tidak enak untuk berbicara, hanya bisa berpura-pura melihat pemuda pemudi di sekeliling yang sedang berdoa untuk memohon. Tapi pada akhirnya hatinya merasa sangat gelisah, Ye Wushuang mau tidak mau harus mengumpulkan keberaniannya dan bertanya: “Tuan Penguasa Kota, aku datang kemari hanya untuk meramaikan, bagaimana dengan Tuan? Untuk apa Tuan datang kemari?” Jika berkata She Jingtian datang kemari untuk memohon sebuah pernikahan, itu benar-benar sangat tidak masuk akal, sebagai penguasa Kota Wuyou, wanita cantik seperti apa yang tidak bisa dimilikinya? Selama She Jingtian mau, berapa banyak wanita cantik yang rela meninggalkan segalanya demi jatuh ke dalam pelukannya?