
Hello! Im an artic!
“Dia melakukan ini demi kehormatan dan kekayaannya sendiri. Jangan kira dia bisa memenangkan simpatiku dengan tipu muslihatnya ingin keluar dari istana. Kulihat dia sudah salah membuat perhitungan.”
Hal yang tidak terduga adalah, di detik sebelumnya pria itu masih bisa terlihat punya perasaan. Tapi detik selanjutnya, dia sudah menjadi begitu kejam.
Hello! Im an artic!
Perkataan Ibu Suri telah membuatnya sekali lagi salah paham tentang keinginan Ye Wushuang keluar dari istana. Padahal sebenarnya tujuannya hanya untuk memancing perasaan Ji Xingyun agar pria itu bisa kembali terkenang hubungan suami istri mereka yang dulu. Bahkan pada saat ini, Ji Xingyun mulai bertanya-tanya apakah Ibu Suri dan Qin Ruchen bersekongkol untuk berakting.
Tapi karena status bangsawan Ibu Suri, Ji Xingyun tidak banyak bicara. Dia hanya terlihat sangat murung dengan wajahnya yang tenang dan tampan.
“Kaisar…”
Ibu Suri tidak tahu di bagian mana dia sudah salah bicara hingga membuat ekspresi Ji Xingyun menjadi begitu buruk. Ji Xingyun melambaikan jubahnya dengan dingin dan berkata dengan ekspresi suram, “Aku akan mempertimbangkan masalah ini. Kalau dia ingin pergi, aku juga tidak akan mempertahankannya di sini. Aku hanya berpikir kalau wanita itu keluar dari istana, di luar istana nanti
__ADS_1
Hello! Im an artic!
akan jadi pembicaraan rakyat. Ini juga salah satu bentuk bencana.”
“Kaisar, sejak kapan emosimu begitu ekstrem? Sebagai seorang raja, kamu harus berpikir terbuka akan segala hal, bukannya…”
“Ibu Suri tidak usah banyak bicara. Aku akan kembali ke istana dan merenungkan diriku sendiri. Mengenai masalah Permaisuri Qin, besok aku akan memberikan jawaban kepada Ibu Suri.”
Setelah melontarkan kalimat ini, Ji Xingyun buru-buru pergi dari sana. Ini pertama kalinya dia mempermalukan Ibu Suri sejak dia berkuasa. Meski ada sedikit rasa bersalah dalam hati, tapi Ji Xingyun kesal karena Ibu Suri selalu saja dimanfaatkan oleh wanita kejam Qin Ruchen.
Meski dia termasuk wanita elit yang serba bisa di zaman modern, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa digunakan di zaman kuno.
Sekarang di istana ada yang melayaninya hingga dia bisa bertahan hidup. Tapi kalau keluar dari istana dan tidak punya keterampilan, dia harus kelaparan dan kedinginan.
Jadi dia belajar menyulam dompet wewangian dari Yuya. Setidaknya kalau dia sudah tidak punya apa-apa, dia masih bisa bergantung pada ini untuk menghidupi dirinya sendiri.
__ADS_1
Ketika majikan dan pelayan itu sedang menyulam, tiba-tiba angin dingin dan kencang bertiup. Hal ini membuat keduanya gemetaran dan Ye Wushuang tanpa sengaja membuat jarum sulam itu mengenai jarinya. Rasa sakit langsung membuatnya memasukkan jarinya ke mulut dan menghisapnya. Tapi karena wajahnya tertutupi oleh kain tipis, dia tidak dapat menghilangkan rasa sakit meski telah menghisapnya. Dia hanya bisa melepaskan tangannya dengan ekspresi tidak berdaya.
“Kai… Kaisar…” Yuya memanggil pelan dan tubuhnya gemetaran. Setiap kali kaisar datang kemari, Permaisuri tidak akan berakhir dengan baik. Terutama ekspresi sang kaisar yang begitu buruk sekarang ini.
Kaisar hanya berdiri di depan mereka dengan dingin, bahkan jika matahari keemasan menyinari tubuhnya, tidak tampak ada suhu di tubuhnya. Alisnya yang mengerut seperti dilapisi oleh lapisan es. Bibir terkatup erat bagaikan ada pisau tajam di dalamnya. Asal dia membuka mulutnya, pasti akan membuat tubuh orang terkuliti.
Ye Wushuang juga tanpa sadar menarik Yuya ke belakang tubuhnya. Naluri mengatakan padanya kalau orang di hadapannya punya niat buruk.
Melihat kewaspadaan di mata berair wanita itu, Ji Xingyun tersenyum dingin. Tapi pupil mata hitamnya tidak terlihat ekspresi gembira atau marah.
“Yuya, kamu mundur dulu.”
“Permaisuri…” Yuya menatap Ye Wushuang dengan cemas, wajahnya yang cantik itu tampak khawatir dan tidak tenang.
“Mundur.” Begitu sekali lagi Ye Wushuang mengatakan ini dengan tegas, Yuya buru-buru pergi dari sana.
__ADS_1
Tanpa keberadaan Yuya, dalam sekejap hanya Ye Wushuang dan Ji Xingyun yang tersisa di paviliun istana yang besar itu.