
Setelah bertahun-tahun, dia akhirnya tergerak, jantungnya berdetak cepat, darahnya pun seperti sedang mendidih. Perasaan ini diberikan oleh teman karib dalam musik itu, teman yang memainkan “Angsa Greylag Pingsha” dengannya. Kang Yin mencari kesana kemari dengan langkah terburu-buru, lalu ia berjalan ke arah Taman Baihua.
Karena Taman Baihua adalah peninggalan almarhum kaisar, semua pemandangan dan dekorasi disana adalah pilihan dari almarhum kaisar, bukan hanya luas saja, gunung dan danau buatan disana juga sangat banyak, sehingga tidak mudah untuk mencari orang yang bersembunyi di tempat ini.
Jadi, setelah Kang Yin melewati beberapa koridor dan tanggulan pintu, dia baru menemukan gadis berambut panjang yang duduk di samping guqin.
Gadis itu membelakanginya, rambutnya hitam bagaikan warna tinta. Angin bertiup, rambutnya pun melayang seperti pohon willow.
Punggungnya sangat indah, walaupun terlihat kurus, tetapi ia juga terlihat tegar. Apalagi saat dia berdiri, pakaiannya melayang ditiup angin, rambutnya berdansa, mirip seperti dewi yang akan terbang ke khayangan. Saat itu, dia mengira gadis itu akan pergi, keinginan menahan gadis itu membuatnya menjulurkan tangan, padahal jarak mereka masih beberapa meter, tapi dia ingin menangkap gadis itu dari jarak yang begitu jauh.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, punggung itu pun menjauh, Kang Yin baru tersadar bahwa dia harus memanggil gadis yang mengerti isi hatinya itu, tetapi gadis itu sudah terlanjur pergi jauh.
Akhirnya, Kang Yin hanya bisa menatap punggungnya saja, dia terpaku di tempat dengan galau. Siapa gadis itu? Teknik guqinnya sangat luar biasa, indah dan merdu, bagaikan musik yang turun dari langit, terasa bagaikan sihir baginya.
Saat ini, Qin Ruojiu merasa sangat nyaman setelah mendengarkan suara seruling tadi.
Setelah berduet dengan suara seruling tadi, dia merasa semangatnya hidup kembali, suasana hatinya yang terasa galau tadi pun akhirnya menjadi tenang.
Siapa orang yang meniup seruling tadi? Suara serulingnya sangat memabukkan, menyimpan rasa galau dan bimbang, membuat orang yang mendengarnya tidak bisa membendung air mata.
__ADS_1
Karena tak bisa menahan diri, Qin Ruojiu pun berduet dengannya tadi, dia yakin, orang yang memainkan seruling itu, memiliki perasaan yang sama dengannya. Kegembiaraan yang ia rasakan ini, seperti kegembiraan bertemu dengan teman karib, tetapi dia malah tidak bisa bertemu dan berkenalan dengan si pemain seruling itu.
Iya, dia adalah permaisuri, orang biasa akan takut padanya karena posisinya saat ini, siapa yang mau berteman dengan dia? Walaupun dia bukan permaisuri, di mata orang lain, dia adalah penyihir yang jahat, siluman yang bisa ilmu sihir. Di mata siapapun, dia adalah wanita yang mengerikan, wnaita yang bagaikan ular beracun, siapapun yang bertemu dengannya, pasti akan berusaha menghindar, Jadi tak mungkin pemain seruling itu akan menjadi temannya.
Dia pun melengkungkan bibir, tersenyum sedih, menginjak jembatan kayu tunggal dan berjalan ke arah Istana Fengyi.
Baru saja beberapa langkah saja, Qin Ruojiu mendengar suara tawa manja seorang gadis dari Hutan Zizhu. Karena merasa penasaran, dia pun berjinjit untuk melihat asal suara itu, terlihat segerombolan gadis yang sedang mengelilingi pria yang berjubah naga emas sambil tertawa.
Benar, pria itu adalah Kaisar Zhaolie, Kang Yong. Dia sedang duduk di hutan bambu ini sambil dikelilingi gadis-gadis cantik.
__ADS_1
Gadis berpakaian merah yang menjadi pemimpin, sambil memainkan kain sutera yang di lehernya, ia berkata dengan manja, “Yang Mulia Kaisar, ayo , datang tangkap aku.”
Kang Yong sedang duduk di kursi naga, sambil disuapi anggur oleh gadis cantik, di saat bersamaan, dia pun menarik lengan putih dari gadis berpakaian merah itu. Hanya ditarik sedikit, gadis itu sudah masuk ke dalam pelukannya. Gadis itu pun menunduk seperti orang yang lemah, “Sebal, Yang Mulia Kaisar tidak mau menangkapku, dan malah menarikku ke arah Yang Mulia.”