
,
“Ada lagi, Nyonya, bagusan lain kali anda jangan begitu dekat dengan Selir Zhao lagi. Apakah anda sudah lupa dengan masalah waktu itu? Kalau menurut Lu’er, Selir Zhao itu sengaja berbuat seperti ini. Untung saja Kaisar tahu kebenarannya dan tidak menyalahkan anda.”
Sambil berbicara, Lu’er pun menggigit bibirnya dan melihat kesal ke arah Zhao Yuanran berjalan pergi. Lu’er tidak pernah suka dengan Selir Zhao.
Meskipun Qin Ruojiu tidak mengatakan keluar tentang masalah waktu itu, tetapi dia tahu jelas di dalam hatinya. Namun sekarang, dia hanya berkata dengan datar, “Sudahlah, Lu’er, masalah itu sudah berlalu, tidak usah dibahas lagi. Selir Zhao juga tidak mudah, dia juga sudah kehilangan anaknya. Dia pasti merasa sedih dan terpukul juga.”
Setelah mendengar apa yang dikatakan Qin Ruojiu, Lu’er tetap menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada marah, “Heng, dia itu berhati iblis, dia mau mencelakai Nyonya. Ada lagi, beberapa hari ini saya dengar kasim-kasim di istana berkata kalau Selir Zhao dan Selir Zhen sering berjalan bersama. Nyonya, aku rasa mereka itu pasti bersekongkol untuk mencelakaimu.”
“Kata-kata seperti itu tidak boleh dikatakan sembarangan. Mungkin mereka hanya minum teh dan ngobrol biasa saja.”
__ADS_1
“Tidak mungkin, Selir Zhen itu jelas-jelas orang jahat. Sekarang Selir Zhao juga ikut bersekongkol dengan dia. Mereka pasti tidak puas melihat kekuasaan yang Nyonya dapatkan saat ini, maka dari itu mereka berniat buruk dan berencana untuk mencelakai Nyonya.”
“Lu’er, kata-kata ini kamu cuman boleh bilang sama saya saja. Di luar sana kamu jangan sembarangan bicara seperti ini, kalau tidak kamu akan kena masalah! Istana ini bukan tempat untuk kamu bermain-main seperti ini, kamu harus ingat!” Qin Ruojiu mengulurkan tangannya yang ramping dan langsung menutup mulut Lu’er dengan lembut.
Pada saat itu, tidak jauh dari sana ada dayang-dayang istana yang sedang membawa barang di tangan mereka dan berjalan perlahan ke arah mereka.
Melihat itu, Qin Ruojiu langsung melepaskan mulut Lu’er. Mereka berdua pun berdiri bersama dan melihat ke arah dayang-dayang istana yang berjalan ke arah mereka.
Dayang yang berada di barisan pertama itu pun melihat ke arah Qin Ruojiu dan tersenyum lembut ke arahnya lalu memberi hormat, “Nyonya, baju yang dipesankan Kaisar untukmu sudah selesai kita buat. Mohon Nyonya coba pakai!”
“Cepat sekali!” Melihat itu, Lu’er pun terlihat begitu bersemangat dan langsung menarik Qin Ruojiu untuk berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
“Jangan gegabah ….” Melihat sikap Lu’er yang terlihat seperti anak kecil, Qin Ruojiu pun mengingatkannya dengan lembut.
Pada saat itu, Lu’er mana menghiraukan peringatan darinya lagi. Dia pun langsung berjalan maju dan mengambil baju yang diserahkan oleh dayang istana dan berkata dengan senang, “Dengar-dengar, Kaisar memerintahkan tiga penjahit terbaik di istana untuk menyelesaikan pakaian ini dalam semalam. Bahan dan sulamannya itu semua berkelas tinggi. Menurut aku gaun ini pasti tidak bisa dibandingkan dengan gaun hasil pekerjaan penjahit biasa. Nyonya, ayo cepat coba. Kalau tidak cocok di badan, masih sempat perbaiki.”
Melihat Lu’er yang tampak begitu senang, Qin Ruojiu pun menggelengkan kepalanya. Tidak peduli seberapa pintar dan cerdas pun anak ini, dia memang tetap hanya anak kecil!
Pada saat itu, Qin Ruojiu yang tidak bisa menahan Lu’er pun hanya bisa berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Dalam sekejap mata … Qin Ruojiu pun sudah selesai mengganti pakaiannya dan berjalan keluar.
Pada saat itu, Qin Ruojiu sedang mengenakan gaun berwarna emas dengan sulaman bunga yang besar di atas gaunnya. Roknya dipenuhi dengan sulaman bunga-bunga dan awan keberuntungan di kedua sisi roknya. Di tengah gaunnya ada gambar sembilan ekor burung phoenix berwarna emas yang sedang berterbangan. Gaunnya itu juga dihiasi dengan manik warna warni yang membuat sulaman itu terlihat semakin asli. Bagian lengan bajungan diberi hiasan berwarna emas yang tampak begitu anggun dan mahal.
__ADS_1
Wajah Qin Ruojiu juga terlihat begitu anggun dengan alisnya yang digambar dengan rapi dan matanya yang jernih dan berkelip. Benar-benar tidak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan kecantikannya.
Qin Ruojiu pun sedikit canggung ketika melihat semua orang melihatnya dengan tatapan bengong. Lalu dia memegang tangannya sendiri dan berkata dengan malu, “Kenapa, apa ada yang salah dengan wajahku?”