
Hello! Im an artic!
Saat berikutnya, senyum meremehkan muncul di sudut bibir Leng Bingxin.
Perlahan-lahan Leng Bingxin berjongkok, mengambil belati yang tadi dijatuhkan oleh Zhuo Ying.
Hello! Im an artic!
Mengarahkannya ke leher putihnya sendiri, menggores dengan pelan, sedikit rasa sakit menyebar ke seluruh tubuhnya.
Sedikit kehangatan perlahan-lahan mengalir ke bawah.
Darah itu menyebar seperti bunga yang seketika mekar.
Semua orang menatap Leng Bingxin dengan pucat, sepasang mata Kaisar Zhaolie memicing, jauh di kedalaman matanya memancarkan kebencian yang begitu kuat dan tak terbayangkan.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Bingxin…” Bei Fengchen berlari menghampiri dari sisi tebing, matanya yang hitam itu membelalak dengan ngeri, tanda lotus merah di dahinya bahkan menjadi lebih cemerlang dikarenakan emosinya yang bergejolak.
“Qin Ruojiu, kamu berani!” Kang Yong berteriak padanya dengan nada suara memerintah, matanya itu menatap dengan begitu dingin.
“Caramu itu tidak berguna untukkmu, apa kamu pikir kamu bisa mengancamku seperti yang pernah kamu lakukan sebelumnya?” Leng Bingxin mengabaikan tatapan penuh dengki milik Kang Yong yang seakan mampu membunuh seseorang, sekali lagi Leng Bingxin mendekatkan belati itu ke lehernya, rasa sakit itu terasa semakin jelas, bahkan rambut hitam di pipinya itu juga ikut jatuh karena tertiup hembusan angin.
“Apa menurutmu jika kamu berkata begitu maka aku akan melepaskanmu? Jika kamu berani maka aku akan membunuh semua orang yang memiliki hubungan denganmu!”
Ketika kata-kata itu diucapkan, pupil mata hitam pekat milik Kang Yong menoleh ke arah Liqing yang terus membelakanginya, terdapat kelembutan yang aneh dalam nada bicaranya: “Termasuk orang yang kamu cintai di Negara Beifeng.”
Setelah mendengar ucapan itu, Leng Bingxin mencibir di dalam hatinya. Sebenarnya orang yang dicintainya selalu adalah pria ini, bahkan meski dirinya membenci dan marah padanya, tapi jenis perasaan yang mereka jalin itu masih merupakan cinta yang terlalu kuat untuk bisa diubah. Ya, Leng Bingxin selalu menyukai bajingan Iblis ini.
Leng Bingxin menatap Kang Yong dengan kejam, jika tatapan matanya bisa membunuh orang, maka Kang Yong sudah mati setidaknya 10.000 kali. Ya, Kang Yong tidak akan pernah melepaskannya. Penahanan semacam ini bahkan lebih buruk dibanding kematian, hal ini sudah membuatnya merasa jijik dan juga takut.
Apalagi ketika memikirkan akan masa lalu mereka, masa lalu yang terbungkus dengan ilusi yang begitu indah, tapi sebenarnya itu adalah masa lalu yang kelam.
Leng Bingxin membencinya, itu adalah fakta yang tidak akan pernah bisa berubah untuk selamanya.
__ADS_1
Kebencian terkadang lebih kuat dan bertahan lebih lama dibanding cinta.
Dan juga lebih mudah untuk diingat di dalam hati.
Hanya saja Leng Bingxin akhirnya menyadari, bagaimanapun juga dirinya bertarung, dirinya tetap tidak bisa mengalahkan pria ini. Dia adalah Kaisar, dia adalah putra langit, dirinya hanyalah seorang wanita biasa yang menyedihkan, selama pria itu memberi perintah maka selamanya dirinya akan selalu dibatasi oleh pria ini.
Pria sepertinya selamanya tidak akan pernah memahami hatinya, tidak akan pernah mengikuti perasaannya. Bahkan ketika pria itu melakukan hal yang paling kejam, mengatakan hal yang paling menyakitkan, ekspresinya itu masih begitu dingin dan acuh.
“Kukatakan padamu, masih belum terlambat untuk kembali sekarang.” Saat Kang Yong mengucapkan kalimat ini, wajahnya itu masih dingin dan berwibawa, di saat bersamaan juga terdapat ancaman yang membuat orang lain merasa takut. Tampilan itu adalah tampilan yang sangat familiar bagi Leng Bingxin. Seumu hidup tercetak begitu jelas di dalam pikirannya.
Ketika Kaisar Zhaolie selesai berbicara, dia menatap lekat pada Leng Bingxin, terdapat kegembiraan karena kemenangan di tatapan matanya.
Kang Yong selalu tahu kelemahan hati Leng Bingxin dan juga kebaikannya, jadi dirinya terus-menerus mengancam Leng Bingxin dengan menggunakan nyawa seperti itu.
Bahkan meski dirinya tidak bisa mendapatkan Leng Bingxin, Kang Yong juga ingin Leng Bingxin hidup, dirinya ingin melihat kesedihan dan juga raut menyakitkan gadis itu. Inilah adalah tujuan dari semua tindakan yang dilakukannya. Ya, karena hanya ada wanita seperti Leng Bingxin di dunia ini yang berani melanggar semua keinginannya, Kang Yong ingin menghukumnya.
Tapi Kang Yong lupa bahwa Leng Bingxin yang sekarang sudah bukan lagi dirinya 2 tahun lalu.
__ADS_1
Leng Bingxin telah melalui semua rasa sakit dan penderitaan, Sudah tidak lagi dikendalikan oleh orang lain.