
Hello! Im an artic!
Melihat wanita cantik yang bagai lukisan di hadapannya, kesedihan dan kebencian di tubuhnya itu benar-benar sangat menyedihkan. Tapi apa yang diucapkannya itu benar-benar sangat tidak enak didengar, seolah ingin menggunakan kata-kata kotor itu untuk menjatuhkannya hingga menjadi butiran debu.
Selain merasa sedih, pikiran apa lagi yang bisa dimilikinya? Istana adalah tempat di mana begitu banyak wanita bersaing untuk mendapatkan kasih sayang dari Kaisar, mereka bahkan tidak ragu untuk menjual semua yang mereka miliki. Mungkin, Liqing dulu memang begitu cantik seperti yang pernah dilihatnya di dalam lukisan, matanya itu dipenuhi dengan senyuman yang nakal, sudut bibirnya sedikit terangkat, benar-benar sangat indah, kecantikan yang begitu murni, benar-benar sangat amat cantik. Liqing pada saat itu, hatinya harusnya seindah parasnya.
Hello! Im an artic!
Hanya sayangnya, waktu mengubah segalanya, segalanya sudah berbeda, Liqing yang sekarang seharusnya bukan lagi Liqing yang dicintai oleh Kaisar Zhaolie, dan bukan lagi mimpi tak terjangkau milik Kaisar Zhaolie.
“Apa yang kamu tertawakan?” Ketika Liqing melihat Leng Bingxin tidak membalas dan melawan ketika direndahkan dengan sebegitunya oleh dirinya, sebaliknya Leng Bingixn malah menunjukkan tatapan meremehkan yang penuh makna terhadap dirinya. Jenis tawa seperti itu malah lebih mengganggu dan membuat orang lain merasa tidak nyaman jika dibandingkan dengan bantahannya.
__ADS_1
“Aku tersenyum karena kamu sudah merupakan Selir Mulia sekarang, kamu akan segera menjadi Ibu Negara Kangqing. Kamu harusnya memperlakukan para rakyat dengan toleran dan berhati lapang. Tapi kamu malah mengatakan kalimat seperti ini, jika didengar oleh para rakyat, apa yang akan mereka pikirkan terhadapmu?”
“Kamu……”
Hello! Im an artic!
“Jika tidak ada urusan lain, maka Selir Mulia silakan kembali.”
“Apa kamu berpikir Kaisar pernah datang sekali kemari lalu kamu bisa begitu bangganya? Kalau begitu aku bertanya padamu, apa Kaisar memanjakanmu?” Liqing melipat kedua tangannya, raut wajahnya tegas, menatap lekat pada Leng Bingxin, menampilkan ekspresi ingin Leng Bingxin mengatakan yang sebenarnya padanya.
“Haha, aku tahu bahwa Kaisar bukan orang seperti itu. Bahkan jika kamu mirip dengan wanita yang sudah meninggal itu, tapi Kaisar tidak akan memperlakukanmu sebagai wanita itu, kamu berbeda dari wanita itu, kamu tidak pantas untuk dilihat oleh Kaisar, wanita sepertimu yang menggoda para pria dengan menggunakan kecantikanmu, bahkan jika semua pria di dunia ini menyukaimu, tapi Kaisar Zhaolie tidak mungkin menyukaimu.”
__ADS_1
Melihat senyum sombong di wajah Liqing, Leng Bingxin sudah tidak bisa menahan diri lagi, Leng Bingxin langsung memicingkan matanya dan berkata dengan ekspresi yang tak tertahankan: “Bagus, kamu sangat peduli padanya, sebaiknya kamu mengawasinya agar tidak keluar lagi di tengah malam. ”
“Kamu…” Wajah cantik Liqing membiru karena marah, siapa itu Kaisar? Dia adalah pimpinan dunia, bahkan meski dirinya ingin mengawasi, apa dirinya bisa? Dirinya hanya seorang wanita, hanya salah satu Selirnya belaka, apa mungkin dirinya bisa mengawasi Kaisar? Wanita ini berkata seperti itu, jelas-jelas sedang menertawakannya.
“Kamu benar-benar pelayan yang bermulut tajam, kualifikasi apa yang kamu miliki hingga bisa berkata seperti itu padaku?”
“Jika Selir Mulia merasa aku menyakitimu dengan berkata seperti itu, maka silakan kembali, aku memang selalu suka mengatakan yang sebenarnya.”
“Huh, apa kamu benar-benar berpikir Kaisar datang menemuimu di malam hari satu kali dan kamu merasa begitu bangga? Benar-benar menganggap dirimu itu sebagai penguasa di harem?”
“Itu hanya pemikiranmu saja.” Leng Bingxin mundur selangkah, tatapan matanya menjadi dingin dan tidak ingin berbicara lebih banyak dengannya lagi.
__ADS_1
Liqing sudah sangat marah, langsung melambaikan lengan pakaiannya pada saat itu dan berkata dengan tajam: “Kamu berbicara kasar padaku berkali-kali, sepertinya aku harus memberimu sedikit pelajaran.”
Mendengar ucapan ini, samar-samar terdapat firasat buruk yang muncul di hati Leng Bingxin, apa maksud dari ucapannya? Leng Bingxin mendongak dan melihat sekeliling, seketika dirinya langsung tercengang, di beberapa Liqing sudah muncul dua orang Bibi Istana yang berwajah kejam, mereka menerima perintah Liqing dan berjalan menghampiri Leng Bingxin selangkah demi selangkah.