Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 147 Mood Kamu Hari Ini Tidak Baik Ya


__ADS_3

Walaupun dia tidak bersedia, tapi dia tetap memanggilnya: “Adik!”


Mendengar itu, Zhao Yuanran langsung tersenyum cerah, “Kakak, kenapa mata kamu merah? Tadi kamu menangis?”


Qin Ruojiu tertawa, dia langsung mengelap matanya, “Tidak, tadi hanya kelilipan, bagaimana bisa menangis?”


Zhao Yuanran juga tertawa, “Benar juga, sekarang mana mungkin ada hal yang bisa membuat kamu sedih.”


Qin Ruojiu tidak bicara apa-apa. Dia sekarang merasa semuanya yang ada sekarang sangat tidak nyata, semuanya sedang akting dan saling beradu siapa yang paling hebat. Tapi dia sama sekali tidak mau akting lagi, dia mau kabur dari sini. Mengingat rasa sakitnya barusan, hati dia terasa berat dan mukanya menjadi gelap.


“Kakak, kamu hari ini sangat cantik, rambut kamu juga snagat bagus!” melihat Qin Ruojiu tidak bicara, Zhao Yuanran tidak mau suasana di sini menjadi sangat dingin, jadi dia sengaja mencari topik. Dulu dia juga wanita yang suka murung, tapi setelah mengetahui kaisar tidak menyukai dia yang seperti ini, maka dia bertekad untuk berubah.


Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya. Xiao Huan yang ada di sebelahnya tersenyum, karena penampilan permaisuri hari ini adalah hasil dari usahanya.

__ADS_1


“Kakak, mood kamu hari ini tidak baik ya?” tanya Zhao Yuanran.


Qin Ruojiu tidak menutupinya sama sekali, dia berkata: “Ya, hari ini ada sedikit masalah jadi aku sedikit tidak senang.”


Zhao Yuanran tersenyum, “Kebetulan, aku barusan mau ajak kakak ke halaman belakang untuk melihat-lihat bunga, aku khawatir kakak tidak mau pergi, sekarang hati kamu sedang murung, kalau jalan-jalan di luar pasti akan membaik.”


“Hmm……” Qin Ruojiu sedikit kebingungan, dia memang mau jalan-jalan keluar, tapi dia tidak mau bersama dengan Zhao Yuanran. Sejak hari ini, hati mereka berdua sudah terpisah. Walaupun dia sekarang sangat ramah dengannya, tapi dia merasa mereka berdua ini terpisahkan oleh satu gunung yang tidak bisa dilewati oleh mereka berdua.


“Aku……”


“Permaisuri pergi saja, Xiao Huan akan menemani kamu!”


Xiao Huan masih muda dan suka bermain, melihat selir mulia mengajak permaisuri melihat bunga tanpa maksud jahat, maka dia juga mau ikut menemaninya.

__ADS_1


Sehari-hari Qin Ruojiu memang terlalu menuruti mereka, mereka bilang apa, biasanya Qin Ruojiu tidak akan menolak. Jadi kali ini Qin Ruojiu benar-benar tidak menemukan alasan lain lagi, jadi dia mau tidak mau menganggukkan kepalanya.


Sepanjang perjalanan, Qin Ruojiu dan Zhao Yuanran saling mengobrol dan tertawa, dengan cepat mereka sudah sampai di tempat melihat bunga.


Walaupun sepanjang perjalanan Qin Ruojiu terlihat murung, dia juga tidak begitu mendengar jelas ucapan Zhao Yuanran. Dia masih mengingat urusan dengan Kang Yin tadi, jadi dia sangat merasa bersalah. Tapi saat dia melihat pemandangan yang cantik di depannya ini, kegelisahan dia juga langsung menghilang seketika.


“Kakak, jangan berdiri di sini, kita pergi ke dalam paviliun itu bisa lebih jelas sedikit.”


Setelah bicara, Zhao Yuanran langsung menarik tangan Qin Ruojiu ke arah paviliun.


Paviliun ini berada di tengah kolam teratai, walaupun tidak besar, tapi suasananya sangat tenang.


Bab selanjutnya Bab 148 Posisi Dekat Dengan Danau Sangat Bahaya

__ADS_1


__ADS_2