Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 442 Wanita Yang Berbeda Dengan Kami


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tak bisa dipungkiri, Leng Bingxin mengagumi dan juga merasa bersimpati padanya.


“Nona Ziyue, Yang Mulia Pangeran Mahkota mengumumkan dirimu untuk memasuki aula, lagu serta tarian berikutnya adalah giliran Nona!”


Hello! Im an artic!


Di kejauhan, sudah ada teriakan mendesak dari seorang gadis pelayan. Dua orang yang tadinya masih tenggelam dalam kesedihan yang luar biasa segera mendongak, Ziyue menghapus air mata dari sudut matanya, berpura-pura menyimpan rasa sakit di dalam hati, tersenyum ringan dan berkata: “Aku akan segera datang.”


Saat tiba waktunya, Ziyue dengan hati-hati menyimpan jepit rambut itu di pelukannya, tampilannya itu begitu lembut dan penuh kasih sayang.


Mendongak, untuk pertama kalinya Ziyue menatap Leng Bingxin dengan tatapan mata bersalah dan berkata: “Namamu Nona Leng Bingxin bukan? Maafkan aku karena selalu memanggilmu A’chou, aku berbuat seperit itu hanya karena aku cemburu padamu, kamu adalah wanita satu-satunya wanita di antara wanita lainnya yang bisa membuatku cemburu.”


Setelah Leng Bingxin mendengarnya, dia tersenyum tanpa bisa dijelaskan dan berkata: “Aku tidak mengerti …”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Kamu akan mengerti di kemudian hari. Karena kamu akan menjadi satu-satunya wanita yang berbeda dengan kami di sisi Pangeran.”


“Benarkah? Kupikir juga begitu, lagipula tampilanku memang sangat berbeda dengan kalian!”


Ziyue panik dan bergegas menggenggam tangan Leng Bingxin dan berkata: “Kali ini aku tulus, aku tidak sedang menertawakan penampilanmu. Kamu memberiku perasaan bahwa kamu tidak akan menjadi seperti kami di kemudian hari. Ingatlah, bersikap baiklah pada Pangeran, sebenarnya dia berbuat seperti ini juga dikarenakan memiliki kesulitannya sendiri!”


“Kesulitan …” Kesulitan apa?


Dia tidak mengerti mengapa seorang pria bisa begitu tidak bermoral hanya demi tahta dan kekuasaan? Apa dunia ini baru bisa didapatkan dengan mengorbankan para wanita?


Para wanita cantik di sisinya, semuanya menemani para Jendral dan juga Pangeran lainnya, terlihat membuat iri banyak orang di dunia, tapi sebenarnya mereka tidak bisa membebaskan diri dari nasib tragis mereka, berapa banyak orang yang paham akan hal itu?


Pria-pria ini menipu hati wanita yang begitu transparan dan rapuh seperti kaca, tujuan utamanya adalah untuk memanfaatkan dan membuang mereka, setelah para wanita membantunya untuk mencapai segalanya dan berhasil, saat para pria merayakannya dengan bersulang, apa mereka akan mengingat berapa banyak wanita yang sudah memberikan segalanya untuk mereka dengan tulus, berapa banyak air mata dan darah yang mereka tumpahkan ketika mereka menjalani semuanya di sepanjang jalan?

__ADS_1


Leng Bingxin sangat membencinya, dirinya telah melihat begitu banyak keburukan di dunia setelah hatinya terluka.


Baginya, pria tidak akan bisa membuatnya merasa sakit, sedih dan juga meneteskan air mata.


Tapi pada saat ini, ketika memikirkan kembali luka yang pernah dideritanya, hati Leng Bingxin tanpa sadar merasa sakit.


Ziyue memasuki aula di bawah dukungan sekelompok dayang, ketika menginjak pintu aula, Leng Bingxin menatapnya tanpa daya, terdapat air mata di wajah kecilnya yang lembut, pupil mata yang berkaca-kaca itu dipenuhi dengan kerapuhan, sudah seperti seorang anak kecil yang terluka.


Leng Bingxin memejamkan matanya dengan lemah, seolah-olah dia bisa mendengar panggilan Ziyue, itu adalah perasaan tidak berdaya yang didorong ke dalam lubang api.


Leng Bingxin sangat ingin menyelamatkannya, ingin pergi dengan membawa wanita yang lugu tapi sangat gigih ini.


Tapi ketika baru saja melangkah, detik berikutnya, Leng Bingxin tiba-tiba merasakan tubuhnya menjadi ringan dan jatuh ke dalam sebuah pelukan yang hangat, bercampur dengan aroma samar tumbuhan, sebuah lengan ramping dan kuat memeluk pinggangnya dengan erat…


Tidak hanya tubuhnya saja tapi tangannya juga digenggam oleh telapak tangan yang hangat, udara hangat mengalir dari telapak kakinya menuju jantungnya.

__ADS_1


Leng Bingxin sedikit mendongak, bertemu dengan paras tampan yang tak tertandingi, dengan garis-garis merah menyala yang ada di antara alisnya, sepasang mata itu seperti kristal yang terbenam dalam air, sudut matanya sedikit terangkat, pupilnya tampak menawan dan murni dengan bentuk mata yang menggoda yang terpaku menjadi sebuah pemandangan yang indah, bibir yang tipis itu sepucat air.


__ADS_2