Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 310 Aku Hanya Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal Padamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ya, sejak kejadian itu, Qin Ruojiu sudah lama tidak melihatnya. Mengangkat tatapannya, sosok putih itu terlihat di depan matanya seperti yang sudah diharapkan. Ya, masih memakai pakaian berwarna putih, bersih dan bebas dari debu, berkbar sudah seperti kabut dan angin. Tapi belakangan ini tampaknya menjadi sedikit lebih kurus, langkahnya ketika berjalan masih begitu elegan, tapi terlihat jejak kesepian di antara gerakannya.


Melihatnya, hati Qin Ruojiu merasa sedikit tidak tega, diam-diam bertanya-tanya apa dia menjalani hidup dengan tidak baik? Mengapa ketika bertemu dengannya kali ini dia terlihat begitu menyedihkan? Menyingkirkan keraguan yang tidak seharusnya dipikirkan olehnya, Qin Ruojiu hanya bisa mengulas senyuman yang dipaksakan.


Hello! Im an artic!


Melihat senyum Qin Ruojiu, Kang Yin yang berjalan menghampiri dari kejauhan sedikit terpaku. Setelah itu, dia juga ikut tersenyum. Hanya saja ada sentuhan kepahitan dan kegetiran yang tidak bisa diungkapkan pada orang lain dalam senyumnya itu. Di saat bersamaan dia bertanya singkat: “Ratu, bagaimana kondisimu belakangan ini?”


Qin Ruojiu mendengar panggilannya yang asing, tatapan matanya sedikit tertegun, kemudian Qin Ruojiu berdiri dan menyambutnya dengan senyuman: “Terima kasih atas perhatianmu, aku baik-baik saja.”


Mendengarkan Qin Ruojiu menyelesaikan ucapannya, Kang Yin menatap langsung ke mata Qin Ruojiu, tapi dirinya tanpa sadar malah memalingkan tatapannya. Kecanggungan itu, ketidaknyamanan itu, meskipun tanpa kata-kata, tapi keduanya bisa saling memahami.

__ADS_1


Kalimat sapaan sopan penuh kepura-puraan itu, membuat keduanya terdiam satu sama lain untuk beberapa saat.


Hello! Im an artic!


Detik berikutnya, Qin Ruojiu suadh tidak bisa menahannya lagi dan mengangkat kepalanya lebih dulu. Sepasang mata dengan sentuhan perhatian yang samar, dan juga kesedihan yang tak berujung itu langsung dilayangkan ke wajah Kang Yin.


Kang Yin di bawah cahaya matahari, memiliki fitur wajah yang begitu sempurna, tampan dan anggun, bibir tipis yang begitu indah, sepasang mata hitam yang dalam itu seperti langit malam bertabur bintang yang bersinar, merupakan semacam warna hitam yang begitu jernih.


Sinar matahari menyinari bulu matanya yang hitam legam, cahaya samar itu memberi warna yang harmonis pada matanya.


“Pangeran ke-9, Lu’er adalah orang sendiri, hubungan kita juga merupakan hubungan ipar, jika kamu memiliki sesuatu yang ingin dikatakan maka bisa katakan secara langsung!” Qin Ruojiu yang sudah tidak ingin berpura-pura seperti ini, memasang senyum lembut di wajahnya kemudian mengucapkan kata-kata di dalam hatinya dengan lugas.


Di wajah tampan Kang Yin, pertama-tama terlintas rasa tidak nyaman, dia tidak berbicara, tapi setelah beberapa saat, senyum samar malah muncul di sudut bibirnya.

__ADS_1


Mata Qin Ruojiu membelalak karena terkejut, untuk beberapa saat tidak mengerti makna dari tindakannya ini.


“Ruojiu, memang masih tetap tidak bisa menyembunyikannya darimu, sebenarnya juga bukan masalah besar, aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal padamu!” Setelah perkataan itu diucapkan, Kang Yin kembali tersenyum samar, ada sedikit rasa mencela dirinya sendiri dalam senyumnya itu, dan juga ada beberapa keengganan, pada akhirnya menjadi begitu kesepian dan tenang.


“Mengucapkan selamat tinggal?” Qin Ruojiu tertegun, di saat bersamaan membelalakkan matanya bersama Lu’er yang ada di sampingnya, Qin Ruojiu mengambil langkah mundur dengan tidak percaya.


“Ya!” Kang Yin mengangguk pelan, wajah tampannya itu benar-benar tak terlukiskan.


“Apa kamu akan pergi?” Qin Ruojiu bergegas berjalan ke sampingnya, membuat dirinya lebih dekat dengan Kang Yin, mencoba untuk mendengar dengan lebih jelas.


Lu’er juga merasa terkejut saat mendengar ucapan itu, bergegas mengikuti maju ke depan lalu bertanya: “Hah? Pangeran ke-9 akan meninggalkan Istana?”


Kang Yin pertama-tama menatap pada Lu’er yang tidak percaya, lalu menatap Qin Ruojiu, pada akhirnya mengangguk dengan tegas: “Ya, aku berencana untuk meninggalkan Istana tanggal 15 bulan depan!”

__ADS_1


“Kamu akan pergi dalam sebulan lagi?” Qin Ruojiu berseru, ada gelombang besar yang menhantam hatinya, Qin Ruojiu juga merasa sedikit tidak rela.


__ADS_2