Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 81 Kalau Begitu Biar Aku Juga Mendengarmu Bermain Musik


__ADS_3

“Tidak mengerti maksud pembicaraanku? Kamu ini benar-benar tidak ngerti atau pura-pura tidak mengerti?” Kaisar Zhaolie pun langsung menahan tangan Qin Ruojiu dengan erat dan melihatnya dengan tatapan tajam.


Qin Ruojiu pun berusaha untuk melepaskan tangannya, tetapi walau ia sudah mencoba berkali-kali, ia tetap tidak berhasil. Dia pun mengerutkan keningnya dan berkata, “Kaisar, sebenarnya apa maksudmu?”


Kaisar Zhaolie pun menyipitkan matanya dan melihatnya dengan kesal, “Apa? Sudah menggoda Pangeran ke-9 sampai begitu tergila-gila denganmu, sekarang kamu masih mau pura-pura tidak tahu apa-apa di depanku?”


Setelah mendengar apa yang dikatakan Kaisar, Qin Ruojiu pun langsung marah dan berkata, “Kaisar, aku tidak pernah menggoda Pangeran ke-9. Kalau perkataanmu itu benar, mana buktinya?”


“Heng, masih perlu bukti? Apa semua yang terjadi hari ini masih belum cukup? Dasar wanita pembuat masalah. Kenapa,?sudah terlalu lama sendirian? Sudah tidak tahan ya?” Selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun melihatnya dengan tatapan sinis dari atas sampai bawah.


Qin Ruojiu pun marah dan berkata, “Kaisar, aku hanya memainkan musik dan mengerti musik yang dimainkan Pangeran ke-9. Aku tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak, mohon lepaskan aku!”


Qin Ruojiu pun terlihat kesal sampai menggigit bibirnya setelah selesai bicara. Genggaman tangan Kaisar Zhaolie menjadi semakin erat.

__ADS_1


Kaisar Zhaolie pun melihatnya dengan marah dan berkata, “Benarkah? Kalau begitu biarkan aku juga dengar kamu memainkan musik!”


Qin Ruojiu benar-benar tidak menyangka Kaisar Zhaolie akan meminta permintaan seperti ini. Qin Ruojiu pun melihatnya dengan tatapan marah, “Mohon Kaisar jangan marah lagi. Hari ini aku sangat lelah, aku pasti tidak bisa memainkan musik sesuai dengan yang Kaisar mau. Kalau Kaisar benar-benar ingin mendengarnya, mohon datang lagi besok!”


Kaisar Zhaolie tentu saja marah saat mendengar apa yang dikatakan Qin Ruojiu. Benar, dia benci ditolak oleh Qin Ruojiu seperti ini. Dia benci dengan tatapan mata Qin Ruojiu yang menjengkelkan itu. Berani-beraninya wanita ini berperilaku seperti ini padanya, wanita ini benar-benar cari mati.


Tanpa dia sadari, genggaman tangannya itu pun menjadi semakin erat. Pada saat ini Qin Ruojiu tidak melawan ,tetapi menunjukkan tatapan mata yang kesakitan dan berusaha untuk menahan.


“Orang murahan, kamu berani menolak Kaisar?”


“Kamu mau melawan seorang Kaisar? Dasar wanita rendahan, menggoda laki-laki lain saja sudah cukup, sekarang masih berani berbuat seperti ini padaku! Heng, aku akan memberimu pelajaran!”


Qin Ruojiu pun tertawa dingin dan melihatnya lalu berkata, “Kamu bunuh saja aku, aku lebih memilih mati daripada disentuh oleh iblis sepertimu!”

__ADS_1


Benarkah? Ia lebih memilih mati daripada disentuh olehnya? Heh, kalau wanita ini tidak ingin disentuh olehnya, Ia malah semakin ingin menyentuhnya. Wanita ini benar-benar cari mati, dia harus menyiksanya sampai minta ampun. Gara-gara keberadaan wanita ini, dia tidak bisa hidup bahagia bersama dengan wanita yang dia cintai.


Berpikir sampai ke sana, Kaisar Zhaolie pun menunjukkan senyuman dingin dan mengarahkan tubuh ke arah Qin Ruojiu.


Qin Ruojiu pun memejamkan matanya dengan perasaan kesal. Di saat Kaisar Zhaolie mencium lehernya, seluruh bulu kuduk Qin Ruojiu berdiri. Ada penolakan yang sangat besar di dalam hatinya.


Dia tidak bisa menahannya lagi dan secara natural, ia merasa mual dan wajahnya tampak pucat, keringat dingin mulai bercucuran.


Setelah mendengar suara Qin Ruojiu yang ingin muntah, Kaisar Zhaolie pun merasa kehormatannya sebagai seorang laki-laki baru saja diinjak-injak oleh wanita ini. Dia merasa seolah mendapat sebuah tamparan yang keras. Dia merasa kesal dan ingin langsung membunuh wanita yang ada di depannya ini.


“Kamu mau cari mati! Berani-beraninya kamu merasa jijik! Kamu ini cari mati?”


Selesai bicara, Kangyong pun beranjak berdiri , Dia ingin melihat ekspresi wajah wanita itu dengan jelas.

__ADS_1


Qin Ruojiu pun melihat ke arahnya dengan tatapan acuh tak acuh tanpa rasa takut sama sekali. Mungkin karena ini adalah waktu yang sudah ditunggu-tunggu oleh Qin Ruojiu.


__ADS_2