
Hello! Im an artic!
Wanita ini … ketika berhadapan dengan kematian, dia juga menolak untuk menyerah dan memohon padanya, bahkan meski mati pun, apa dia akan bersikap begitu dingin?
Apa Qin Ruojiu sengaja ingin memaksanya untuk membunuhnya? Akankah kematian Qin Ruojiu akan membuat dirinya menderita seumur hidup?
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie tidak bisa berpikir lagi, dia dengan kasar mencabut pedang yang mengarah di leher Qin Ruojiu, suara “klangg— ” terdengar, pedang itu terjatuh ke lantai.
Kaisar Zhaolie berbalik dengan marah, melihat potret wanita di lantai dengan noda darah, ada rasa sakit yang berdenyut di jantungnya.
Tidak tahu apa dirinya sakit hati karena potret Liqing dirusak dengan begitu kejam, atau karena alasan lainnya.
Ya, Kasiar Zhaolie mulai membenci dirinya sendiri, membenci dirinya sendiri karena begitu tidak berguna, dirinya ternyata tidak bisa membunuh wanita ini.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Sejak kecil hingga dewasa, tidak ada yang berani bersikap seperti ini padanya, bahkan tidak ada yang berani berbicara padanya seperti ini.
Hanya wanita ini saja yang berkali-kali mengancamnya dengan nyawanya sendiri, dan dirinya malah tetap tidak bisa bersikap kejam. Dalam kehidupan ini, otoritasnya sebagai seorang Kaisar merupakan yang tertinggi, dan yang paling dibencinya adalah ancaman, terutama adalah ancaman wanita.
Kematian yang sudah ditunggu begitu lama oleh Qin Ruojiu, pada akhirnya tidak terjadi.
Tidak ada jejak kebahagiaan di hatinya, sebaliknya malah kesedihan tak berujung yang menyambutnya.
Membuka matanya, wajah pucat itu sudah serapuh kertas, seolah-olah angin yang berhembus pelan saja bisa membuatnya retak.
Meski hanya ada luka gores kecil di leher putihnya, tapi darah merahnya itu mengalir deras. Para pelayan Istana dan Kasim yang ada di samping sangat terkejut, semuanya menciut, mereka berdiri di posisi terjauh dari Kaisar Zhaolie.
Qin Ruojiu mengabaikan lukanya, matanya yang hitam itu seperti es, menatap terpaku pada punggung tinggi tapi dingin itu, senyum yang sangat dingin muncul di sudut bibirnya: “Kaisar, kenapa sudah seperti ini Kaisar malah berbaik hati? Apa karena memikirkan hubungan di masa lalu … ”
__ADS_1
Setelah Kaisar Zhaolie mendengar ucapan itu, dia tiba-tiba berbalik dengan tatapan mata yang tajam dan suram, raut wajahnya berubah tiba-tiba, dia berkata dengan suara dingin: “Ya, aku tidak ingin membunuhmu karena aku memandang Liqing. Tidak membunuhmu karena Liqing tidak suka melihat darah, dia tidak suka melihat sisi kejamku.” Begitu perkataan itu selesai diucapkan, Kaisar Zhaolie menyibakkan lengan pakaiannya dan dengan dingin menatap Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu kembali tersenyum getir, air mata mengalir dari matanya: “Kalau begitu aku benar-benar harus berterima kasih pada Putri Liqing atas kebaikannya yang begitu besar.”
“Apa kamu benar-benar tahu berterima kasih? Jika kamu tahu, maka lain kali jangan lagi melakukan hal yang mengecewakanku!”
“Jika Kaisar masih berpikir aku yang merusak potret Putri Liqing, aku yang mengutuknya, maka Kaisar bisa membunuhku setelah menyimpan potret Putri Liqing itu!” Berbicara sampai di sini, mulut Qin Ruojiu sudah terdapat sedikit noda darah, ada semacam perasaan jantungnya dipukul dengan sangat keras, karena Liqing menempati posisi seperti itu di dalam hati Kaisar Zhaolie, maka apa artinya dirinya hidup? Bahkan jika mati pun, Qin Ruojiu ingin mati dengan bermartabat.
Bagaimanapun Qin Ruojiu benar-benar tidak bisa menerima jika dirinya tetap hidup dengan dibatasi oleh potret itu.
Ketika Kaisar Zhaolie kembali mendengar Qin Ruojiu menyebutkan kata kematian, hatinya sangat marah, matanya memicing, terdapat sentuhan kekejaman yang muncul di matanya: “Apa kamu benar-benar berpikir aku benar-benar tidak tega untuk membunuhmu?”
“Kaisar boleh membunuh siapa pun, aku yang tidak ingin hidup, tidak ingin hidup dalam fitnah. Bahkan jika mati, bahkan jika akan terperangkap di dalam neraka, aku juga ingin mati dengan jelas!”
Mengatakan sampai di sana, ekspresi Qin Ruojiu sudah sangat marah, darah di leher putihnya itu mengalir semakin deras, tapi Qin Ruojiu tidak merasakan sakit sama sekali, selain kejengkelan dan kemarahan, sama sekali tidak ada perasaan lain.
__ADS_1
“Kamu…” Kaisar Zhaolie sangat marah hingga matanya memerah, dirinya ingin mengatakan sesuatu, tapi dia malah melihat darah di leher putih Qin Ruojiu mengalir semakin cepat, tampilannya yang begitu pucat itu menjadi semakin tidak enak dilihat. Saat itu, hatinya tergerak tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa.