Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 732 Orang Yang Disukai, Berada Jauh Di Sana


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Jarang sekali Pangeran Liang bisa begitu senang, besok aku pasti akan menemanimu.” She Jingtian menjawab sambil tersenyum samar, tatapan matanya terlihat ceria.


“Baiklah, besok ajak juga si belalang kecil dan Wushuang, kita akan berperahu di danau.”


Hello! Im an artic!


“Wushuang…”


“Kenapa?”


“Tidak apa-apa.” She Jingtian tersenyum, ada kegetiran yang sekilas terlihat di bibirnya.


__ADS_1


Hello! Im an artic!


Danau Yingyue di Kota Wuyou terkenal karena pemandangannya yang indah.


Pagi-pagi sekali, Ye Wushuang, Shangguan Min’er, Pangeran Liang dan juga She Jingtian, mereka berempat pergi bermain ke Danau Yingyue tanpa membawa rombongan.


Awal bulan Mei, daerah sekitar Danau Yingyue dipenuhi dengan vitalitas dan juga pemandangan yang indah.


Di kejauhan, bunga-bunga gardenia putih di sepanjang danau bermekaran di bawah hamparan hijau, aroma harum bunga menyerbak seiring dengan hembusan angin, aroma itu tentu saja terasa menyegarkan, aroma itu menyerbak tidak membedakan siang dan malam, membuat orang lain merasa penghuni tempat ini benar-benar sangat bahagia, bahkan ketika bermimpi pun juga merupakan mimpi yang sangat indah.


Gugusan bunga musim semi yang terhampar di tepi danau yang menghadap ke arah barat sudah seperti rambut indah seorang wanita cantik, bergoyang-goyang di dalam air danau, membuat orang-orang merasa sangat terharu. Tentu saja yang paling memikat adalah bunga teratai putih nan cantik yang berada di tengah danau.


Pangeran Liang melambaikan lengan pakaiannya, menyewa perahu yang megah dari pemilik perahu, berteriak pada semua orang untuk menaiki perahu menuju ke pusat danau yang paling indah.


“Kak Wushuang, kenapa ada begitu banyak perahu indah? Berwarna-warni, benar-benar sangat cantik.” Shangguan Min’er dan Ye Wushuang sedang duduk di atas perahu berwarna ungu, keduanya sedang memandangi pemandangan indah di sekitar dan juga perahu lain serta orang-orang yang melewati perahu mereka.

__ADS_1


Ye Wushuang menjawab sambil tersenyum tipis: “Tentu saja, pemandangan di sini sangat bagus, udaranya juga bagus, banyak orang yang datang ke sini untuk bermain.”


“Memang baik jika Paman Zhongrong datang kemari, Paman She tidak pernah mengajakku keluar untuk bermain.”


“Kalau begitu bersenang-senanglah.” Melihat Min’er mengerucutkan bibir kecilnya, Ye Wushuang dengan lembut membelai kepalanya dengan ekspresi penuh kasih.


Saat ini, sebuah perahu berwarna hijau melaju melewati sisi perahu mereka, di dalam terdengar suara seorang pria anggun yang sedang melantunkan puisi, puisi itu tidak terdengar dengan jelas, tapi suara pria itu sangat enak didengar, membuat para gadis yang berada di perahu lain langsung mengulurkan kepala mereka.


Ye Wushuang tanpa sadar berpikir, orang-orang di jaman kuno dan para penyair, mereka semua suka bertemu dengan para wanita cantik di sini. Seketika Ye Wushuang juga berbisik pelan: “Alang-alang dan semak tampak begitu hijau, embun putih berubah menjadi embun beku. Orang yang disukai, berada jauh di sana.


Aku pergi ke sungai untuk mencarinya, tapi jalannya begitu sulit dan panjang; aku pergi ke sungai untuk mencarinya, dia ternyata berada di tengah air. Alang-alang dan semak begitu rimbun, embun putih itu masih belum mengering. Orang yang disukai, berada jauh di sana.


Aku pergi ke sungai untuk mencarinya, tapi jalannya begitu sulit dan terjal; aku pergi ke sungai untuk mencarinya, dia ternyata berada di pulau kecil di tengah-tengah air. Alang-alang dan semak begitu berlimpah, embun putih masih belum menghilang. Orang yang disukai, berada di tepi sungai. Aku pergi ke sungai untuk mencarinya, tapi jalannya begitu sulit dan berbelok ke kanan; aku pergi ke sungai untuk mencarinya, dia ternyata berada di pulau di tengah-tengah air… ”


Setelah Ye Wushuang selesai mengucapkannya, entah sejak kapan matanya sudah diselimuti oleh kabut… Mengapa perasaan wanita dalam puisi itu sama dengannya sekarang? Orang yang dirindukan terlihat di depan mata, tapi tidak bisa ditemukan setelah mencari kemana-mana.

__ADS_1


Melihat danau yang tenang dan jernih, hatinya menjadi getir, tetapi yang terdengar di telinganya adalah suara tepuk tangan yang meriah.


Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan heran dan melihat sisi berlawanan perahu, entah sejak kapan ada seorang pemuda berpakaian putih yang berdiri di sana. Pemuda itu terlihat tampan, rambutnya hitam lebat, sepasang matanya menatap lekat ke arah Ye Wushuang: “Nona benar-benar sangat berbakat dalam sastra, alang-alang dan semak tampak begitu hijau, embun putih berubah menjadi embun beku. Orang yang disukai, berada jauh di sana. Kalimat itu benar-benar sangat bagus.”


__ADS_2