
Hello! Im an artic!
Setelah mendengarkan ucapan itu, Ji Xingfeng sedikit mengangkat alisnya lalu berkata sambil tersenyum samar: “Kurasa kamu bukanlah menyesal, tapi kamu jatuh cinta padanya.”
Perasaan sebenarnya di dalam hatinya disinggung oleh Ji Xingfeng, Su Qianhua langsung menundukkan tatapannya, momentumnya sedikit berkurang, setelah sekian lama, Su Qianhua mengangkat matanya dan tersenyum pahit lalu berkata dengan raut wajah tenang: “Ya, aku akui bahwa perasaanku untuk Nona Ye memang berbeda dengan wanita lainnya. Aku menyukainya, tapi, maaf atas kelancanganku, bukankah dia juga memiliki tempat di hati Pangeran?”
Hello! Im an artic!
Ji Xingfeng tidak menduga Su Qianhua akan mengucapkan kata-kata seperti itu, mata hitam yang acuh itu memancarkan cahaya dingin yang menakutkan di malam yang gelap. Kegelapan mengelilinginya, membuatnya semakin memancarkan aura yang lebih suram.
“Su Qianhua!” Ji Xingfeng berteriak marah, memberi isyarat padanya untuk menjaga sikapnya.
Tapi Su Qianhua bagaikan sudah bertekad, dirinya sama sekali tidak menghindar dan menatap langsung pada Ji Xingfeng: “Pangeran, bahkan jika Pangeran pernah dilukai oleh cinta, tapi Pangeran tetap tidak bisa menutupi perasaan yang paling murni itu.”
__ADS_1
“Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?”
Hello! Im an artic!
“Aku tidak ingin berkata apa-apa, aku hanya ingin memberitahu Pangeran bahwa sejak Pangeran menghadang pedang untuknya, sejak Pangeran mempertaruhkan nyawa Pangeran hari ini untuk memintaku membawanya keluar dari bahaya, hatiku tahu bahwa wanita ini menempati posisi di dalam hati Pangeran.”
“Itu karena dia adalah bidak terakhir di tanganku. Aku tidak bisa melihatnya hancur begitu saja!”
“Benarkah? Lalu apa alasan Pangeran berjaga sepanjang malam dan mengkhawatirkannya sepanjang malam?”
Tidak, dirinya tidak rela… pengkhianatan seorang wanita benar-benar sangat menyakitkan, dirinya tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi.
Jadi, Ji Xingfeng mengangkat kepalanya dengan remeh, tatapan matanya sangat dingin, dia lalu berkata dengan emosi yang menghina: “Qianhua, bahkan jika demikian, lalu memangnya kenapa?”
__ADS_1
“Pangeran mengerti bagaimana perasaan Pangeran terhadapnya, lalu apa Pangeran masih ingin mengirimnya ke mulut harimau?” Su Qianhua menatap Ji Xingfeng, dirinya memiliki keinginan untuk membunuh.
“Dia adalah bidak di rencanaku, bidak tentu saja harus menjalani tugasnya sebagai bidak.”
“Kamu……”
“Su Qianhua, aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Tapi kuberitahu padamu, itu tidak mungkin. Dia harus memasuki Istana, dia harus memberi pukulan yang fatal pada Zhao Xueyan. Dengan demikian maka dia tidak akan mengecewakanku karena aku sudah menyelamatan nyawanya.”
Melihat kemarahan di alisnya yang berkerut serta cahaya dingin di matanya, meskipun hati Su Qianhua merasa sedih tapi akhirnya dirinya berkata membujuk: “Ada begitu banyak cara untuk membalas dendam, Pangeran tidak harus memilih cara yang satu ini.”
“Tidak, Qianhua, kamu salah, kelemahan hatiku terhadap wanita di masa lalu menjadikanku seperti sekarang ini. Aku lebih memahami wanita dibanding dirimu, selama memiliki kekuasaan dan kekayaan, mereka baru akan bersikap tulus padamu. Jika tidak, maka mereka akan ratusan kali jauh lebih kejam dibanding dirimu, mereka akan menyakiti dan melukaimu.” Zhao Xueyan menyakitinya dengan sangat dalam, seumur hidupnya, Ji Xingfeng tidak lagi bersedia untuk percaya pada wanita. Baginya, ketulusan hati hanyalah lelucon paling konyol di dunia ini.
“Nona Ye bukan orang seperti itu.” Kata Su Qianhua dengan yakin.
__ADS_1
“Benarkah? Aku memiliki keputusanku sendiri. Wanita ini adalah kartu truf terakhir di tangan kita. Kamu tidak bisa menghentikannya.”
Mendengarkan kata-kata dinginnya, Su Qianhua tahu bahwa tidak ada gunanya berkata lebih banyak. Su Qianhua hanya menatap Ji Xingfeng dengan tatapan dingin: “Karena kamu telah memutuskan, aku tahu bahwa aku tidak bisa mengubah apapun. Tapi aku hanya ingin menasihati Pangeran, begitu kebencian bertumbuh maka hal itu akan semakin merajarela, pada akhirnya jangan sampai membuat diri sendiri tergigit.”