
Hello! Im an artic!
Saat itu juga Min’er bertanya dengan ragu: “Benarkah?”
“Apa mungkin aku membohongimu?”
Hello! Im an artic!
“Baiklah, kamu harus mengajariku.” Sekarang gadis kecil ini menatapnya dengan ekspresi lekat, dia sepertinya takut Ye Wushuang akan menarik kembali ucapannya.
“Tidak masalah untuk mengajarimu, tapi kamu harus makan lebih dulu.”
Setelah selesai berbicara, Ye Wushuang lalu menyerahkan buah pir yang sudah dikupas itu pada Min’er.
Meski sang gadis kecil itu masih sedikit melawan, tapi pada akhirnya dia tetap menerimanya.
Hello! Im an artic!
Tidak butuh waktu lama, buah itu hanya tersisa intinya saja. Manusia akan merasa mati rasa jika tidak makan terus menerus dan kelaparan, tapi begitu memakan sedikit maka akan terasa kenyang dan juga merasa sangat tidak nyaman.
__ADS_1
Setelah gadis kecil itu memakan buah pir, perutnya menjadi semakin tidak nyaman, Ye Wushuang bergegas mengambil kesempatan itu untuk membawakan sarapan yang masih panas. Shangguan Min’er yang sudah tidak bisa menahan rasa laparnya itu sudah tidak lagi memperhatikan sopan santun seorang wanita, pada saat itu juga dia langsung melahap makanan itu dengan ganas.
Tapi untuk mencegah Ye Wushuang tidak melihat tampilannya yang memalukan, Min’er sudah mengusir Ye Wushuang keluar dari pintu sebelum dirinya mulai makan.
Selama Min’er bisa makan, tidak masalah jika dirinya keluar. Bibi Hua yang lewat bertanya dengan gembira: “Apa Nona pada akhirnya mau makan?”
Ye Wushuang mengangguk dan berkata: “Ya, dia sedang makan.”
Bibi Hua menghela nafas lega dan berkata: “Aku benar-benar takut Nona tidak mau makan atau minum, benar-benar membuatku sangat takut.”
“Bagaimanapun juga dia adalah anak kecil, seberapa marah dirinya, itu juga tidak akan bertahan terlalu lama.”
Ye Wushuang mengulas senyum di bibirnya, tatapan matanya datar: “Sebenarnya itu juga tidak sulit, Nona Min’er bukannya tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, tapi dia hanya belum menemukan cara yang benar.”
“Ya, ya, aku melihat Nona Min’er tumbuh besar, dia itu sangat baik.”
“Baiklah Bibi Hua, Bibi tidak perlu mengkhawatirkan Nona Min’er, Bibi bisa beristirahat setelah mengurus semuanya. Aku yang akan mengurus sisanya.”
“Ya, merepotkanmu kalau begitu.”
__ADS_1
…
Beberapa hari berikutnya, Ye Wushuang dan Shangguan Min’er rukun satu sama lain, mereka berinteraksi dengan damai.
Selain mengantarkan makanan 3 kali sehari untuk Min’er, sesekali Ye Wushuang juga menemaninya, meski gadis kecil itu masih mengabaikannya dan tidak mau repot-repot untuk berbicara dengannya, tapi perang dingin seperti ini jauh lebih baik dibandingkan pertarungan besar beberapa waktu lalu.
Yang paling penting adalah gadis kecil ini tidak lagi mengancam orang lain dengan mogok makan. Mungkin karena sudah merasakan rasa tidak nyaman karena tidak makan hari itu, jadinya gadis kecil ini tidak lagi menyiksa dirinya sendiri.
Hari ini, setelah makan siang.
Shangguan Min’er bermain dengan patung tanah liat berwarna-warni sendirian di dalam kamarnya, berbicara sendiri dari waktu ke waktu, setiap patung tanah liat yang dimainkan di tangannya itu memiliki nama, sesekali dia memanggil nama mereka dengan lembut. Tatapan mata kesepian dan sedih itu seakan sedang menanti respon patung-patung itu.
Min’er adalah orang yang begitu kesepian, tidak ada teman, tidak ada teman bermain, bahkan dia lebih rela berbicara dengan patung tanah liat ini dibanding berbicara pada Ye Wushuang.
Ye Wushuang tahu dirinya masih belum membuka hati kesepian anak ini, diam-diam Ye Wushuang mendengarkan kata-kata gadis kecil itu, di saat bersamaan Ye Wushuang juga mencari dupa dan mulai membakar dupa.
Cuaca terlalu panas, terlalu banyak nyamuk dan semut, aroma dupa ini dapat menjaga keharuman di dalam ruangan dan juga bisa mengusir hal-hal yang mengganggu tersebut.
Saat ini, She Jingtian datang kemari dengan diikuti oleh seorang pria berambut abu-abu berusia 60 tahunan, pria itu mengenakan jubah biru dengan pola sulaman berwarna abu kecoklatan, meskipun wajahnya itu sudah dipenuhi dengan keriput, tapi masih tidak bisa menyembunyikan sepasang matanya yang terlihat cerdas.
__ADS_1
Ye Wushuang pernah bertemu dengan pria tua itu 1 kali secara tidak sengaja, mendengar Bibi Hua berkata bahwa pria itu adalah pengurus lama Kastil Wuyou ini, namanya adalah Paman Long. Pada waktu itu orang ini membuat kontribusi besar ketika Tuan Penguasa Kota menguasai Kota Wuyou ini, sekarang dia memiliki kepercayaan penuh She Jingtian.