Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 75 Dia Seperti Teman Dekatku


__ADS_3

Kang Yin pun menoleh dan melihat ke arah suara itu. Dia pun melihat Kaisar yang mengenakan jubah hitam dan sepatu emasnya, berjalan ke arahnya.


Kang Yin terlihat tidak begitu senang, lalu dia tetap menyambutnya, “Kaisar, kamu datang!”


“Ya!” Kang Yong menganggukkan kepalanya dan melihat dalam ke arah Kang Yin.


Sudah hampir sebulan ia tidak berjumpa dengannya, kelihatannya, Pangeran ke-9 ini tampak semakin sedih. Kaisar Zhaolie merasa sedih di dalam hatinya karena dia tidak dapat membantu apa-apa. Benar, dia memang kurang perhatian pada adiknya, tetapi adiknya ini juga tidak begitu bisa bergaul dengan orang asing. Oleh karena itu, Kang Yin selalu merasa kesepian dan selalu sendirian. Kaisar Kang Yong pun merasa sedih setiap kali melihat adiknya yang kesepian ini.


“Kakak, kamu mau pergi ke mana?” Dia tahu kakaknya tidak sering datang ke sini. Hari ini pasti ada tujuan yang penting sampai mengharuskannya datang sendiri ke mari. Karena sudah lama tidak bertemu, ada banyak hal yang ingin ia katakan pada kakaknya ini. Tetapi ketika melihat kakaknya itu sedikit tergesa-gesa, dia pun memprediksikan sepertinya ada masalah besar yang terjadi. Dia pun tidak jadi menyampaikan apa yang ingin dia katakan pada kakaknya.

__ADS_1


Kang Yong tidak sangka Kang Yin akan bertanya seperti ini padanya. Dia pun menaikkan lengan bajunya dan berkata, “Cuara hari ini bagus sekali. Merasakan angin sepoi-sepoi yang berhembus membuat hatiku merasa lebih baik. Aku ingin pergi ke gazebo segidelapan dan duduk-duduk di sana.” Bagaimanapun juga Kang Yong tidak bisa mengatakan kalau dia sengaja datang ke sini untuk melihat apakah “Permaisurinya” itu minum obatnya tepat waktu !


Setelah mendengar itu, Kang Yin pun tersenyum dan menjawab, “Ternyata begitu, aku tak menyangka, bahwa ternyata Kaisar tahu cara menikmati hidup juga. Bekerja keras setiap hari, pasti sangat melelahkan, sesekali pergi jalan-jalan sebentar juga bukanlah hal yang buruk!”


Kaisar Zhaolie pun menganggukkan kepalanya dan menunjukkan ekspresi yang setuju. Tiba-tiba, tidak tahu karena kepikiran apa dia pun tertawa dan berkata, “Pangeran ke-9, aku dengar kabar dari orang-orang, dalam sebulan ini, kamu terus berada disini? Ada apa? Kasiar pergi ke tempatmu untuk bertemu denganmu beberapa kali, tapi kamu selalu tidak ada disana. Lalu aku mendengar ada orang yang mengatakan bahwa kamu ada di sini. Awalnya aku tidak percaya dengan omongan mereka, tetapi kelihatannya apa yang mereka katakan itu benar! Hari ini aku bertemu denganmu di sini!”


Lalu Kang Yin tersenyum dan berkata, “Sebenarnya aku hanya iseng datang ke sini untuk menikmati cuaca yang indah. Melihat cuaca dan pemandangan yang indah sambil bermain seruling benar-benar sangat menyenangkan.”


Melihat pandangan mata kakaknya yang begitu penasaran dan agresif, Kang Yin yang tidak pandai berbohong ini pun tidak bisa mengontrol dirinya dan mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Kang Yin adalah orang yang sedikit pemalu. Dia ingin bermain alat musik bersama dengan wanita pemain guqin itu dan kemudian memainkan musik harmoni antara mereka berdua lalu menghapus kesepian dan kepenatan yang ada di dalam hati mereka. Dia pun mengatakan semua itu tanpa melewatka satu hal pun pada Kaisar Zhaolie.


Kaisar Zhaolie yang mendengar itu pun langsung tertawa keras. Pesona jahat dan licik itu pun terpancar keluar dari wajahnya.


“Pangeran ke-9, ternyata kamu sedang menunggu seorang gadis, pantes saja kamu betah berada di sini.”


Melihat Kaisar Zhaolie yang menertawakannya, Kang Yin pun merasa sedikit malu lalu tersenyum dan berkata, “Tetapi sayangnya, sudah setengah bulan lebih aku tidak mendengar gadis itu memainkan alat musiknya lagi.”


“Pangeran ke-9, apakah kamu menyukai gadis itu?” Kaisar Zhaolie tiba-tiba tertawa lalu bertanya padanya dengan serius.

__ADS_1


Kang Yin hanya tersenyum lembut. Dia tidak mengakuinya dan tidak mengelak juga, “Kaisar, suara dari guqin yang dia mainkan sangat seirama dan harmoni dengan suara serulingku. Gadis ini seolah bisa mengerti isi hatiku dan bisa menggunakan suara musik itu untuk menenangkanku. Di dalam musik itu, aku merasa sangat dekat dengannya. Kalau saja aku bisa menemukan pendamping seperti itu di dalam hidupku, aku tidak akan pernah merasa kesepian lagi di dalam hidup ini.”


__ADS_2