
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang dan yang lainnya memasuki ruangan lalu mencari tempat duduk di dekat jendela.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan berwajah asing datang menghampir dan bertanya dengan suara dalam mengenai apa yang mereka ingin pesan. Pelayan itu berbicara sambil menyajikan teh untuk mereka semua.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tidak memperhatikan pada awalnya, tapi Ye Wushuang tanpa sadar mengerutkan kening ketika mendengar suara pelayan yang rendah dan agak serak itu.
Suara ini sangat familiar, di mana dirinya pernah mendengarnya? Ye Wushuang langsung mengangkat tatapan matanya, melihat pelayan di hadapannya yang memiliki tampilan kuat, mengenakan pakaian berbahan kain kasar, tapi tetap saja sulit untuk menyembunyikan temperamennya yang tenang dan berpengalaman.
Pelayan ini memiliki paras yang sangat biasa, tampilannya sedikit gelap, fitur wajahnya juga biasa saja. Jelas-jelas tahu bahwa pelayan ini seharusnya orang asing yang ditemuinya untuk pertama kali, tapi hati Ye Wushuang entah mengapa malah merasa sangat familiar.
Terutama mata cemerlang milik pria itu, seolah-olah dirinya pernah melihatnya di suatu tempat. Dan lagi adegan pertemuan itu sangat istimewa.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang menatap pria itu, Ye Wushuang merasa familiar tidak peduli bagaimana dia melihatnya, tapi dirinya tidak dapat mengingat di mana pernah melihatnya. Sedangkan pria itu juga memperhatikan tatapan khusus Ye Wushuang. Entah karena tangannya tidak tebiasa atau karena gugup, jadi pelayan itu menjatuhkan cangkir teh milik Yuya.
Yuya mengerutkan kening dan berkata dengan sedikit tidak senang: “Kakak pelayan, ada apa denganmu?”
Pria itu segera menghindari tatapan mata Ye Wushuang dan meminta maaf dengan panik: “Maaf Nona, aku akan menggantinya untukmu, aku akan segera menghidangkan pesanan yang kalian inginkan.”
Setelah selesai berbiacra, pria itu menyeka meja dengan menggunakan kain di pundaknya, lalu dia pergi dengan tergesa-gesa.
Su Qianhua dan Ji Xingfeng menatap semua ini dengan datar, ketika orang itu benar-benar menghilang dari pandangan mereka, mereka kemudian saling menatap satu sama lain. Ekspresinya mereka sedikit menggelap, seolah-olah mereka memiliki pemikiran di dalam hati dan tidak lagi berbicara lebih banyak.
Ye Wushuang masih belum tersadar dari kejadian barusan, setelah Yuya bertanya demikian, Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dan tersenyum samar: “Bukan apa-apa.” Meskipun Ye Wushuang merasa sedikit aneh, tapi tidak mudah untuk mengatakan jika dirinya tidak memiliki bukti nyata, jangan sampai dirinya membuat yang lainnya merasa cemas.
“Nona Wushuang, Nona merasa lelah atau tidak hari ini?”
__ADS_1
Yuya tidak bisa diam jadi dia menanyakan macam-macam pada Ye Wushuang.
Ye Wushuang sedang memikirkan sesuatu sekarang, jadi pikirannya sedang melayang jauh, karena itu dirinya hanya menjawab sepatah demi sepatah.
Pada saat ini, pelayan itu datang dengan membawakan pesanan.
Di sepanjang jalan, mungkin karena tidak ingin menerima tatapan mata menginterogasi milik Ye Wushuang, jadi dia terus menerus menundukkan kepalanya.
Yang mencurigakan adalah, piring makanan itu jelas-jelas dapat disajikan dari arah Su Qianhua, tapi pelayan itu entah karena tidak bisa melihat dikarenakan menundukkan kepalanya, atau memang disengaja, dia malah memutar jalan hingga melewati sisi Ye Wushuang.
“Nona, silakan dinikmati perlahan-lahan…” Kata-kata itu diucapkan dengan nada yang sangat rendah dan aneh, Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan bingung, kebetulan tatapannya bertemu dengan tatapan mata dingin dan dipenuhi dengan aura membunuh itu, seketika Ye Wushuang langsung mengingatnya. Bukankah orang ini adalah salah satu orang bertopeng dan berpakaian hitam yang memburunya ketika dirinya menyamar sebagai gadis suci di Shengdu?
Ye Wushuang membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut, sebelum sempat mengatakan sesuatu, dirinya mendengar suara “brakk–“, dan meja kayu itu tiba-tiba terangkat.
Ji Xingfeng dan Su Qianhua yang sudah bersikap waspada sedari awal sudah menggenggam lengan putih Ye Wushuang, menariknya perlahan untuk meninggalkan posisi semula.
__ADS_1
Sedangkan pelayan yang dipenuhi dengan aura membunuh itu pada akhirnya mengungkapkan tujuannya. Pria itu melempar piring makanan yang ada di tangannya dan mengeluarkan dua pisau baja dari balik lengan pakaiannya. Dia menatap Ye Wushuang dengan ekspresi kejam, matanya dipenuhi dengan ekspresi membunuh.
Jelas hanya ingin meminum teh dengan tenang, tapi situasi berubah menjadi seperti ini dalam sekejap mata. Yuya sangat ketakutan hingga dirinya berteriak, untungnya Su Qianhua bertindak sigap dan langsung menghadang di depan Yuya, membuat Yuya langsung menghentikan jeritannya, Yuya sudah seperti ulat, begitu lemah dan dengan ketakutan meringkuk di belakang Su Qianhua.