
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu tidak merasa tidak nyaman, hanya tersenyum tipis dan berkata, “Selir Mulia, ucapan apa itu? Perhiasan itu semuanya sama saja, tidak ada tingkat keindahan dan lainnya, itu semua adalah niat baik Kaisar.”
Ketika Zhao Yuanran melihat Qin Ruojiu sama sekali tidak mengubah raut wajahnya, dirinya berkata dengan sedikit menghina pada Qin Ruojiu: “Kak, jangan salahkan aku karena tidak memahami aturan, perhisan ini dipilih sesuai dengan status. Menurut logika, Kakak adalah orang pertama yang harus memilih, sekarang malah aku yang memilih duluan, ini benar-benar sangat konyol.”
Hello! Im an artic!
Setelah mendengar ucapan ini, Qin Ruojiu menunduk dan berkata pelan: “Karena sudah memilih maka lupakan saja, ini bukan masalah besar.” Bagaimana mungkin Qin Ruojiu tidak tahu apa yang maksud Zhao Yuanran dengan mengatakan ucapan ini, jelas-jelas sedang berkata bahwa dirinya tidak disukai oleh Kaisar sekarang, hanya para pelayan di Istana pun harus mendahulukan untuk menyenangkan Zhao Yuanran.
Pada saat ini, Zhao Yuanran melihat Qin Ruojiu terus menundukkan kepalanya, bulu mata hitamnya itu menggantung ke bawah, tidak dapat melihat ekspresi apapun, sudut bibirnya mengulas senyum, dia kemudian berkata dengan suara pelan: “Kak, atau tidak begini saja, Kakak jangan memilih yang ada di sini, ini semua benda biasa. Aku akan mengirimkan beberapa benda yang sudah kupilih pagi ini untuk Kakak, lagipula Kakak adalah Ratu, benda-benda itu hanya Kakak yang boleh memakainya.”
__ADS_1
Setelah mendengarkan ucapan itu, Qin Ruojiu mengulas senyum datar, terdapat sarkasme samar dalam nada suaranya, “Benda-benda itu diantarkan secara berurutan, mereka juga melakukan tugas sesuai dengan perintah Kaisar. Karena Kaisar meminta mereka untuk mengantarkan lebih dulu pada Selir Mulia, maka mengapa Selir Mulia harus begitu terkejut?”
“Bagaimanapun juga statusku tidak lebih tinggi dari Permaisuri, tapi aku telah berada di Istana lebih lama dari Kakak, banyak hal yang harus ditangani sesuai dengan peraturan.” Kata Zhao Yuanran sambil meminum seteguk teh, meskipun dia berkata demikian tapi raut bangga tercetak semakin jelas di wajahnya.
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu tidak membantah tapi hanya menjawab dengan suara pelan: “Apa maksudmu, aku ini tidak mengerti aturan?”
Qin Ruojiu mengabaikan kata-kata yang sengaja diucapkan oleh pihak lain, hanya menundukkan kepalanya dan menyesap teh.
Tanpa diduga, sebelum teh itu masuk ke tenggorokannya, Qin Ruojiu mendengar suara pecahan, tetesan teh yang sedikit panas memercik ke seluruh tubuh Zhao Yuanran.
__ADS_1
Qin Ruojiu berdiri secara refleks karena terkejut dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba ini.
Sebelum Qin Ruojiu bisa mengatakan apa-apa, Zhao Yuanran sudah lebih dulu berteriak dengan nada sangat menyedihkan: “Oh, maafkan aku, maafkan aku, lihatlah diriku ini, aku bahkan tidak bisa memegang secangkir teh dengan baik, aku membuat Kakak Permaisuri terkejut, Kak, kamu tidak marah kan?”
Qin Ruojiu menatapnya sekilas dengan datar, kemudian melihat noda coklat muda di atas meja, Qin Ruojiu hanya bisa menunjukkan amarah di tatapan matanya. Tidak berkata apa-apa, Qin Ruojiu lalu memberi isyarat pada Lu’er: “Selir Mulia terkejut, segera minta orang untuk datang dan membereskan kekacauan ini. Sekalian, apa ada pakaian baru untuk diganti?”
Melihat situasi ini, Lu’er hanya melirik sekilas ke arah meja dengan raut datar, lalu berjalan mendekat dan hendak membereskan. Tanpa disangka, Zhao Yuanran malah berdiri dan berkata dengan ekspresi rendah hati: “Tidak perlu, aku yang tidak sengaja memecahkannya, biar aku saja!” Selesai berbicara, Zhao Yuanran benar-benar menggulung lengan bajunya dan membuat sikap seolah ingin membereskan kekacauan itu.
Lu’er sudah sedari tadi tidak suka melihat kepura-puraannya, jadi dirinya mengabaikannya, terlalu malas untuk mempedulikannya. Karena dia ingin membereskan maka biarkan saja dia yang membereskan.
Qin Ruojiu sedikit terkejut, mengapa wanita ini bisa menurunkan martabatnya yang tinggi itu untuk melakukan hal semacam ini? Apa yang ingin dilakukannya? Atau apa yang ingin ditunjukkannya?
__ADS_1
Tepat sebelum misteri ini terpecahkan, Zuo’er, pelayan yang melayani di sisi Zhao Yuanran langsung berdiri dan berkata dengan panik: “Selir Mulia, bagaimana kamu bisa terluka? Siapa yang melukaimu? Siapa yang berani bersikap begitu kasar pada Selir Mulia?”