
Hello! Im an artic!
“Ternyata Selir Mulia, aku memberi hormat padamu.” Katanya Leng Bingxin dengan suara pelan, tatapan matanya sama sekali tidak merasa rendah hati atau sombong.
“Bangunlah.” Liqing melambaikan lengan bajunya, terdapat sedikit kedinginan di tatapan matanya.
Hello! Im an artic!
“Selir Mulia, silakan duduk, aku akan meminta seseorang untuk menyajikan teh.”
“Tidak perlu.” Tatapan mata Liqing memicing, Leng Bingxin hanya merasa kaki terasa dingin, ada hawa dingin yang merambat dari telapak kakinya, tatapan mata wanita ini dengan jelas sedang memberitahunya bahwa ada hal tidak baik perlahan-lahan menghampirinya.
“Kalau begitu Selir Mulia datang kemari untuk bertemu dengan Pangeran Xiang bukan? Dia tidak ada di sini, tolong tunggu sebentar, aku akan meminta orang untuk memberitahu Pangeran!” Leng Bingxin berkata dengan nada tegas, setelah selesai berbicara, Leng Bingxin langsung bangkit berdiri.
“Berhenti!” Liqing berteriak pelan, matanya dipenuhi dengan amarah yang mengganggu.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Leng Bingxin belum sempat melangkahkan kakinya, seorang pelayan istana di belakang Liqing sudah memblokir pintu, menggelengkan kepalanya ke arahnya, mengisyaratkan Leng Bingxin untuk tidak pergi, kemudian mata besar yang cerah itu menatapnya dengan cemas.
Leng Bingxin hanya menatapnya tanpa merubah ekspresi selama beberapa saat, setelah sekian lama baru kemudian Leng Bingxin tersenyum dan berkata: “Apa Selir Mulia datang kemari mencariku karena ada urusan?”
Liqing tidak secara langsung mengatakan urusannya, tapi hanya melirik sekeliling dengan datar, tatapan matanya sedikit terlihat kesakitan.
“Kamu sebenarnya siapa?” Liqing mengangkat alisnya, wajah cantiknya itu terdapat sinar yang dipenuhi dengan spekulasi dan pertanyaan.
Leng Bingxin tersenyum tipis, dirinya terlihat anggun dan lebut, setelah sekian lama Leng Bingxin akhirnya berkata dengan menekankan kata-katanya dengan jelas: “Aku hanya seorang penari di sisi Pangeran Xiang!”
“Benarkah? Seorang gadis penari?” Liqing mendengus dingin, kecurigaan yang tersampaikan dari matanya itu terlihat begitu jelas.
Dalam sekejap Liqing merasa orang lain bisa dengan begitu tepat mengungkit masalahnya, kemudian terdapat ledakan kesedihan di dalam hatinya.
“Huh! Kalau begitu aku bertanya padamu, apa Kaisar datang kemari tadi malam?”
“Apa Selir Mulia datang kemari untuk menyelidiki masalah ini?” Setelah Leng Bingxin selesai berbicara, wajahnya yang cantik masih terlihat datar, setelah menatap Liqing dengan dalam, Leng Bingxin kemudian membalikkan punggungnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu, wajah cantik Liqing tiba-tiba berubah, berusaha menahan amarah di dalam lubuk hatinya, tersenyum dan berkata: “Haha, meskipun kamu sangat cantik, tapi Kaisar Zhaolie bukanlah tipe pria yang dangkal, dia sudah pernah melihat begitu banyak wanita cantik sepertimu. Kamu memang pintar, seharusnya kamu tahu diri.”
Ekspresi Leng Bingxin tercengang, menolehkan kepalanya dan tidak menatap ke arah Liqing, pada akhirnya dirinya tidak menjawab dan hanya berdiri kaku di tempat, diam tidak bersuara.
Liqing berpikir Leng Bingxin akan mundur ketika sudah mengetahui bahwa hal itu sulit, hatinya merasa bahagia, dia melangkah maju dengan senyum penuh kemenangan: “Bahkan jika kamu mendapat dukungan dari Pangeran Xiang, tapi aku yang membuat keputusan di Negara Kangqing.”
“Karena Selir Mulia tahu bahwa Kaisar bukanlah pria yang dangkal seperti itu, lalu mengapa Selir Mulia harus datang dan bertanya padaku? Bukankah itu seperti menampar diri sendiri?”
“Kamu……”
“Kalau begitu kuberitahu padamu sekarang, Kaisar Zhaolie memang datang kemari tadi malam dan memperlakukanku seperti seseorang.”
Liqing mengangkat tatapan matanya, menatap lurus ke arah mata dinign milik Leng Bingxin, Liqing sedikit menggigit bibirnya, menekan amarah di dalam hatinya.
Kemudian, Liqing mengambil langkah maju, raut wajahnya sedikit menggelap dan berkata: “Kamu sangat lancang, beraninya kamu berbicara seperti ini padaku.”
Leng Bingxin mendengus dingin dan berkata dengan meremehkan: “Bukankah kamu yang tidak menghormatiku lebih dulu.”
__ADS_1
“Kamu hanyalah gadis penari yang ditemukan oleh Pamanku, seseorang dengan status rendah, seorang pelayan rendahan yang menjual seni untuk menyenangkan pria, jika ingin dibicarakan, selain merupakan gadis desa, kamu bahkan tidak sebaik pelayan yang ada di sini. Kamu ingin meminta Selir Mulia sepertiku bersikap hormat padamu? Kamu benar-benar bermimpi.”