Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 502 Perasaan Dalam Yang Begitu Menyakitkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Perasaan dalam yang begitu menyakitkan, mata hitam yang begitu fokus itu, tatapan yang begitu tulus itu membuat Leng Bingxin tidak bisa meragukannya. Tampaknya situasi di depannya ini adalah hal yang tidak bisa diprediksi olehnya. Apa Bei Fengchen benar-benar memiliki perasaan padanya? Jika tidak, dengan sifat Bei Fengchen, dia tidak akan mungkin menyerah untuk mendapatkan dunia yang telah direncanakannya selama lebih dari 10 tahun ini hanya demi seorang wanita. Ini semua benar-benar di luar dugaan.


Bei Fengchen menatap Leng Bingxin yang tidak bersuara, seakan masih memikirkan sesuatu dengan ragu, tapi Bei Fengchen tahu bahwa waktu mereka terbatas, saat ini Bei Fengchen langsung menarik Leng Bingxin yang masih mengerutkan kening dan juga menggigit bibirnya, Bei Fengchen mengertakkan gigi dan berkata dengan suara pelan: “Ayo pergi!”


Hello! Im an artic!


Jalan keluar dari Istana sudah dirancang oleh Putri Liqing.


Putri Liqing mengirim seseorang untuk mengantar Leng Bingixn keluar dari Istana, Bei Fengchen hanya mengingatkan Leng Bingxin untuk berhati-hati. Bei Fengchen mengatakan pada Leng Bingxin bahwa dirinya tidak bisa pergi bersamanya untuk saat ini, Bei Fengchen ingin tinggal di sini untuk menunda waktu, mencegah Kaisar Zhaolie mengirim orang untuk mengejarnya. Setelah sudah mencapai tempat aman maka Bei Fengchen akan mengirim orang untuk mencari Leng Bingxin.


Liqing menatap sosok kepergian Leng Bingxin, matanya yang jernih itu berubah menjadi dingin, tiba-tiba dia berbalik, membuka pintu lalu masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Kereta kuda itu melaju dengan tergesa-gesa, kereta kuda itu berguncang di sepanjang jalan hingga membuat Leng Bingxin merasa sangat tidak nyaman.


Hello! Im an artic!


Seharian ini Leng Bingxin hampir tidak menyentuh air dan makanan, perutnya sangat kosong dan terasa tidak nyaman. Setelah terguncang di sepanjang jalan, Leng Bingxin merasa sangat tidak nyaman hingga asam lambungnya sudah akan keluar.


Saat ini, demi membuat aliran udara sedikit lebih segar, Leng Bingxin bergegas membuka tirai kereta kuda. Jalan yang dilaluinya ini tampaknya sedikit tidak asing.


Tiba-tiba Leng Bingxin teringat peristiwa 2 tahun yang lalu, dirinya dijebak oleh orang lain untuk menaiki kereta kuda dan melewati jalan ini.


Untuk beberapa saat, kilasan masa lalu itu bercampur dengan pemandangan yang terlintas di hadapannya, akan ada lagi seorang pria lain yang terlibat dikarenakan dirinya, air mata Leng Bingxin menetes jatuh dikarenakan merasa sedih.


Apa hidupnya ditakdirkan untuk menyakiti orang lain dan juga menyakiti dirinya sendiri? Mengapa tidak akan pernah berakhir dengan baik? Mengapa Tuhan melakukan ini padanya? Apa kesalahan yang dilakukannya? Mengapa semua orang di sekitarnya mengalami nasib buruk dikarenakan dirinya?

__ADS_1


Di bawah rasa sakit hati, kereta kuda itu tiba-tiba berhenti dikarenakan mendapat serangan.


Kuda itu mengerem dengan kencang, mengangkat kedua kakinya dengan panik kemudian meringkik panjang. Seketika roda belakang kereta kuda itu tidak bisa mengikuti kecepatan sang kuda, gerbang kereta kuda itu hanya bisa berputar-putar di tempat.


Leng Bingxin tidak memiliki persiapan, dirinya dibuat pusing oleh kuda itu untuk beberapa saat, rasa tidak nyaman di lambungnya itu seketika menjadi bertambah buruk. Leng Bingxin sudah tidak dapat menahannya lagi dan muntah di tempat.


Dua ahli yang mengendarai kereta kuda di depan merupakan orang yang secara pribadi diperintahkan oleh Bei Fengchen untuk melindunginya. Melihat tampilan Leng Bingxin yang seperti itu, mereka tidak keburu maju untuk bertanya, jadi hanya bisa berkata dengan nada sedikit cemas: “Nona tidak apa-apa kan? Ada aura membunuh di depan, takutnya ada hal yang tidak beres di depan, Nona harus lebih berhati-hati.”


Orang-orang ini telah dilatih secara profesional, tidak perlu dikatakan lagi betapa kuatnya seni bela diri mereka, setidaknya mereka memiliki penciuman tajam seperti elang, karena mereka tiba-tiba bisa mengerem pada saat ini dan mengatakan hal-hal seperti itu, maka sudah pasti ada situasi berbahaya di depan.


Leng Bingxin bagaimanapun juga tidak meyangka bawahan Kaisar Zhaolie ternyata bertindak begitu cepat, ternyata bisa menduga bahwa dirinya akan pergi, napas Leng Bingxin yang awalnya tenang itu berangsur-angsur terengah-engah, teringat akan metode kejam pria itu, memikirkan bahwa dirinya akan dipenjara di sisinya seperti boneka di kemudian hari, Leng bingxin merasakan kedinginan di sekujur tubuhnya.


Tidak, seumur hidupnya Leng Bingxin tidak ingin lagi dekat dengan pria itu, tidak… tidak mau, pria itu adalah iblis, tinggal di sisi pria itu hanya akan membuat Leng Bingxin mencelakai lebih banyak orang.

__ADS_1


Dibanding bersama dengan pria itu, lebih baik dirinya mati. Ya, lebih baik mati.


__ADS_2