Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 240 Tidak Ada Jalan Untuk Dipilih


__ADS_3

Sudah seperti ini, Kaisar Zhaolie masih begitu peduli padanya, sedangkan Qin Ruojiu malah akan melarikan diri dan menjauh darinya bersama dengan adik yang paling disayanginya itu. Memikirkan Raja yang dingin ini, jika mengetahui bahwa dua orang yang paling dekat dengannya telah mengkhianatinya di waktu bersamaan, pada saat ini Qin Ruojiu menjadi sedikit tidak tega.


Setelah menarik napas dalam-dalam, Qin Ruojiu menatapnya langsung setelah rasa sakit itu berlalu: “Kaisar, apa aku begitu penting di hatimu?”


“Kamu adalah Ratu, Ratuku, tentu saja penting. Tanpa dirimu, siapa yang akan membantuku dalam pekerjaanku?” Berbicara sampai di sini, Kaisar Zhaolie menarik kembali aura dinginnya, menunjukkan senyum puas kemudian membelai wajah Qin Ruojiu dengan telapak tangannya yang besar: “Kenapa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Setelah berbicara, Kaisar Zhaolie tersenyum.


Qin Ruojiu menatapnya dengan senyum lembut dan dalam, seolah ingin memanjakan. Menatapnya dengan lekat, mata yang seperti lubang hitam itu seakan bisa melihat segalanya, membuat Qin Ruojiu merasa tidak nyaman dan juga tidak rela di saat bersamaan.


Tiba-tiba raut wajah Kaisar Zhaolie berubah, tatapan matanya menggelap, berteriak rendah dengan nada geram: “Lihat aku, kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu mencintai orang lain? Apa itu adalah adik ke-9?”


Mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu terkejut, matanya yang indah itu berkedip panik, bergegas menundukkan kepalanya: “Kaisar, di dalam hatiku hanya ada dirimu!” Memang benar di dalam hatinya hanya ada pria ini. Dipenuhi dengan perhatian, kelembutan bahkan kedinginan dan juga sikap mendominasi pria ini terhadap dirinya. Keberadaan pria ini seperti es dan api, terkadang bisa membuat Qin Ruojiu merasa begitu dingin dan kejam seperti dirinya jatuh ke neraka. Terkadang kasih sayangnya yang membara itu menyelimutinya seperti lautan luas. Membuat Qin Ruojiu kehabisan nafas seakan dirinya mabuk, selamanya tidak ingin tersadar kembali.

__ADS_1


Hanya sayangnya, tidak peduli betapa dirinya sangat mencintai pria ini, tapi Qin Ruojiu masih merasa dirinya tidak mampu untuk mencintainya. Di saat bersamaan Qin Ruojiu juga tidak sanggup menerima perasaan pria ini terhadap dirinya.


Pria ini terlalu kuat, sudah seperti anggur. Terkadang bisa membuat orang mabuk di dalamnya. Terkadang bisa membakar seluruh tubuh, membuat sekujur tubuhnya terluka dan berdarah.


Perasannya itu membuat orang lain merasa bergairah dan juga berdebar di saat bersamaan. Ya, mungkin banyak wanita yang ingin tenggelam dalam perasaan semacam ini, tapi Qin Ruojiu adalah wanita biasa, dirinya tidak ingin menjadi begitu bergelora, tidak ingin begitu mendebarkan. Apa yang Qin Ruojiu kejar hanyalah kesederhanaan bagai air yang mengalir. Seperti kata pepatah, bersedia memiliki satu hati dan tidak ingin berpisah hingga tua. Sedangkan Qin Ruojiu bukanlah satu-satunya bagi pria ini. Dan juga bukanlah orang yang paling diinginkan oleh pria ini.


Dan lagi, setelah melewati malam ini, mereka tidak akan memiliki hubungan lagi. Qin Ruojiu juga tidak perlu berpikir terlalu banyak, serta merasa khawatir dan takut lagi.


Detik berikutnya, Kaisar Zhaolie melangkah maju, dengan telapak tangannya yang besar itu menarik Qin Ruojiu ke dalam pelukannya, sedikit menekankan dagunya itu ke lengkungan leher Qin Ruojiu, lalu berkata dengan nada sedikit serak dan seksi: “Aku percaya apa yang kamu ucapkan, tapi kamu juga harus patuh, jangan sengaja pergi untuk menemui adik ke-9 karena aku bisa cemburu.”


Mendengarkan ucapan Kaisar Zhaolie, merasakan kehangatan di dadanya, kata-kata yang mendominasi itu malah sudah seperti jarum yang melewati dada Qin Ruojiu.

__ADS_1


Jelas-jelas itu adalah ucapan yang sangat membahagiakan, tapi mengapa terasa sangat masam ketika mendengarnya?


Pada saat ini, Qin Ruojiu merasa dirinya sangat tidak berguna, dirinya memutuskan untuk mundur, tidak dapat menemukan pilihan yang masuk akal, pria di hadapannya ini, haruskah Qin Ruojiu meninggalkannya?


Kenapa Kaisar Zhaolie yang sekarang malah seperti anak kecil? Kenapa Kaisar Zhaole seperti seorang anak dominan yang mendapatkan benda yang dicintainya dan tidak rela orang lain menyentuh benda miliknya?


Ke mana perginya pria kejam yang dulunya begitu dingin dan tegas seperti besi itu? Mengapa Kaisar Zhaolie sekarang begitu menempel padanya dan juga begitu lembut?


Hati Qin Ruojiu berkedut sakit, tapi dirinya tidak berdaya. Karena di depannya, Qin Ruojiu sudah tidak memiliki jalan untuk dipilih lagi.


Pergi… adalah pilihan yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2