
Jelas-jelas dia adalah seorang Ratu yang sangat bermartabat di negara mereka, tetapi dia malah membuat sebuah hal yang sangat memalukan di depan umum. Qin Ruojiu merasa kesulitan untuk menenangkan hatinya. Ketika teringat hal itu, mata Qin Ruojiu mulai memerah dan tiba-tiba dia ada perasaan ingin menangis. Dia terlahir di dalam istana dan meskipun dia adalah kepala selir, tetapi dia tidak pernah menyakiti orang lain. Dia hanya ingin mendapatkan tempat yang layak dan menjalani hidupnya dengan aman dan tentram. Tetapi sayangnya mereka terus mencari cara untuk mempersulitnya lagi dan lagi. Hari-hari seperti itu membuat dia merasa dirinya sedang berjalan di atas es yang tipis. Dia merasa selama ini dia tidak pernah merasa begitu lelah dan hatinya sangat sulit untuk ditenangkan. Kemudian, dia mencari sebuah alasan untuk bisa cepat keluar dari acara makan malam itu. Lalu Lu’er menopangnya dan membawanya keluar.
Lu’er dan Xiaohuan menemaninya keluar dari ruang aula.
Malam itu terasa begitu dingin dan sunyi.
Di bawah sinar bulan yang terang, Qin Ruojiu duduk di atas batu untuk istirahat sejenak. Arak yang diminumnya tadi memiliki kadar alkohol yang sangat keras.
Sampai sekarang sekujur tubuhnya masih terasa tidak begitu nyaman.
“Nyonya, anda kenapa?” Lu’er yang ada di sampingnya itu tahu saat ini perasaan hati Qin Ruojiu sangat kacau. Saat itu dia tidak tahu harus berkata apa, maka dari itu dia hanya bertanya lembut.
Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya. Dia hanya merasakan rasa pahit dan sedih yang sangat dalam sampai tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Dia hanya bisa memendam dan menguburkan semua rasa pahit yang dia rasakan ini di dalam hatinya. Perjalan hidupnya di dalam istana masih sangat panjang, tetapi dia berharap semua ini bisa cepat selesai. Dia sudah diambang kehancuran.
__ADS_1
“Nyonya, kalau anda merasa sedih, anda boleh menceritakannya pada kami. Jangan dipendam di dalam hati, hal itu sangat tidak bagus!” Melihat Qin Ruojiu seperti itu, Lu’er malah menjadi semakin khawatir.
Pada saat ini Xiaohuan menaikkan bibirnya dan berkata dengan nada kesal dan marah, “Selir Su Zhener itu benar-benar sangat kejam. Beraninya dia menggunakan kesempatan seperti ini untuk menyerang Nyonya. Dia benar-benar sangat kejam!”
Lu’er tahu Xiaohuan ingin membantu membela Nyonya, tetapi dia yang sudah tinggal lama di istana tahu kalau kata-kata yang diucapkannya ini sangat berbahaya. Kemudian dia pun berkata dengan lembut, “Xiaohuan, kecilkan suaramu. Kata-kata seperti ini tidak boleh sembarangan kamu katakan. Kalau ada orang lain yang mendengarnya, siapa yang bisa menyelamatkanmu!”
“Tetapi … Su Zhener itu beneran sudah keterlewatan. Kenapa dia bisa berbuat seperti itu pada Nyonya. Dia itu siapa, dia itu hanya selir kecil. Nyonya itu Ratu!” Semakin bicara, Xiaohuan merasa semakin sedih. Sebenarnya dari awal dia sudah tidak tahan, Nyonya sudah sering ditindas oleh mereka, tetapi Nyonya selalu memilih untuk sabar dan menerimanya. Tetapi mereka ini benar-benar tidak tahu diuntung. Mereka malah mengira Nyonya mudah ditindas dan sekarang kelakukan mereka beneran sudah kelewatan batas.
Lagian dengan sikap Nyonya yang begitu lembut dan sabar, dia pasti tidak mungkin menang melawan Su Zhener. Dia adalah seorang wanita yang sangat baik hati, tidak peduli itu baik atau jahat, pokoknya dia tidak akan mau mencelakai nyawa orang lain.
“Sudah, kalian jangan ribut lagi, kalian semua balik dulu. Biar aku sendirian.” Qin Ruojiu tahu apa yang mereka lakukan itu semua demi kebaikannya. Tetapi sayangnya, dia sendiri yang nggak berguna. Dia tidak bisa membiarkan dirinya hidup damai di dalam istana dan tidak bisa membiarkan dirinya marah. Karena ayahnya pernah mengingatkannya, menjadi seorang Ratu dia tidak boleh sombong dan gegabah, kalau tidak dirinya akan berakhir menyedihkan.
“Nyonya ….”
__ADS_1
Lu’er terkejut, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu tersenyum datar ke arah mereka berdua dan berkata, “Kalian berdua balik dulu. Biar aku duduk sendiri di sini. Sebentar lagi aku juga bakalan balik.”
“Tapi ….”
“Sudah, Lu’er, kamu tidak usah khawatir. Kamu bawa Xiaohuan balik dulu, kalau tidak anak ini bakalan sembarangan bicara lagi.” Agar mereka berdua tidak khawatir dengannya, dia sengaja bercanda dengan mereka.
Melihat Nyonya tertawa, Lu’er dan Xiaohuan pun langsung merasa lega. Kemudian mereka langsung menganggukkan kepalanya dan berkata, “Kalau begitu Nyonya hati-hati yah. Kalau ada apa-apa langsung panggil kita. Biar kami tunggu kamu di paviliun!”
“Baiklah!”
Setelah Lu’er dan Xiaohuan pergi, Qin Ruojiu pun menjadi sendirian di bawah cahaya bulan.
__ADS_1