
Hello! Im an artic!
Tidak disangka She Jingtian malah berdiri dengan dingin, menatap pria tua itu dengan tatapan datar lalu berkata: “Tidak apa-apa, sebagai tuan rumah, aku harus pergi untuk bersulang dengan para tamu lebih dulu, tolong awasi Min’er dengan baik, biarkan dia kembali ke kamarnya lebih awal untuk beristirahat, hari ini mungkin dia akan kelelahan.”
“Baik, aku akan segera melakukannya.”
Hello! Im an artic!
Setelah Paman Long undur diri, hatinya masih merasa bingung, mengapa raut wajah sang Tuan Penguasa Kota tadi terlihat begitu buruk? Dia tidak pandai menyembunyikan emosinya sendiri, sebenarnya masalah apa yang bisa membuatnya menyembunyikan hal itu dari dirinya?
…
Setelah sang bintang kecil yang berulang tahun selesai bertemu dengan para tamu, dia kemudian diantarkan kembali ke Paviliun Zhaixing.
Dalam perjalanan pulang, Shangguan Min’er tidak pernah merasa begitu bahagia sebelumnya, dia terus menyenandungkan nada yang tidak jelas dikarenakan hatinya sangat bahagia, Min’er terus menerus menggoyangkan renda indah di gaunnya, sesekali menggunakan jarinya itu untuk memainkan pita di pinggangnya. Biasanya Min’er tidak akan berlari karena itu akan memudahkan orang lain melihat cedera di kakinya, tapi hari ini Min’er begitu berani, Min’er sudah seperti lebah yang bernyanyi dan menari di sepanjang perjalanan. Bahkan beberapa pelayan yang bertugas untuk melindungi dan mengantarnya juga tidak bisa mengikuti jejaknya.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Mendorong pintu Paviliun Zhaixing, kebetulan Min’er melihat Bibi Hua, ketika Bibi Hua melihat Nona Min’er yang pulang dengan gembira sambil tersenyum, dirinya juga ikut tersenyum dan berkata: “Hei, siapa peri kecil ini? Benar-benar sangat cantik, bahkan hampir sulit untuk dikenali.”
Meskipun gadis kecil itu tidak suka dilayani, tapi dia masih relatif dekat dengan Bibi Hua, lagipula dalam beberapa tahun terakhir, yang paling dekat dengannya adalah wanita paruh baya yang baik hati dan sangat toleran ini.
“Bibi Hua, lihatlah, bagus tidak?” Gadis kecil itu mengerjapkan matanya sambil bertanya dan melakukan gerakan memutar dengan gaun itu, gaun teratai yang awalnya sudah indah itu menjadi semakin indah dikarenakan gerakannya itu.
Bibi Hua takut akan terjadi sesuatu pada kaki Min’er, jadi dia bergegas meraih lengan kecilnya yang halus itu dan berkata: “Sangat bagus, jangan berputar lagi, nantinya akan terasa pusing.”
“Tidak pusing, tidak pusing.”
Terhadap bujukan Bibi Hua, gadis kecil itu malah melambaikan tangannya dengan murah hati dan berkata: “Tidak, tidak, ini sangat nyaman.”
Melihat jarang sekali Nona Min’er berada dalam suasana hati yang begitu baik, jadi Bibi Hua membiarkannya, Bibi Hua menuangkan secangkir teh untuknya sambil tersenyum dan berkata: “Jangan sampai Nona kelelahan, minumlah teh lebih dulu.”
__ADS_1
Setelah gadis kecil itu meminum minumannya, beberapa tetes teh secara tidak sengaja menodai gaun itu, Min’er seketika panik dan berkata dengan cemas: “Hei, kenapa bisa menegani gaunnya? Bibi Hua, apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika noda ini tidak bisa dicuci bersih?”
Melihat Nona Min’er sangat menyukai gaun ini, Bibi Hua lalu tertawa.
“Hei, lihatlah Nona begitu gugup, tidak masalah, bisa dibersihkan, tidak akan kotor.”
Setelah Bibi Hua menyekanya dengan saputangan sutra tepat pada waktunya, Shangguan Min’er merasa lega setelah melihat sudah tidak ada jejak noda di bagian yang terkena tetesan teh tadi.
“Benar juga, Bibi Hua, apa kamu melihatnya?”
“Siapa?”
“Orang yang bernama Wushuang itu…” Gadis kecil itu berkata dengan takut-takut, sepertinya dirinya juga menyadari bahwa tidak baik jika memanggil seseorang dengan nama seperti ini. Meskipun Paman She meminta wanita itu untuk melayaninya, tapi tetap saja wanita itu lebih tua dari dirinya. Jika berdasarkan umur, dirinya harus memanggilnya dengan sebutan Kakak, tapi jika benar-benar memanggil dengan sebutan Kakak, maka akan terlihat statusnya menjadi kurang mulia.
“Wushuang? Dia sepertinya sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat.”
__ADS_1
“Benarkah?” Kata gadis kecil itu dengan sedikit kecewa.
Mengabaikan ekspresi kecewa di wajah Nona Min’er, Bibi Hua lalu mengubah topik pembicaraan dan berkata: “Nona, apa kamu bahagia hari ini?”