
Hello! Im an artic!
Kemudian Leng Bingxin hanya berkata dengan santai: “Aku tidak enak badan, aku undur diri lebih dulu.”
Orang-orang lainnya kembali berseru: “Wanita itu sangat keterlaluan, dia bahkan tidak memandang Pangeran dan Pangeran Mahkota sama sekali di matanya.”
Hello! Im an artic!
“Benar, kurasa dia itu sangat cantik, jika tidak maka mana mungkin dia bisa memiliki kehormatan sebesar itu?”
“Memang kenapa jika merupakan wanita cantik? Di depan Pangeran dan Pangeran Mahkota, dia itu terlalu lancang!”
“Benar, benar-benar tidak tahu siapa dirinya itu.”
Setelah mendengar ucapan itu, Bei Fengchen menggelengkan kepalanya tanpa daya, kemudian dengan ekspresi lembut dia berkata pada Beifeng Funing: “Pangeran Mahkota, tolong dimaklumi, Nona Leng sepertinya malu dikarenakan bertemu dengan banyak orang asing, jadi dia … ”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Untungnya Beifeng Funing hari ini sangat senang, terutama ketika Kasim di sebelahnya mengatakan padanya bahwa Nona Ziyue sudah mempersiapkan tarian dan nyanyian, sebentar lagi sudah akan mempertunjukkannya. Oleh karena itu, dia tidak begitu mempedulikan masalah ini, dia langsung mengangguk dengan lugas dan berkata: “Paman, karena dia adalah orangmu maka aku tidak akan menyulitkannya. Hanya saja lebih baik lebih memperhatikannya, wanita yang tidak tahu aturan bisa menimbulkan banyak masalah.”
“Yang dikatakan Pangeran Mahkota benar…” Ketika Bei Fengchen berbicara sampai di sini, dia sedikit menghela nafas, mata hitam yang dingin dan pekat itu sedikit mendongak, sepenuhnya tidak kontras dengan tampilannya yang tampan tapi pucat dan sakit-sakitan.
Berjalan keluar dari aula, perasaan sesak nafas itu akhirnya bisa menghilang sepenuhnya.
Leng Bingxin berjalan mengitari lorong, melihat gunung palsu di kejauhan, dengan pelan memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam.
Tampilan Bei Fengchen yang munafik dan terbatuk dengan pelan perlahan-lahan muncul di benaknya, di saat bersaman juga terlintas tatapan mata berbinar sambil tersenyum kejam milik Beifeng Funing.
Tepat ketika Leng Bingxin sudah akan runtuh, suara sinis yang dipenuhi dengan nada cemburu dan enggan tiba-tiba terdengar di samping telinganya: “Huh, sepertinya kamu merasa cukup bahagia?”
Leng Bingxin yang berdiri di depan paviliun sedikit membuka matanya, wanita di hadapannya bukanlah orang lain, melainkan Nona Ziyue yang selalu menganggapnya sebagai musuh.
__ADS_1
Saat ini, dia mengenakan gaun merah dengan pola burung merak, begitu menawan dan mempesona. Wajah yang elegan itu benar-benar sangat luar biasa, dengan rambut hitam legam menjuntai sebatas pinggangnya yang ramping, ada sanggul berbentuk awan yang menawan di atas kepalanya, jepit rambut kristal magnolia bagai bulat sabit ditancapkan di sanggul berbentuk awan yang cantik itu, terdapat kalung mutiara yang tergantung dengan indah di lehernya.
Dia sangat cantik, arogansi di tatapan matanya itu juga sangat angkuh, hanya saja saat melihat Leng Bingxin, arogansi di seluruh tubuhnya itu seketika berubah menjadi kecemburuan yang tiada habisnya.
Leng Bingxin tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini, pertama-tama dirinya sedikit terkejut, kemudian menatapnya sekilas dan berkata: “Nona Ziyue, apa kamu baik-baik saja?”
Ziyue mendengar nada bicaranya yang lembut, tidak hanya tidak melembutkan ekspresi di wajahnya, tapi malah meliriknya dengan jijik dan berkata: “Apa kamu masih perlu bertanya? Aku akan menjadi orang Pangeran Mahkota mulai sekarang, menurutku aku baik-baik saja atau tidak?”
“Apa kamu yakin kamu akan benar-benar bahagia di kemudian hari?”
Ketika menanyakan kalimat ini, sama sekali tidak ada ekresi di wajah Leng Bingxin, tatapan matanya yang dingin itu hanya berdesir untuk sesaat, untuk beberapa saat baru dia mengalihkan tatapannya, terdapat raut kesulitan di tatapan matanya. Leng Bingxin tahu bahwa hal ini sudah ditentukan, tidak akan ada yang berubah mesti mengucapkan apapun, tapi ketika melihat Ziyue yang seperti ini sekarang, hatinya merasa panik.
Ziyue tidak tahu harus berbuat apa ketika ditanya seperti itu, sebenarnya di dalam hatinya, dia tahu bahwa tidak ada orang lain selain Pangeran yang bisa membuatnya bahagia.
Tapi pada saat ini, bagaimana mungkin diirnya yang begitu angkuh akan mengakuinya? Dia mengangkat gaunnya, mengangkat tatapan matanya dan menatap dengan dingin ke arah Leng Bingxin yang ada di hadapannya.
__ADS_1