Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 585 Ini Bukan Jalan Ke Ibu Kota


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang menatapnya dengan emosional dan sedikit iri.


Setidaknya, Yuya masih punya keluarga dan orang-orang yang perlu dia ingat. Sedangkan dirinya, tidak punya apa-apa.


Hello! Im an artic!


Dia menepuk pundak Yuya dengan lembut, menghibur dengan lembut pula, “Selamat, akhirnya kamu bisa berkumpul lagi dengan keluargamu.”


“Kakak, kamu juga. Bukankah kamu masih punya ayah? Selama kamu pulang, kalian pasti bisa berkumpul kembali.”


Kumpul keluarga Ye Wushuang, berbeda dengan Yuya. Tapi Ye Wushuang tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengatupkan bibirnya dan menghilangkan kepahitan di bibirnya.


Sepanjang jalan, Yuya yang selama ini begitu introvert dan pendiam menjadi sangat banyak bicara. Mungkin karena menyadari keduanya akan berpisah hingga hatinya merasa tidak rela, ingin menuangkan semua yang tidak sempat mereka bicarakan setiap hari pada saat ini.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang terus mendengarkan, sesekali menjawab sambil tersenyum. Dia tahu Yuya sangat bahagia saat ini, tapi perpisahan selalu menyedihkan.


Yuya berkata, “Kakak, bagaimana kalau ikut denganku untuk tinggal di Ibu Kota beberapa hari?”


Ye Wushuang menggelengkan kepalanya. Yuya dan bibi jauhnya sudah bertahun-tahun tidak berjumpa. Entah bibinya akan memperlakukan Yuya seperti kerabat atau tidak. Kalau membawa Ye Wushuang bersamanya, dia hanya akan menjadi beban dan nantinya membuat Yuya malu.


Yuya tidak banyak berpikir, dia kira Ye Wushuang tidak bersedia karena ingin segera pulang untuk menemui ayahnya. Dia juga tidak memasukkannya dalam hati dan kembali membicarakan tentang pemandangan indah dan makanan dari kampung halamannya.


Namun, Yuya yang telah bicara banyak tiba-tiba tubuhnya membeku dan ucapannya terhenti. Dia melihat ke luar jendela dengan ekspresi bingung dan panik, ada sentuhan waspada yang terlintas di matanya.


Ye Wushuang segera menyadari ada yang tidak beres, bertanya dengan penuh selidik dan rasa ingin tahu pada Yuya, “Ada apa?”


Di luar tirai kereta, banyak ranting dan dedaunan. Ada bunga indah yang bermekaran di mana-mana. Di kejauhan, pohon bergelombang dengan puncaknya yang indah, kosong dan sunyi. Tempat ini indah, tapi begitu terpencil.

__ADS_1


Awalnya, Ye Wushuang mengira Yuya tertarik dengan pemandangan di luar sana. Sampai ekspresi wajah Yuya berubah drastis dan berkata, “Gawat, ini bukan jalan menuju Ibu Kota.”


Bicara sampai sini, Ye Wushuang juga mulai waspada.


Benar, kalau memang meninggalkan istana dan langsung ke Ibu Kota, mana mungkin akan ada gunung dan sungai tanpa akhir dan juga bunga berwarna-warni? Yang ada di kaki Putra Surga, berkerumun seperti laut, alirannya tidak ada habisnya. Mana mungkin bisa ada di tempat sesepi ini?


Sebuah firasat aneh menyebar dalam hatinya. Saat ini, Ye Wushuang memegang tangan Yuya dan berkata, “Jangan khawatir!”Setelah mengatakan itu, dengan setengah kepala mencuat dari jendela, Ye Wushuang berteriak, “Kusir, berhenti dulu.”


Tanpa diduga, kusir itu seakan tidak mendengar suaranya dan kereta melaju lebih cepat. Guncangan di dalam kereta membuat air mata Yuya hampir jatuh. Dia memegang erat tangan Ye Wushuang dengan wajah panik, “Bagaimana ini, Kakak Qin? Bagaimana ini?”


Ye Wushuang menggertakkan giginya, dia tahu kalau dia telah dijebak orang. Sekarang mau cemas juga tidak ada gunanya. Dia hanya bisa berkata dengan tenang, “Tunggu, biar kulihat.”


Setelah itu, dia dengan tegas melepaskan tangan Yuya dan membuka tirai depan. Dia melihat kasim berwajah putih yang mengantar mereka keluar istana, entah sejak kapan sudah digantikan oleh pria berjanggut dan berpakaian krem. Punggung pria berpakaian tebal itu menghadap ke arahnya, melambaikan cambuk panjang di tangannya dan melajukan kereta kuda dengan penuh semangat.


Jalan yang dilaluinya seperti berada di sisi tebing, jalan di depannya berbatu dan ditumbuhi oleh ilalang. Dari waktu ke waktu, ada rusa dan kelinci yang lewat. Perlahan, jalan menjadi semakin sempit dan tidak ada ruang lagi bagi kereta untuk maju ke depan.

__ADS_1


__ADS_2