
Hello! Im an artic!
Dengan begitu, sebagai sang gadis suci, dia mulai menari dan menggerakkan pinggangnya dengan anggun di hadapan para Kaisar dan pangeran dari berbagai negara.
Lengan pakaiannya yang berkibar seperti sedang menari, seolah seperti sayap kupu-kupu yang mengepak, tubuhnya tampak seperti pohon willow yang lembut. Bocah suci yang ada di sampingnya segera mengeluarkan pita panjang berwarna-warni ke udara, gadis itu melambaikan lengan putihnya, dengan tenang membiarkan kain itu jatuh di lengan dan pergelangan tangannya yang putih seperti giok, pada saat ini, gadis itu mengangkat rambutnya yang tebal, menggoyangkannya dengan perlahan, menggenggam gaunnya dengan kedua tangan lalu dengan perlahan menghempaskannya, tubuh indah itu berputar dengan lincah, kemudian kembali memainkan pita berwarna-warni itu, benar-benar seperti burung phoenix yang sedang terbang di udara.
Hello! Im an artic!
Terdapat kelopak mawar berwarna merah muda pucat yang menghiasi pita itu, gadis itu menari mengikuti angin, kelopak mawar itu juga melayang turun seperti hujan, di tengah hujan mawar, gadis itu dengan cekatan berputar beberapa kali, rambutnya terlihat berkibar seiring dengan tarian, kemudian gadis itu menunjukkan serangkaian gerakan tarian yang sangat indah, gadis itu mengenakan aksesoris rambut yang aneh tapi terlihat indah di rambutnya, seketika aksesoris itu mengeluarkan suara dentingan yang renyah. Mendengar suara itu, gadis itu lalu dengan perlahan membuat pijakan, posturnya yang cantik itu benar-benar seperti burung wallet yang sedang terbang.
Tepat ketika semua orang sedang terpana, posturnya yang sedang menari itu semakin lama semakin cepat, tangan putih seperti giok itu bergerak dengan lincah, gaun pakaiannya berkibar, sepasang mata yang jernuh itu seakan ingin berbicara, cahaya menyebar seiring dengan gerakan tarian, dirinya seakan seeperti bunga di tengah kabut, begitu indah dalam kesamaran, dengan membawa warna-warna yang begitu indah namun tampak begitu jauh dan tidak terjangkau…
__ADS_1
Pada saat ini, tampaknya bahkan para Dewa pun dimabukkan oleh tariannya, angin yang awalnya masih berhembus sepoi-sepoi seketika mulai berhembus kencang.
Gadis itu masih tidak berhenti, tariannya semain lincah seiring dengan hembusan angin, sudah seperti burung wallet yang akan terbang, tubuhnya begitu lentur seperti gumpalan awan, lengannya begitu lembut seperti tidak bertulang, gadis itu menampilkan postur teratai selangkah demi selangkah. Pita berwarna-warni terbang, dia sudah seperti kupu-kupu yang terbang di antara bunga, seperti air yang mengalir, seperti bulan cerah di tengah pegunungan yang dalam, seperti matahari pagi yang bersinar, seperti embun di ujung daun, membuat penonton yang melihatnya terlena, mabuk dan tidak bisa menarik diri.
Hello! Im an artic!
Angin semakin lama semakin kencang, pada saat gadis itu berhenti menari, di saat bersamaan cadar putih yang menutupi wajahnya itu juga terlepas. Tampaknya bahkan langit pun sudah tidak bisa menerima bahwa gadis itu dengan sengaja menyembunyikan wajah yang mengejutkan itu.
Ji Xingyun tidak bisa lagi menahan kegembiraan di dalam hatinya, tanpa sadar dirinya melangkah maju.
Jika tatapan mata seseorang mirip, maka itu tidak ada salahnya. Wajahnya bahkan juga persis sama seperti Ratu Qin. Hanya saja sama seperti sebelum wajah Ratu Qin dirusak.
__ADS_1
Apa dia adalah Ratu Qin? Di dunia ini, bagaimana mungkin ada 2 orang yang begitu mirip?
Ji Xingyun tidak pernah berpikir ketika dirinya kembali melihat wanita ini, dia akan sangat bersemangat. Apa itu karena dirinya terkejut dikarenakan ada dua orang yang begitu identik di dunia ini? Atau itu karena… dirinya berharap bisa bertemu dengan wanita itu lagi?
Ji Xingyun tidak bisa memahami hatinya sendiri, Ji Xingyun hanya merasa bahwa pada saat ini dirinya ingin menangkap sesuatu. Dirinya mengulurkan tangan, secara naluriah ingin memilikinya.
Tapi pada saat ini, sosok tubuh yang tegap berdiri di hadapannya.
Pangeran Ping yang memiliki paras yang agak mirip dengannya menyela dengan suara dalam: “Kaisar, tidak boleh, dia adalah gadis suci.”
Karena sebelumnya, Ji Xingfeng juga bersemangat dan tidak percaya, sama seperti Kakaknya. Tapi akal sehat mengatakan pada dirinya bahwa jelas gadis ini bukan Ratu Qin yang mereka kenal. Pertama, paras Ratu Qin sudah rusak, bahkan jika sudah pulih, juga tidak mungkin bisa dibandingkan dengan gadis suci di hadapan mereka.
__ADS_1