
Hello! Im an artic!
Keesokan harinya…
Sebagai tamu penting Negara Kangqing, Bei Fengcheng ditemani oleh Kaisar Zhaolie untuk menikmati pemandangan taman dengan membawa selir Mulia, Putri Liqing.
Hello! Im an artic!
Dalam perjalanan, Selir ulia dan Bei Fengchen saling bertukar salam, kemudian membicarakan beberapa hal sepele mengenai Negara Beifeng, pada akhirnya Putri Liqing merasa sedih dikarenakan fakta bahwa kondisi Kakak Kaisarnya tidak terlalu sehat.
Bei Fengchen menatap ke arah keponakannya itu, memikirkan senyum polosnya ketika masih kecil, hatinya dipenuhi dengan emosi. Liqing dulu adalah Putri yang paling cantik dan paling polos di antara semua putri Kakaknya. Ketika masih kecil, meskipun Bei Fengchen adalah Pamannya, tapi dirinya hanya beberapa tahun lebih tua dari Liqing. Dulu Liqing adalah orang yang paling suka mengganggu dan bermain dengannya.
Sekarang, setelah 2 tahun berada di Istana, sudah tidak ada lagi senyum polos dan indah di wajahnya, wajah cantiknya itu masih tetap sama. Tapi setiap saat malah selalu menunjukkan ekspresi yang sedih dan getir.
Pada awalnya, Liqing memohon padanya dengan getir agar Ayahnya bisa menyetujui untuk menikahkannya ke Negara Kangqing. Karena sejak pertama kali bertemu dengan pria itu, Liqing bahkan mengabaikan sikap pendiamnya dan mengatakan pada pria itu bahwa dirinya jatuh cinta pada pria itu dan akan menunggu pria itu untuk menikahinya dalam seumur hidupnya.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Sekarang jelas Liqing sudah mendapatkan keinginannya, tapi mengapa Liqing berubah menjadi begitu kurus dan rapuh? Bahkan terkadang matanya menampilkan rasa kesedihan yang begitu hampa, sebenarnya apa yang terjadi?
Ya, meskipun Liqing berpura-pura sedang melihat pemandangan di kejauhan, tapi sepasang mata itu jelas-jelas tidak melihat pemandangan indah di kejauhan, seolah dia sedang merindukan seseorang, cinta yang begitu dalam dari seseorang.
Dalam sekejap, Bei Fengchen sedikit dikejutkan oleh tatapan mata seperti itu, dulu sekali, dirinya seolah pernah melihat tatapan mata seperti itu.
Ya, tatapan mata miliki Leng Bingxin.
Saat pertama kali melihatnya, Leng Bingxin selalu menunjukkan jenis tataman mata seperti ini, sama seperti tatapan mata Liqing yang seperti ini, benar-benar sangat menarik perhatiannya.
Hanya saja kemudian sorot mata seperti itu perlahan-lahan disembunyikan, hingga diirnya tidak bisa melihatnya lagi. Tapi malah digantikan dengan tatapan kesepian tanpa akhir, taapan dingin yang tak berujung.
Ternyata dia sedang merindukan seseorang? Apa hatinya sudah tidak ada dan dibawa pergi oleh orang itu?
Entah mengapa, Bei Fengchen merasakan sakit di dalam hatinya, seketika dirinya langsung menatap ke langit, menatap ke arah awan putih bersih yang mengambang, sosok Leng BIngxin yang memakai gaun putih melintas di benaknya.
Pada saat ini dirinya begitu ingin menariknya ke dalam pelukannya, menggunakan kehangatan tubuhnya untuk melelehkan hati yang mendingin itu.
__ADS_1
“Liqing…” Setelah sekian lama berllau, Bei Fengchen akhirnya menenangkan suasana hatinya dan memanggil dengan suara pelan.
Liqing akhirnya tersadar kembali dari tatapannya yang melihat ke arah kejauhan langit yang tidak terbatas, Liqing menatap Bei Fengchen dengan raut hampa dan tersenyum: “Paman?”
“Apa orang itu memperlakukanmu dengan baik?”
Liqing tersenyum getir saat mendengar ucapan ini, di wajah yang sangat cantik itu ternyata terdapat sedikit kesedihan. Apa ini adalah gadis yang dulu begitu polos dan cantik itu?
“Apa Paman sedang membicarakan mengenai Kaisar Zhaolie?”
“Siapa lagi selain dia? Apa kamu sudah terbiasa dengan kehidupan di Istana? Kudengar sejak dia mengangkatmu menjadi Selir Mulia, dia tidak pernah lagi menobatkan Selir lainnya.”
“Ya, tidak pernah menobatkan Selir lainnya lagi, dan juga tidak memberi kasih sayang pada wanita cantik lainnya.”
Bei Fengchen menghela nafas dan menatapnya dengan penuh arti, matanya yang tampan itu menunjukkan sedikit raut kekhawatiran, dia kemudian berkata: “Tapi, mengapa dia tidak memberikan padamu posisi Ratu?”
Wajah Liqing memucat, dan dia tersenyum pahit: “Posisi Ratu, aku tidak berani mengharapkannya dan lagi aku sadar diri bahwa aku tidak memiliki kemampuan sebagai Ibu Negara.”
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak berani mengharapkannya? Kamu adalah putri Negara Beifeng, apa merendahkanmu dengan menikah ke Negara Kangqing, kamu bahkan tidak bisa menduduki posisi Ratu?”