
Hello! Im an artic!
Namun mendengar Ye Wushuang masih bisa menyanyikan lagu yang begitu mempesona, sudah pasti dia baik-baik saja… Sudut bibir She Jingtian tanpa sadar mengulas senyum lega.
Setelah satu lagu selesai dinyanyian, mereka berdua seakan masih tenggelam di dalamnya dan masih tidak bisa melepaskan diri, angin pelan berhembus, membawa sedikit kesejukan pada mereka.
Hello! Im an artic!
Pada saat ini, pintu ruangan dibuka, sosok kurus dan ramping itu berjalan keluar. Setelah menutup pintu, dia kemudian berbalik dan melihat dua sosok tinggi dan tegap itu.
Ye Wushuang sedikit terkejut, sepertinya tidak menyangka akan bertemu dengannya pada saat ini, perasaan tiba-tiba itu sudah seperti sedang bermimpi.
Di bawah sinar matahari, pakaian ungu milik She Jingtian berkibar, wajahnya begitu tampan, temperamennya sangat anggun, hanya saja ekspresinya itu sedikit datar. Pada saat ini, mata hitam pekat milik She Jingtian sedang menatapnya, terdapat semacam aura abadi yang selamanya tidak bisa berubah, dulu Ye Wushuang berpikir itu adalah kesombongan dan kebanggaan yang sudah seharusnya dimilikinya, tapi sekarang temperamen inilah yang membuat dirinya terisolasi dari dunia.
Dua pasang mata itu saling bertatapan, dalam situasi di mana ribuan kata sulit untuk diungkapkan, hanya kedinginan dan kehampaan saja yang tersisa.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang memalingkan tatapannya dengan gugup, mata yang berkabut itu sudah seperti langit berbintang yang ditutupi oleh kabut, menampakkan keindahan dan kesedihan yang terlihat samar. Momen yang membuat orang ingin mencari tahu itu malah tiba-tiba menjadi suram.
“Wushuang memberi hormat pada Tuan Penguasa Kota.” Ye Wushuang memberi hormat, dengan ekspresi tenang dan dingin yang seharusnya dimilikinya.
Sedangkan ketika She Jingtian mendengarnya, alis tampannya itu sedikit berkerut, sejak kapan jarak di antara dirinya dan Ye Wushuang menjadi begitu asing? Dirinya ingat saat pertama kali bertemu, Ye Wushuang memberi hormat padanya seperti ini. Bukankah ini adalah hasil yang diharapkannya? Menjaga jarak, tidak melewati batas, mengapa ketika benar-benar menghadapi momen ini dirinya malah merasa sedikit tidak nyaman?
“Hei, kamu adalah Wushuang?”
Pangeran Liang menatap ke arah Ye Wushuang dengan sedikit penasaran, matanya yang sipit itu dipenuhi dengan rasa ingin tahu dan juga keterkejutan.
Pria di hadapannya itu mengenakan jubah berwarna biru yang begitu mewah, parasnya begitu tampan dan juga memikat, dengan sepasang mata tajam yang bercahaya, hanya dengan mengerjapkan matanya saja, dia sudah dapat membuat orang lain terpesona. Kulit putih bagai giok itu bahkan jauh lebih baik dibanding wanita, bibir merah yang cukup tebal itu memiliki keindahan bagaikan kelopak bunga sakura. Tidak perlu membicarakan penampilannya, yang paling membuat orang lain terpesona adalah dia memiliki semacam keanggunan dan kemuliaan yang tidak dimiliki oleh orang lain, hanya melihat tindakannya saja bisa diketahui bahwa orang ini bukan orang biasa.
Jika tidak salah menebak, orang ini seharusnya adalah Pangeran Liang yang merupakan tamu terhormat yang disambut oleh She Jingtian. Ye Wushuang menebak dalam hati, tapi dirinya tidak berani memastikan, jadi dia hanya dengan sopan menjawab: “Benar.”
__ADS_1
“Apa kamu yang tadi baru saja bernyanyi?” Pangeran Liang melambaikan lengan pakaiannya dan menatap Ye Wushuang dengan penuh semangat.
Ye Wushuang mengatupkan bibirnya, tatapan matanya datar: “Ya.”
“Hmm, nyanyianmu cukup bagus, di kemudian hari jika kamu punya waktu, maka bernyanyilah untukku.”
Sekujur tubuh Ye Wushuang menegang, dia menatap ke arah She Jingtian dengan sedikit ragu.
She Jingtian berdiri diam tidak bergerak, sebenarnya hatinya merasa tidak nyaman tapi dirinya tidak ingin menunjukkannya di depan Pangeran Liang, She Jingtian hanya berjalan menghampiri dengan tenang lalu berkata: “Wushuang, ini adalah Pangeran Liang dari Dinasti Nan.”
“Aku memberi hormat pada Yang Mulia Pangeran Liang, aku bersikap tidak sopan tadi, kuharap Pangeran Liang bisa memaafkannya.”
“Tidak masalah.” Pangeran Liang menjawab sambil tersenyum, mata sipitnya itu terlihat sangat menawan, senyumannya itu juga membuat orang lain merasa sangat nyaman.
“Wushuang, Pangeran Liang datang untuk melihat Min’er, apa dia ada?”
__ADS_1
“Nona Min’er baru saja tertidur, atau tidak bagaimana jika Tuan Penguasa Kota dan Pangeran Liang menunggu sebentar, aku akan pergi untuk membangunkan Nona?”
Setelah selesai berbicara, Ye Wushuang baru saja mengambil satu langkah, tapi dia malah dihentikan oleh seseorang, She Jingtian lepas kendali dan menggenggam tangan Ye Wushuang, dia lalu berkata dengan mata berbinar: “Tidak perlu, tunggu saja sampai dia bangun.”