Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 977


__ADS_3

Kenapa dia dilahirkan persis sama seperti Ratu Qin tapi dirinya malah memiliki dua emosi yang berbeda? Ji Xingyun tidak dapat menemukan jawabannya, dirinya hanya merasa dirinya sangat ingin menghargai dan sangat ingin wanita di hadapannya ini tinggal di sisinya selama sisa hidupnya.


Hello! Im an artic!


“Jangan… jangan… jangan tinggalkan aku…”


Tiba-tiba Ye Wushuang meraih tangan Ji Xingyun dan mulai berbicara dengan panik. Terdapat sentuhan luka dan cemas di wajah cantik itu, sudah seperti anak kecil yang tersesat di tengah hutan. Alisnya mengernyit semakin dalam, tangan Ye Wushuang yang menggenggam tangannya semakin erat.


Hello! Im an artic!


Hati Ji Xingyun entah mengapa terasa sakit, Ji Xingyun membiarkan telapak tangannya dipegang oleh Ye Wushuang dan dengan lembut berkata menenangkan: “Jangan takut, aku ada di sisimu.”


Setelah mendengarkan kata-kata ini, Ye Wushuang akhirnya sedikit rileks, alisnya perlahan sudah tidak berkerut, senyum kecil terulas di sudut bibirnya: “Jangan membenciku… aku benar-benar ingin menemani di sisimu…”


“Benci…” Ji Xingyun bergumam pelan, pupil matanya yang gelap seketika menjadi semakin dalam, raut wajahnya berangsur-angsur menggelap. Dalam ingatannya, dirinya tidak pernah mengatakan bahwa dirinya membencinya…Dan lagi selama beberapa hari ini, dirinya begitu menghargai Ye Wushuang, jika Ye Wushuang mengatakan kata-kata seperti itu, apa mungkin dalam hati Ye Wushuang, orang yang dipikirkannya bukanlah dirinya…

__ADS_1


Detik berikutnya, Ji Xingyun perlahan-lahan melepaskan tangannya, dikarenakan Ye Wushuang menggenggam telapak tangannya dalam mimpi, pergerakan itu membuat Ye Wushuang tiba-tiba terbangun.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang membuka matanya, sepasang mata jernih itu tampak berkabut, sudah seperti sebuah bintang yang sudah akan naik ke cakrawala.


Begitu indah dan menawan, mampu menerangi kesuraman dalam hati yang terdalam.


“Kaisar, kamu ada di sini…” Ye Wushaung berkata pelan lalu bersandar di ranjang, melihat Kaisar Qi yang berpakaian rapi dan duduk di depannya, tidak tahu sudah seberapa lama wajah tidurnya yang jelek dilihat olehnya, seketika wajah Ye Wushuang tersipu karena merasa malu.


“Bukan, aku hanya merasa rapat pengadilan pagi sudah hampir tiba, jika Kaisar tidak pergi sekarang takutnya para pejabat di rapat pengadilan mungkin akan terguncang.”


Ye Wushuang berbicara pelan, Ye Wushuang tidak tahu apa yang diperbuatnya hingga menyinggung orang ini, ekpresi Kaisar Qi sudah terlihat sangat jelek di pagi hari.


“Kalau begitu demi dirimu, aku tidak pergi ke sana.” Memikirkan ucapan Ye Wushuang dalam mimpi, Kaisar Qi lalu menjawab dengan marah.

__ADS_1


Ye Wushuang terpaku dan menatap dengan takjub: “Kaisar, apa aku melakukan kesalahan?”


Kaisar Qi berbalik, tatapan matanya berat dan dia berkata dengan nada tegas: “Tidak, kamu tidak melakukan kesalahan. Aku yang salah, tidak seharusnya aku ada di sini, puas?”


Setelah berbicara, Kaisar Qi melambaikan jubah naganya dan bersiap untuk pergi.


Ye Wushuang melangkah maju dengan panik, bergegas mengulurkan kedua tangannya dan memeluknya dari belakang untuk mencegahnya pergi.


Kaisar Qi tidak pernah merasakan inisiatif Ye Wushuang, meskipun Ye Wushaung terpaksa melakukannya kali ini, tapi dalam lubuk hati Kaisar Qi malah muncul sentuhan kepuasan yang tidak pernah ada sebelumnya.


“Kaisar, jika ada hal yang membuatmu tidak senang maka katakan saja langsung padaku, untuk apa menyiksaku seperti ini? Boleh saja jika kamu tidak ingin pergi ke rapat pengadilan, tapi kamu harus menjelaskannya.”


Ye Wushuang tidak ingin Kaisar Qi pergi dan bertanya dengan nada sedih. Ya, Ye Wushuang membenci perasaan yang tidak jelas ini, meskipun dia adalah Kaisar tapi dia juga tidak bisa melampiaskan amarahnya dengan seenaknya. Dirinya jelas-jelas melayaninya dengan baik tadi malam, apa yang terjadi padanya?


Tentu saja Ye Wushuang masih tidak menyadari bahwa tindakan intim yang baru saja dilakukannya sudah mencairkan semua kemarahan dalam hati Kaisar Qi.

__ADS_1


Kaisar Qi berbalik dan menatap mata Ye Wushuang yang berkabut dan juga wajah cantik Ye Wushuang yang tampak kesepian. Kaisar Qi mencium dahi Ye Wushuang lalu berkata dengan penuh kasih: “Jika kamu mempertahanku seperti ini lebih awal maka aku tidak akan marah.”


__ADS_2