Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 794 Jika Tidak Ingin Mati Maka Pergi Denganku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kalian tidak akan bisa menemukannya, jadi tidak perlu repot-repot.”


“Baik, karena kamu begitu keras kepala maka jangan salahkan aku karena bertindak tidak segan! Pengawal, bawa dia pergi dan hukum dia dengan berat.”


Hello! Im an artic!


Bibi pengurus yang memakai pakaian hitam memberi perintah dengan wajah dingin, beberapa gadis baru ingin bertindak, tapi gerbang Paviliun Sheng tiba-tiba dirobohkan oleh orang lain dengan menggunakan benda berat.


Kemudian puluhan pembunuh berpakaian hitam bergegas maju dengan memegang pedang di tangan mereka. Aura membunuh yang seketika menerjang membuat semua orang yang hadir di sana merinding.


Bibi pengurus merupakan orang yang sudah berpengalaman, saat itu juga dia keluar dari kerumunan dan berteriak dengan ekspresi dingin: “Lancang! Kalian siapa? Beraninya menerjang masuk ke dalam Paviliun Sheng tanpa izin, apa kalian tidak takut menyinggung para Dewa?”

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan ini, pria berpakaian hitam yang merupakan pimpinan rombongan itu tertegun untuk sejenak, tapi ketika tatapannya terjatuh pada Ye Wushuang, dia lalu membulatkan tekadnya dan berkata: “Berhenti berbicara omong kosong, maju!”


Hello! Im an artic!


Setelah perintah diberikan, para pembunuh berpakaian hitam itu langsung menerjang maju.


Bibi pengurus tidak tahu bahwa orang-orang ini menargetkan Ye Wushuang, dirinya berpikir Si Jin sudah membocorkan rahasia Yinglou, karena itu para pembunuh ini datang untuk membunuh mereka.


Saat itu juga Bibi pengurus sudah tidak peduli akan martabat dan kejayaan sebelumnya, dia membawa gadis lainnya untuk melawan para pembunuh berpakaian hitam itu.


Tidak disangka, demi menggantikan Si Jin sebagai gadis suci, Ye Wushuang malah menyebabkan bencana seperti ini.


Ye Wushuang sama sekali tidak tahu siapa yang mengutus orang-orang ini, lalu sebilah cahaya yang menyilaukan menebas ke arahnya. Ye Wushuang ingin mundur, tapi baru menyadari bahwa dirinya berada di sudut dinding. Perasaan sudah tidak ada jalan lagi membuatnya secara naluriah membuka mulutnya lebar-lebar dan berseru, dalam kepanikan Ye Wushuang segera menutup matanya. Bahkan jika mati, Ye Wushuang juga tidak rela melihat tampilan dirinya yang bercucuran darah karena ditebas oleh pihak lain.

__ADS_1


Dalam kegelapan, suara “brakk–” terdengar, diikuti dengan geraman keras dari seoranng pria. Rasa sakit yang sudah dibayangkan itu tidak datang, pada saat ini, Ye Wushuang hanya merasakan pergelangan tangan kanannya terasa panas, dirinya dipegang oleh sebuah kekuatan yang kuat dan juga lembut.


Ye Wushuang membuka matanya dengan panik dan bertemu dengan sepasang mata yang tajam dan arogan, tatapan itu menatap lurus ke arah dirinya, itu merupakan sebuah wajah dingin dengan jejak kegilaan dan keseriusan. Namun di balik keseriusan itu tersembunyi hawa dingin yang menolak dan menjauhkan orang lain.


Ye Wushuang tidak asing dengan orang ini, dia adalah Ji Xingfeng, Pangeran ke-4 Negara Qi.


Bagaimana bisa dia… Ye Wushuang menatapnya dengan bodoh, raut Ji Xingfeng perlahan berubah menjadi kejam dan berteriak: “Jika tidak ingin mati maka pergi denganku!”


Setelah mengucapkan kalimat itu, Ji Xingfeng menggenggam tangan Ye Wushuang dan membuka sebuah jalan penuh darah.


Bukankah Ji Xingfeng yang membunuh dirinya? Ji Xingfeng dalam ingatannya itu benar-benar sangat membencinya. Tapi saat ini, dari tindakannya yang membunuh siapapun yang menghadang mereka, bisa dilihat dengan jelas bahwa Ji Xingfeng ingin melindunginya dan membawanya pergi.


Tentu saja para pembunuh berpakaian hitam itu tampak panik saat melihat Ye Wushuang diselamatkan oleh orang lain. Mereka semua membebaskan diri dari jeratan para gadis Yinglou dan mengalihkan target mereka pada Wushuang. Saat ini, seorang pria dengan mata merah darah dan aura membunuh tak berujung, benar-benar sudah tidak pandang bulu, dia langsung langsung mengangkat pedangnya dan langsung menerjang ke arah Ye Wushuang.

__ADS_1


Pada saat kritis ini, Ye Wushuang hanya bisa secara reflek menundukkan kepalanya, tidak berani memikirkan apa yang akan terjadi di detik berikutnya.


Siapa tahu tubuhnya malah sedikit bersandar pada saat ini, kemudian Ye Wushuang ditarik masuk ke dalam sebuah pelukan yang hangat dan kuat, lalu Ye Wushuang mengangkat kepalanya dan melihat pembunuh yang bermata merah itu sudah ditendang sangat jauh oleh Ji Xingfeng. Pada saat ini, sisi wajah Ji Xingfeng terlihat di matanya, Ji Xingfeng adalah pria yang dingin dan tegas, di saat bersamaan hatinya itu juga sama seperti penampilannya, begitu dingin hingga membuat orang lain merasa dia tidak mudah untuk didekati.


__ADS_2