Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 528 Kutukan Terakhir


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Ruchen berteriak sambil menangis, Ji Xingyun malah membalikkan punggungnya dengan kejam, bahkan dia tidak menatapnya sama sekali untuk terakhir kalinya.


Qin Ruchen menggigit bibir merahnya, menolak untuk membuka mulutnya, membuat daging di bibir bawahnya itu terkatup dengan begitu erat. Wajah yang telah disayat itu di masih mengalirkan darah, Qin Ruchen melototkan matanya lebar dengan putus asa untuk berjuang melawan, sisi yang terlihat seakan seperti sedang bertahan hidup di neraka itu membuat orang lain merasa gemetar.


Hello! Im an artic!


Hanya pada saat inilah Qin Ruchen akhirnya mengerti, dirinya hanya dimanfaatkan selama menjadi suami istri selama 3 tahun ini. Ji Xingyun dulu bersikap begitu baik padanya, itu semua hanya karena Ji Xingyun ingin mengkonsolidasikan tahtanya, tapi sebenarnya dalam lubuk hatinya, Ji Xingyun sangat membenci dirinya, dia begitu jijik hingga bahkan ingin menghabisi darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Dulu, Qin Ruchen pernah mendengar Ji Xingyun berkata bahwa dia membenci semua hal buruk di dunia, Qn Ruchen berpikir kecantikannya akan memikat hati Ji Xingyun. Tentu saja, setelah Ji Xingyun mendapatkan dunia, dia ternyata keberatan akan metode dan kekejamannya dirinya, apa Ji Xingyun lupa bahwa semua yang dilakukannya itu adalah demi dirinya…


Ji Xingyun, meskipun kamu memiliki dunia, tapi kamu malah memiliki hati yang paling sempit dan egois, bahkan jika kamu mendapatkan Zhao Xueyan, wanita yang secantik Dewi, tapi suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa dia itu tidak sebaik diriku. Karena metode Zhao Xueyan itu 100 kali lipat lebih licik dibanding darinya, semua hal yang tampak indah di sekitarmu itu diperoleh dengan semua metode kotor. Semoga selamanya kamu hidup dalam penipuan diri sendiri yang kotor dan buruk ini.


Ini adalah kutukan terakhir Qin Ruchen dalam hati setelah memejamkan matanya.


Hello! Im an artic!


Tatapan mata itu begitu tidak bertenaga dan pucat, membuat wanita itu memejamkan matanya dengan penuh keengganan dan kesakitan.

__ADS_1


Kedua ingatan yang kontras ini merangsang di otak Ye Wushuang, menyebabkan dirinya merasa sudah hampir rubuh. Yang paling membuatnya frustrasi adalah pria berjubah kuning kuno yang ada di ingatannya itu, jelas-jelas sangat asing tapi entah mengapa dirinya malah merasa sangat familiar, bahkan dirinya hatinya tiba-tiba merasakan sakit ketika memikirkan tampilan pria itu. Jenis sakit yang sangat dalam itu pernah dirasakannya sebelumnya, itu adalah rasa sakit ketika dirinya menangkap pacarnya berselingkuh.


Pelayan Istana, Yuya, berjalan menghampiri dengan perlahan ketika mendengar pergerakan dari arah ranjang, dia dengan lembut mengangkat tirai putih polos dengan tangannya, melihat Ye Wushuang menatap sekeliling dengan membelalakkan matanya dan tidak bergerak sama sekali, bibir pucatnya itu sedikit terbuka seakan ingin mengatakan sesuatu, tapi pada akhirnya tidak tahu harus berkata apa.


Yuya yang sudah terbiasa melihatnya seperti ini hanya melirik sekilas dengan datar, dia berkata dengan sikap dingin yang seharusnya memang dimiliki oleh orang di Istana Dingin: “Permaisuri, kamu sudah bangun?”


“Yuya?”


Menatap wanita yang baru berusia 15 atau 16 tahun ini, wanita ini mengenakan pakaian Istana berbahan dasar biru dengan pola delima bersulam merah yang dihiasi dengan burung-burung, Ye Wushuang dapat dengan mudah memanggil namanya. Setelah memanggilnya, Ye Wushuang sendiri juga terkejut. Ini pertama kalinya dirinya melihat gadis kecil yang kurus dan cantik ini, tapi kenapa dirinya bisa tahu namanya dalam sekejap? Dan lagi dirinya bahkan tahu semua kebiasaan dan juga kesukaannya?

__ADS_1


Yuya adalah seorang pelayan Istana yang pendiam dan juga tidak pandai menyenangkan hati orang lain, sudah memasuki Istana selama beberapa tahun tapi malah tidak mendapatkan rasa suka dari Bibi lain di istana, Yuya terus ditugaskan ke berbagai tempat untuk melakukan pekerjaan kasar. Kemudian Ratu menjadi gila dan dikirim ke “Istana Zhihua”, Bibi lainnya akhirnya mengirimnya untuk bertugas di sini.


__ADS_2