Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 680 Bakat Apa Yang Kumiliki


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Benar-benar berharap Min’er selamanya bisa begitu cantik dan polos seperti ini, berharap Tuhan tidak akan pernah menyakiti anak yang cantik ini. Ye Wushuang diam-diam berdoa dalam hati, takut akan mengganggu waktu istirahat Min’er karena itu dia bangkit dan pergi dengan tenang.


Di luar paviliun, sosok tegap sudah berdiri di sana hingga membuat Ye Wushuang sangat terkejut.


Hello! Im an artic!


Pria itu amat tampan, jubah berwarna ungu miliknya membuatnya terlihat begitu mulia dan sombong, alis hitam yang seperti tinta, mata yang seperti bintang, semua itu terus menerus menatap semua pergerakan dan senyum Ye Wushuang.


Pada saat ini, tapan matanya terlihat begitu dalam, sinar matahari yang terik menyinari wajahnya, di saat bersamaan membuat dirinya terlihat lebih bebas dan tampan, dan juga menonjolkan sedikit maskulinitasnya.


“Tuan Penguasa Kota, kenapa kamu ada di sini?”


Menghadapi keraguan Ye Wushuang, She Jingtian hanya menatapnya dengan ringan. Ye Wushuang memakai gaun polos, rambut hitam panjangnya itu hanya diikat dengan pita putih sederhana, wajah yang dilapisi cadar perak itu mengungkapkan sedikit misteri, sedangkan sepasang mata yang jernih bagai mata air musim gugur itu malah memiliki efek yang memabukkan jiwa.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Sekian lama, ketika Ye Wushuang sudah merasa sedikit tidak nyaman karena dilihat seperti itu, She Jingtian lalu tertawa, mata hitamnya itu dipenuhi dengan kejutan: “Nyanyian Nona Wu Shuang benar-benar sangat mengharukan, bahkan gaung nyanyian itu bisa berlanjut selama tiga hari.”


Ye Wushuang berpikir pihak lain sedang menertawakannya, lagipula lagu ini digunakan untuk membujuk anak kecil di abad ke-21. Tiba-tiba Ye Wushuang tersipu dan berkata: “Jika Tuan Penguasa Kota merasa itu tidak pantas, maka aku tidak akan menyanyikannya lagi.”


Melihat mata Ye Wushuang yang terkulai sudah seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya, di saat bersamaan terlihat cantik namun juga terlihat sedikit sedih.


She Jingtian langsung berkata dengan cemas: “Tidak, jika tidak bisa mendengar suara yang begitu mengharukan itu lagi, bukankah hal itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidup? Nona Wushuang, jangan mengubur bakatmu sendiri.”


Ketika Ye Wushuang mendengar ucapan ini, suara “Pfftff–” terdengar, Ye Wushuang lalu berkata: “Bakat apa yang kumiliki?”


Ye Wushuang tersenyum, matanya mengerjap, sudah seperti meteor yang melintar, bisa digambarkan benar-benar sangat indah.


Meskipun agak tidak sopan untuk membangunkan Min’er pada saat ini, tapi Min’er pasti akan sangat senang jika tahu Paman She datang untuk menemuinya.


Tidak disangka She Jingtian malah melambaikan tangannya, wajah tampan yang mulia itu lalu berkata dengan datar: “Tidak perlu, aku hanya melewati tempat ini dan terpesona oleh suara nyanyianmu.”


Setelah selesai mengatakan kalimat ini, She Jintian menatap Ye Wushuang dengan maksud dalam, sedangkan Ye Wushuang yang wajahnya sudah memerah itu tidak berani lagi untuk menatapnya.

__ADS_1


She Jingtian mengatupkan bibirnya dan tersenyum, berbalik dengan santai, seolah merasa beberapa tujuan dalam perjalanannya kali ini sudah tercapai.


Ketika Ye Wushuang melihat She Jingtian akan pergi, seakan tiba-tiba teringat sesuatu, Ye Wushuang dengan panik maju dan memanggil pelan: “Tunggu …”


She Jingtian berbalik dan tertawa: “Nona Wushuang, apa ada urusan lain?”


Ekspresi Ye Wushuang berubah menjadi serius, berpikir sejenak kemudian berkata: “Aku sudah mendengar tentang Hong Luan.”


Dalam sekejap, She Jingtian menyimpan kembali tawanya dan wajah tampannya itu berubah menjadi serius.


“Lalu memangnya kenapa?”


“Kudengar Tuan Penguasa Kota mengusirnya dari Kastil Wuyou?”


“Ya.” She Jingtian menjawab dengan lugas, tidak ada keraguan sedikitpun.


Sedangkan Ye Wushuang malah merasa khawatir: “Tuan Penguasa Kota tidak harus melakukan ini untukku, Hong Luan adalah bawahanmu yang paling setia, dia hanya bertindak gegabah saja.”

__ADS_1


“Tidak peduli seberapa gegabah, tetap saja tidak boleh membunuh orang yang tidak bersalah, dan lagi kamu juga telah melihat bahaya pada hari itu, bagaimana jika menyakiti Min’er?” She Jingtian berkata dengan dingin, melihat Ye Wushuang yang terlihat sedikit terbebani, She Jingtian akhirnya menghela nafas tanpa daya dan berkata: “Sebenarnya masalah ini tidak ada hubungannya denganmu, aku bisa memperlakukannya dengan begitu kejam, itu karena Kastil Wuyou memiliki aturannya sendiri, Hong Luan terlalu seenaknya dan ceroboh, jika tidak dihukum seperti ini, takutnya hanya akan membawanya bencana yang lebih besar pada Kastil Wuyou.”


__ADS_2