Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 72 Marah-marah Tidak Jelas


__ADS_3

Lu’Er pun langsung berjalan masuk lalu meletakkan obat yang dia bawakan dan berkata dengan lembut, “Permaisuri, jangan sedih lagi, semuanya akan berlalu. Minum obat ini dulu ya, agar bisa lebih cepat sembuh.”


Qin Ruojiu langsung merasa pusing setelah mencium aroma obat itu. Qin Ruojiu merasa jijik ketika teringat pria itu membantunya memakan obat ini dengan mulut dan bibirnya, “Bawakan keluar saja, hari ini aku tidak ingin meminumnya.”


“Ini ….” Lu’Er pun merasa tidak tenang dan melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan bingung.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara orang yang mengerikan, “Buka pintunya!”


Kemudian terdengar suara langkah kaki Kang Yong berjalan masuk ke dalam.


Lu’Er yang melihat Kang Yong pun langsung terkejut dan berlutut di depan Kang Yong dan berkata, “Lu’Er menghormat pada Kaisar.”


Kang Yong tidak menghiraukan Lu’Er yang sedang berlutut di atas lantai itu. Tatapan matanya hanya tertuju pada Qin Ruojiu yang terbaring lemah di atas kasur itu. Lalu dia berkata dengan dingin, “Kenapa? Apa kamu masih marah padaku karena salah paham sama kamu?” Kang Yong langsung mengambil mangkuk obat yang ada di tangan Lu’Er lalu melambaikan tangannya ke arah Lu’Er dan memberinya isyarat untuk pergi.

__ADS_1


Lu’Er langsung beranjak berdiri lalu melihat ke arah Permaisuri sebentar, lalu bergegas keluar dari sana.


“Untuk apa kamu datang ke sini?” Qin Ruojiu pun membalikkan badannya dan melihat ke arah dalam kamarnya dan membiarkan Kaisar Zhaolie melihat punggungnya.


Kaisar Zhaolie sedikit kesal dan hendak menyerangnya, tetapi Kaisar Zhaolie melihat noda merah yang ada di baju putih Qin Ruojiu dan darahnya yang terus mengalir keluar dari lukanya. Luka yang ada di tubuhnya itu sepertinya terbuka lagi, makanya darah itu terus mengalir keluar dari tubuhnya. Tetapi Qin Ruojiu yang sudah terluka seperti itu masih saja tetap keras kepala. Kaisar Zhaolie memegang bahunya dan membalikkan tubuhnya dengan perlahan.


Qin Ruojiu ingin menolaknya, tetapi tubuhnya tidak memiliki tenaga untuk melawan, dia hanya bisa menolehkan kepalanya. Tubuhnya semua terasa sakit dan lemas tidak berdaya.


“Aku mau memberimu minum obat!”


Wanita ini benar-benar cari mati. Kangyong dengan berbaik hati hendak membantunya minum obat, dia malah marah-marah tidak jelas. Dan Kang Yong juga melakukan ini bukan karena merasa bersalah padanya, tapi karena dia mau menebus semua perbuatannya itu Dia benar-benar tidak menyangka Qin Ruojiu begitu benci padanya.


Jejak air mata yang mengalir dari mata Qin Ruojiu masih belum kering, dia berkata dengan nada marah dan kesal pada Kang Yong, “Tubuh ini tubuhku sendiri, biar aku sendiri yang mengurusnya sendiri. Kalau Kaisar memiliki waktu kosong untuk datang kemari, bukannya lebih baik Kaisar menggunakan waktu kosong ini untuk mengurus masalah besar negara ini?”

__ADS_1


Mendengar itu, Kaisar Zhaolie pun langsung berkata dingin, “Aku hanya mau menyuapimu minum obat saja, setelah itu aku langsung pergi!”


Qin Ruojiu pun tertawa dingin melihat ke arahnya dan berkata, “Aku tidak mau minum obat!”


Kang Yong berusaha untuk menahan emosi yang ada di dalam dirinya dan berkata, “Jika kamu tidak mau meminumnya karena kamu tidak bisa melakukannya sendiri, aku yang akan membantu menyuapimu.” Selesai bicara, Kang Yong pun langsung menggunakan sendok untuk mengambil sesuap obat itu dan mengarahkannya ke arah mulutnya. Lalu dia menggunakan tatapan sedikit hangat yang tidak pernah dia gunakan untuk menatap Qin Ruojiu.


Pria ini kenapa bersikeras mau menyuapinya makan obat. Apakah ini karena ia berharap Qin Ruojiu akan bisa cepat sembuh, supaya dia bisa menyiksanya lagi?


Pada saat itu, Qin Ruojiu memalingkan kepalanya. Wajahnya itu tampak penuh dengan amarah dan perlawanan. Sepertinya dugaannya benar, kalau begitu lebih baik waktu itu dia mati saja. Hidup seperti ini, hanya membuatnya merasa menderita.


Kemudian, seperti bisa membaca pikirannya, Kangyong tiba-tiba melihatnya dengan tatapan kesal. Lalu Kaisar Zhaolie pun menggunakan tangannya untuk membuka mulut Qin Ruojiu.


“Ah!” Qin Ruojiu yang merasa kesakitan itu pun menjerit dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan kesal dan marah. Lalu tatapan mata mereka berdua pun bertemu dan dia merasa sekujur tubuhnya sakit. Tatapan mata itu sangat tajam. Sebenarnya apa yang mau dia lakukan?

__ADS_1


__ADS_2