Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 551 Kebanyakan Orang Tidak Bisa Memakannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ucapan itu benar-benar membuat Ye Wushuang panik, dia langsung melambaikan tangannya dan berkata: “Bibi Li, jangan membuang benda ini, aku tahu kamu berniat baik, tapi buah ini benar-benar benda yang baik, hanya saja kebanyakan orang tidak bisa memakannya].”


Bibi Zhang yang berada di samping berkata dengan sedikit tidak percaya: “Permaisuri, apa yang kamu katakan itu benar?”


Hello! Im an artic!


Bibi Li malah berkata: “Permaisuri, aku tahu kamu sangat murah hati dan juga baik, tapi kamu tidak boleh mentolerir orang lain hingga menginjak-injakmu seperti ini, dan lagi hal ini juga mempermalukan wajah Ibu Suri. Permaisuri tidak perlu menderita seperti ini, semakin Permaisuri tidak menunjukkan sikap di Istana, maka Permaisuri akan semakin tertindas.”


Bibi Li berpikir Ye Wushuang sengaja bersikap menyukainya dan berusaha menerimanya, dirinya tidak bisa menahan diri untuk membelanya.


Kali ini, Yuya yang berada di sebelahnya maju dan berkata: “Bibi, karena Permaisuri berkata dia menyukainya, maka pasti Permaisuri sangat menyukainya, Permaisuri tidak akan berbohong pada kalian.”


“Benarkah?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Jelas mereka tidak percaya. Lagipula mereka benar-benar tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk memakan buah asam ini, terakhir kali mereka mencicipi sedikit di tempat Ibu Suri, rasanya itu benar-benar sangat asam. Sekarang ketika mencium aromanya, mereka bahkan merasa air liur mereka juga hampir menetes, bagaimana bisa buah ini disukai?


“Benar.”


Melihat Ye Wushuang berkata demikian, kedua Bibi itu tidak lagi merasa tidak senang, mereka juga tidak mengatakan apa-apa lagi, setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka kemudian undur diri.


Pada saat ini Yuya malah menoleh dan menatap dengan penuh rasa ingin tahu pada Ye Wushuang seakan sudah mendapatkan harta karun, dia kemudian berkata: “Permaisuri, apa benda ini benar-benar enak?”


Ye Wushuang menatap Yuya dan berkata: “Benda ini bukan untuk dimakan langsung, yang terbaik adalah direndam dalam air atau semacamny. Hanya saja orang-orang di Istana tidak tahu bagaimana cara memakannya saja, nanti malam aku akan membuat sedikit untuk dicoba olehmu.”


Di malam hari, Ye Wushuang mengambil dua buah lemon yang dikirimkan itu, sebenarnya biasanya dirinya tidak menggunakan sebanyak ini, dirinya tidak mungkin berani begitu boros di zaman modern. Tapi sekarang, pihak Istana mengirimkan begitu banyaknya, dirinya bisa menikmati dengan sesuka hati.


Setelah memotong menjadi irisan, Yuya mengambil sepotong kecil lalu memasukkannya ke dalam mulutnya untuk mencoba, Yuya mengerutkan kening dan berkata: “Asam, asam sekali…”

__ADS_1


Akhirnya Yuya tahu kenapa para majikan tidak menyukai buah kuning kecil ini, ternyata rasanya sangat asam.


Ye Wushuang tersenyum dan tidak menjawab, hanya mengambil cangkir lalu dengan hati-hati memeras jus lemon ke dalamnya, lalu Ye Wushuang mengambil beberapa potong es dan mencampurnya dengan madu. Mengaduk dengan sendok lalu berkata: “Cobalah minum ini.”


Yuya sedikit khawatir karena sudah merasakan rasa yang sangat asam tadi, tapi pada akhirnya Yuya melakukannya.


Yuya menyesap seteguk lalu tatapan matanya berbinar dan berkata memuji: “Wow, ini sangat enak, manis dan asam …”


“Tentu saja, buah ini tidak hanya enak diminum tapi juga memiliki banyak khasiat. Selama digunakan dengan cara yang benar maka buah ini adalah benda yang sangat baik.”


“Permaisuri, benda ini adalah buah persembahan dari Dinasti Nan, mengapa Permaisuri tahu bagaimana cara memakannya? Awalnya kupikir ini adalah buah yang kurang matang saat aku pertama kali memakannya.”


Menghadapi keingintahuan Yuya, Ye Wushuang tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, untungnya wajahnya ditutupi oleh cadar jadi Yuya tidak bisa melihatnya. Ye Wushuang hanya bisa berbohong dan berkata: “Buah ini pernah dicatat di buku, aku hanya mengikuti metode yang tertulis di dalam buku itu saja.”


“Ternyata benar, sejak kecil aku mendengar Bibi di Istana berkata, jika bisa membaca maka akan memiliki banyak pengetahuan, tampaknya itu benar, Permaisuri benar-benar orang yang berpengetahuan.”

__ADS_1


Yuya bukanlah orang yang pandai menyanjung, jika Yuya bisa berkata seperti ini, maka itu sudah pasti adalah ucapan yang tulus.


Memasuki bulan Mei, tidak bisa dikatakan sangat panas, tapi cuaca di siang hari sudah bisa membuat orang lain merasa kesal.


__ADS_2