Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 333 Aku Sudah Tidak Bisa Menolerirnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pada saat ini Qin Ruojiu tahu bahwa dirinya tidak boleh bersikap lemah, karena mungkin tidak hanya dirinya seorang diri saja yang akan terlibat dalam masalah ini.


Lu’er dan Yan’er mungkin juga akan terluka. Qin Ruojiu harus maju untuk mengklarifikasi bahwa dirinya tidak bersalah.


Hello! Im an artic!


“Kaisar, pikirkan baik-baik, jika aku benar-benar cemburu pada Putri Liqing, maka setelah mencuri potretnya lebih baik langsung menghancurkannya saja, untuk apa aku menyembunyikannya di Istana Fengyi dan membiarkan Kaisar datang kemari untuk mencarinya?”


“Huh, bagaimana aku tahu bagaimana pemikiranmu itu. Tapi kamu benar-benar membuatku kecewa, aku tidak menyangka kamu bisa memiliki hati yang begitu kejam, kamu bahkan tidak bisa menolerir potret seperti itu?”


Setelah mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya dengan keras kepala, tapi hatinya dikejutkan oleh tatapan kekejaman dan jejak kemarahan yang terlintas di mata Kaisar Zhaolie.


“Aku bukannya tidak bisa mentolerirnya, tapi bukan aku yang melakukannya, aku tidak akan mengakuinya!”


Hello! Im an artic!


“Apa menurutmu jika kamu tidak mengakuinya maka aku bisa membebaskanmu dari semua dugaan ini? Dengan menggunakan cinta dan kasih sayangku padamu, apa kamu boleh terus melakukan kejahatan seperti ini?”

__ADS_1


“Kaisar, kamu bahkan belum menyelidikinya dengan jelas tapi kamu telah memutuskan bahwa aku yang melakukan semua ini, tidak peduli apa yang kukatakan, kamu tidak akan percaya bukan?”


“Lalu bagaimana kamu ingin aku mempercayaimu?”


“Huh, kamu tidak pantas mendapatkan kepercayaanku lagi. Kamu sudah berulang kali melanggar keinginanku, aku sudah tidak bisa menolerirnya lagi!”


Ketika mendengar kalimat terakhir, Qin Ruojiu tahu ucapan itu adalah ucapan dari dalam lubuk hatinya. Ya, Kaisar Zhaolie sudah menolerir dirinya sekian lama, sekarang akhirnya dia sudah membencinya bukan? Di wajah pucat Qin Ruojiu tiba-tiba muncul senyum dingin: “Jika begitu maka Kaisar langsung memberikan hukuman saja!”


Beberapa kata terakhir itu diucapkan dengan datar, tapi siapa pun bisa mendengar nada berat dan juga kecewa itu.


“Apa menurutmu aku tidak akan melakukanya?” Kaisar Zhaolie balik bertanya dengan dingin.


Qin Ruojiu hanya menatapnya dengan tenang, tanpa ada emosi sedikit pun, sudah seperti sebuah boneka yang dimanipulasi oleh orang lain: “Kalau begitu mohon Kaisar untuk membunuhku!”


“Apa? Kamu ingin aku menghukum mati dirimu?”


“Karena sudah dijatuhi tuduhan, hidup juga menanggung dosa, jadi lebih baik mati saja!”


“Kamu……”

__ADS_1


“Kumohon Kaisar mengabulkannya!” Pada saat ini, Qin Ruojiu sudah sedikit memejamkan kedua matanya, air mata yang menetes itu sudah membuat jejak samar, perlahan-lahan mengalir turun.


Kaisar Zhaolie menatap wajah Qin Ruojiu yang pucat dan hampir transparan, tampilan yang keras kepala dan lugas, jelas-jelas begitu rapuh tapi masih saja berusaha untuk terlihat tenang, seketika ada rasa tidak tega yang melintas dalam hati Kaisar Zhaolie yang sedang marah, di saat bersamaan juga merasa iba oleh air mata itu.


“Apa menurutmu mengancamku seperti itu maka aku tidak berani melakukannya?” Kemudian Kaisar Zhaolie berbalik dengan marah, menarik pedang di belakangnya dan dengan kejam diarahkan ke leher putih Qin Ruojiu!


Suara “Wusshh-” terdengar, seolah-olah kematian sedang datang, seolah-olah itu merupakan akhir dari kehidupan.


Qin Ruojiu bisa merasakan hawa dingin di lehernya, bisa merasakan rasa sakit di jantungnya.


Ketika sensasi kesakitan itu menyebar ke seluruh tubuh, aliran panas hangat seketika mengalir.


Darah dengan cepat mewarnai gaun seputih salju itu menjadi merah, warna yang mencolok itu terlihat begitu indah dan menusuk mata, begitu indah bingga membuat orang lain kesulitan untuk bernafas.


Kaisar Zhaolie mengangkat tatapan matanya yang dingin, mengarahkan pedang ke leher Qin Ruojiu, tapi pada akhirnya tidak memiliki kekuatan untuk menebasnya.


Qin Ruojiu di hadapannnya tampak begitu pucat dan lemah tapi juga terlihat begitu dingin dan putus asa. Matanya itu terpejam perlahan, tidak ada rasa takut atau gemetar sedikit pun.


Ini menunjukkan betapa tegasnya Qin Ruojiu memohon untuk mati!

__ADS_1


Apa dia begitu ingin mati? Apa dia begitu ingin meninggalkannya? Apa begitu menyakitkan tinggal di sisinya?


Jelas-jelas dirinya harus mengabulkannya, tapi kenapa tangannya ini malah gemetar dan juga meneteskan darah.


__ADS_2