Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 110 Bagaimana Baru Bisa Pergi Dengan Aman


__ADS_3

Setelah mendengar itu, Lu’er pun tersenyum dan menjawab dengan malu, “Bukan tangan aku yang handal, tetapi mata dan alis Nyonya yang sudah cantik sejak lahir. Walaupun tidak bisa melihat wajah Nyonya secara keseluruhan, tetapi melihat mata Nyonya saja sudah cukup untuk membuat orang terpesona dengan anda.”


Qin Ruojiu tahu itu hanya ucapan sopan dari Lu’er. Qin Ruojiu tidak menyangkal pujiannya dan tersenyum lembut sambil berkata, “Lu’er hari ini aku pengen pergi ke Taman Baihua.”


“Nyonya badan anda belum sembuh total, bagusan anda istirahat di kamar dulu!”


“Di kamar terus membosankan sekali. Kamu bantu aku keluar saja, aku tidak bakalan kenapa-kenapa kok!” Qin Ruojiu sangat rindu dengan bunga-bunga, rumput indah dan udara sejuk yang ada di luar kamarnya.


Dengan melihat pemandangan indah dan udara sejuk yang ada di luar sana bisa membuat pikirannya bebas. Walaupun dia tidak bisa meninggalkan tempat ini, tetapi paling tidak hatinya bisa terbang bersama dengan angin yang bertiup.


Lu’er tahu dia tidak bisa membantah permintaan Nyonyanya. Sekali dia sudah berkata sesuatu itu pasti sangat sulit untuk diubah dan disaat seperti ini dia juga tidak bisa menasehatinya. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu membalikkan badannya dan melihat ke luar jendela, “Baiklah! Cuaca hari ini lumayan bagus, kalau Nyonya keluar harusnya tidak akan kenapa-kenapa.”


Lalu Lu’er pun menopang Qin Ruojiu dan membantunya berjalan keluar dari Istana Fengyi yang terlihat seperti penjara baginya.

__ADS_1


Istana ini memang sangat besar, luasnya itu jauh diluar bayangan orang-orang. Di empat sisi istana itu dihiasi dengan bangunan Pavilion yang indah, lalu ada gunung palsu, taman bunga, danau buatan yang membuat istana ini benar-benar terlihat begitu indah.


Setelah berjalan beberapa saat, Qin Ruojiu merasa tenaga tubuhnya mulai habis dan bagian tubuhnya yang terluka itu mulai terasa sakit. Kemudian wajahnya terlihat pucat dan mulia berkeringat dingin.


Lu’er yang melihat hal itu pun ketakutan dan langsung memeluk Qin Ruojiu sambil bertanya, “Nyonya, anda kenapa? Di depan ada Pavilion Zhanyun, Nyonya duduk istirahat di saja dulu gimana?”


“Pavilion Zhanyun?” Qin Ruojiu yang mendengar nama tempat itu pun mengerutkan keningnya. Dia sepertinya tidak pernah mendengar nama tempat ini.


Lu’er menganggukkan kepalanya dan menjawab, “Iya, pemandangan di tempat itu sangat bagus. Waktu Duduk di dalam Pavilion Zhanyun anda bisa melihat seluruh pemandangan yang ada di dalam istana, Nyonya mau pergi ke sana tidak?”


Ketika Qin Ruojiu melihat pamflet “Pavilion Zhanyun” yang ada di depannya, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berhenti dan melihat ke arah pamflet itu dengan bingung. Tulisan yang terpancar sinar matahari itu berkelap-kelip dan membuatnya terlihat begitu indah.


Ketika Qin Ruojiu hendak berjalan memasuki tempat itu, tiba-tiba dia mendengar suara wanita yang sedang tertawa dari dalam sana.

__ADS_1


Lu’er sedikit bingung melihat wajah Qin Ruojiu yang terkejut lalu dia terlihat bingung dan berkata, “Biasanya di sini nggak ada orang, jangan-jangan yang ada di dalam sana adalah pelayan istana yang sedang bermalas-malas?”


Qin Ruojiu pun menggelengkan kepalanya dan memegang bahu Lu’er, “Ada orang lebih bagus, lebih ramai. Ayo kita pergi lihat.”


Lu’er pun menganggukkan kepalanya dan menuntun Qin Ruojiu yang berjalan dengan anggun itu untuk masuk ke dalam Pavilion Zhanyun.


Ketika mereka masuk ke dalam, mereka langsung melihat tiga wanita cantik yang sedang duduk di atas batu. Ada seorang wanita yang berpakaian merah. Di antara mereka bertiga, wanita ini terlihat begitu menonjol. Walaupun dua wanita yang lain juga termasuk cantik, tetapi kecantikan mereka itu masih kalah dengan wanita yang berpakaian merah ini.


Ketika Qin Ruojiu melihat wanita itu, dia langsung mengenalnya, dia itu Su Zhen’er— Selir Zhen.


Qin Ruojiu pun terkejut, tidak disangka ternyata dia ada di sini. Kalau tahu dari awal dia pasti nggak mau datang ke sini lagi. Lu’er juga sama, dia terkejut dan sedang memikirkan cara, bagaimana baru bisa keluar dengan aman dari sini.


Ketika mereka berdua baru berbalik untuk melangkah keluar dari sana, siapa sangka Selir Zhen langsung berjalan ke depan mereka untuk menghalangi jalan mereka.

__ADS_1


Di wajah Su Zhen’er yang cantik itu terlihat sedikit perasaan tidak rela, “Wah, ini bukannya Ratu kerajaan? Hari ini benar-benar beruntung sekali bisa bertemu dengan anda di sini, kesempatan yang sangat sulit didapatkan!”


__ADS_2