
Setelah itu Qin Ruojiu hanya menghela nafas lalu kembali berbaring di atas kasurnya dan tidak mau banyak berpikir lagi.
Karena Kang Yin tidak membiarkannya mati, kalau begitu dia lewati hidupnya ini sebagai mayat hidup juga tidak apa-apa.
Lu’Er yang melihat Nyonya kembali berbaring itu pun langsung berlari ke arahnya dan bertanya dengan muka penuh kekhawatiran, “Nyonya … ada apa? Apa badanmu terasa tidak enak? Bagian mana yang sakit?”
Qin Ruojiu hanya menggelengkan kepalanya dan menutup matanya. Dia ingin mengatakan sesuatu tetapi pada akhirnya dia memilih untuk tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya bersembunyi di dalam selimutnya dan berkata, “Dingin … dingin sekali ….”
Dia bermimpi dia jatuh ke dalam sebuah kolam es yang sangat dingin. Kedinginan itu terasa seperti pisau yang menyayat-sayat tubuhnya. Sampai ketika dia terbangun pun dia masih tetap merasakan kedinginan itu. Tubuhnya pun mulai gemetaran dan batuk keras beberapa kali.
Lu’Er yang melihat itu pun langsung menuangkan secangkir teh hangat untuk Qin Ruojiu. Lu’Er pun menepuk-nepuk pundak Qin Ruojiu sambil menyuapinya. Lalu dia pun melihat ke arah luar pintu dan memberi perintah, “Kalian kenapa masih bengong di sana, cepat pergi panggil Dokter Liu.”
__ADS_1
Qin Ruojiu pun meneguk teh yang disuapi Lu’Er dan badannya terasa sedikit lebih hangat dari sebelumnya. Qin Ruojiu pun melihat ke arah wajah Lu’Er yang terlihat putih pucat itu lalu tersenyum dan bertanya, “Lu’Er, kamu lagi takut yah?”
Lu’Er yang akhirnya mendengar suara Qin Ruojiu itu pun langsung menangis keras sambil memeluk Qin Ruojiu. Lalu dia menjawab, “Benar, Lu’Er takut. Lu’Er tahu Nyonya bakalan pergi dan tidak menghiraukan kita lagi ….”
Dari tangisan dan pelukan yang diberikan Lu’Er padanya, Qin Ruojiu bisa merasakan Lu’Er itu benar-benar tulus padanya. Pada saat itu hati Qin Ruojiu pun merasa sedih lalu dia juga memeluk Lu’Er dengan erat dan menenangkannya, “Tidak akan … tidak akan … tidak akan pernah terjadi lagi ….” Dia harus hidup, meskipun itu bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dia juga harus tetap hidup buat Lu’Er. Karena dia tahu iblis itu tidak akan melepaskan mereka begitu saja jika dia mati.
Kaisar Zhaolie datang melihatnya ketika siang hari.
Ketika melihat itu hati Kaisar Zhaolie sedikit sedih. Kemudian, tatapan matanya yang dingin dan kejam itu pun mengarah ke kening Qin Ruojiu. Di dalam matanya itu terdapat perasaan yang sangat sangat rumit, lalu dia bertanya, “Dengar dari pelayan hari ini kamu sudah siuman yah. Sampai sekarang kamu masih belum minum obat dan makan sama sekali kan?”
Setelah mendengar suara dari Kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu pun menolehkan kepalanya dan melihat ke arah wajah pria yang kejam dan dingin ini untuk beberapa saat. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Setelah melihat Qin Ruojiu yang acuh tak acuh padanya itu, Kaisar Zhaolie pun melangkahkan kakinya dan berjalan ke arah kasur dan melihat Qin Ruojiu yang terlihat seperti orang yang tidak memiliki roh di dalam tubuhnya. Kaisar Zhaolie langsung menarik baju Qin Ruojiu tanpa rasa kasihan lalu tersenyum dingin dan berkata, “Qin Ruojiu, kamu dengar baik-baik yah. Kalau saja kamu berani bunuh diri, Kaisar akan membunuh semua orang. Kaisar bukan hanya membunuh pelayan yan wanita yang ada di istana, tetapi juga seluruh orang dari suku penyihir!”
Setelah mendengar hal itu, tatapan mata Qin Ruojiu yang tadinya kosong itu pun tersentak dan sadar. Dia langsung menatap ke arah Kang Yong dengan tatapan yang penuh dengan amarah.
Kang Yong juga terlihat marah dan menggigit bibirnya dengan erat. Dia terlihat seperti sebuah meriam yang bisa meledak kapan saja.
Qin Ruojiu berkata, “Selain bisa mengancamku seperti ini, kamu masih bisa buat apa? Kalau kamu benar-benar begitu benci sama aku, kenapa nggak langsung ceraikan aku saja!” Selesai bicara, Qin Ruojiu masih tetap melihatnya dengan tatapan marah. Lalu dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keluar. Kalau saja dia bisa mendapatkan surat perceraian darinya, mungkin setelah itu mereka tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya. Apa mungkin setelah itu semua ini akan berakhir?
Tetapi, Qin Ruojiu tidak menyangka ini bukan akhir dari semuanya, tetapi malah awal dari penderitaan dan penindasan yang baru.
Tatapan mata Kaisar Zhaolie terlihat begitu menyeramkan. Dia langsung menarik Qin Ruojiu ke dalam pelukannya dengan kasar. Tubuh Qin Ruojiu yang tadinya sudah lemah itu pun terasa sakit semua setelah ditarik dan diperlakukan kasar seperti itu olehnya. Kemudian, Qin Ruojiu mengerutkan keningnya lalu berusaha mendorongnya. Siapa sangka, Kaisar Zhaolie malah langsung menahan tangannya dengan tenaga yang besar. Tangan Qin Ruojiu yang digenggam erat olehnya itu pun terasa sakit.
__ADS_1