Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 874 Aku Harus Mengobati Lukamu Dengan Baik


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Saat itu juga, Ye Wushuang tidak berpikir terlalu banyak, langsung melangkah maju, menggulung lengan pakaiannya lalu dengan kasar menarik pakaian Su Qianhua yang agak licin. Seketika, lengan mulus Su Qianhua yang seperti giok langsung terekspos.


Su Qianhua menoleh dengan panik, ketika hendak bangun, dirinya malah dengan tegas ditahan di tempat oleh Ye Wushuang.


Hello! Im an artic!


“Apa yang kamu lakukan?” Su Qianhua memicingkan matanya, menatap Ye Wushuang yang sudah memasang sikap memaksa, Su Qianhua tidak bisa menahan rasa malu dan juga keterkejutannya.


Ye Wushuang perlahan mengangkat bibir merahnya, mengambil botol alkohol di atas meja, melakukan gerakan tanpa jeda lalu berkata dengan suara perlahan: “Aku memaksa, apa kamu tidak bisa melihatnya?”


“Nona Wushuang, tidak perlu, kamu …”


“Diam!”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Ahh… sshhh…”


“Apa sakit?”


Su Qianhua tidak menyangka bahwa wanita yang terlihat lemah lembut seperti Ye Wushuang juga bisa mengucapkan kata-kata yang begitu kasar. Tidak hanya tidak membuat orang merasa jengkel, tapi sebaliknya, malah terdapat semacam kenakalan yang membuat orang lain sangat ingin menyayanginya. Melihat mata jernih bulatnya yang melotot, sudah seperti bintang yang bersinar paling terang di langit, gelombang riak muncul selapis demi selapis, dalam sekejap Su Qianhua sedikit tertegun ketika menatapnya.


Ye Wushuang merasa sedikit malu ditatapan seperti itu oleh matanya yang sedikit mempesona, Ye Wushuang menundukkan kepala dan berkata dengan lembut: “Tuan Muda Qianhua, tenang saja, tanganku sudah dicuci dan pasti sudah benar-benar bersih. Jika Tuan merasa tidak bisa menerimanya, maka aku akan membersihkannya lagi dengan alkohol.”


Setelah Su Qianhua berkata demikian, Ye Wushuang semakin memiliki keberanian kemudian berkata sambil tersenyum: “Baiklah kalau begitu, Tuan tolong bertahan, aku akan mulai.”


Karena ini adalah pertama kalinya Ye Wushuang mengobati orang lain dan dirinya juga tidak memiliki banyak pengalaman, jadi setelah berkutat cukup lama, Ye Wushuang mendengar Su Qianhua menarik napas dingin sambil mendesis kesakitan.


Ketika Ye Wushuang mendengar suara ini, dia segera berdiri tak bergerak di belakang Su Qianhua, tatapan matanya dipenuhi dengan kekhawatiran: “Tuan Muda Qianhua, apa kamu baik-baik saja?”

__ADS_1


“Sakit……”


“Tapi, aku masih belum mengolesi obat, aku hanya meneteskan sedikit alkohol?” Ye Wushuang menjawab dengan bingung, tampilannya yang terlihat serius dan bingung itu sudah seperti boneka yang polos.


Su Qianhua melihatnya, mengatupkan bibirnya lalu mengulas senyum penuh kemenangan, senyumannya itu benar-benar sangat lembut: “Bodoh, apa kamu tidak bisa melihat bahwa aku sedang berpura-pura?”


“Kamu…” Ye Wushuang yang dikerjai langsung mengulurkan tangan dan mengepalkan tinjunya, tapi dirinya tidak tega bertindak ketika melihat luka yang mengerikan itu. Ye Wushuang hanya bisa menghela nafas pelan dan berkata: “Baiklah, aku tidak berbicara denganmu lagi, aku harus mengolesi obat pada lukamu agar tidak bertambah parah.”


Setelah mendengarkan kata-katanya, Su Qianhua benar-benar bersikap patuh.


Su Qianhua memejamkan mata, bagian punggungnya bisa merasakan dengan jelas sensasi kesemutan dari ujung jari Ye Wushuang yang bergerak lembut di permukaan kulitnya, begitu hati-hati, perasaan itu sudah seperti semut yang sedang menggerogoti hatinya. Terasa hangat dan lembut, seperti angin musim semi di bulan Maret, menutupi semua rasa sakit yang ada. Dulu Su Qianhua selalu membenci kontak fisik dengan orang lain, terhadap orang yang tidak disukainya, Su Qianhua bahkan merasa tersiksa ketika bernafas dekat dengan mereka.


Tapi sekarang, ketika berhadapan dengan sentuhan Ye Wushuang, dirinya tidak hanya merasa tidak nyaman sama sekali, tapi malah sangat menikmatinya. Bahkan membayangkan alangkah baiknya jika waktu bisa berhenti pada saat ini.


Begitu pemikiran ini muncul dalam benaknya, Su Qianhua terkejut oleh dirinya sendiri. Su Qianhua tiba-tiba membuka matanya, menatap lekat ke arah wanita yang sedang membantunya mengolesi obat. Tampilannya benar-benar begitu lembut, matanya begitu jernih, sudah seperti mutiara paling bersinar di dunia. Bulu mata yang panjang itu sudah seperti sayap kupu-kupu. Bibir merah muda itu bahkan tidak sebanding dengan ceri yang paling menarik di dunia.

__ADS_1


__ADS_2