
Melihat Zhuo Ying seperti tidak tahu harus menjawab apa, Qin Ruojiu tertawa, “Komandan, kamu jangan berpikiran macam-macam, aku hanya mau membalas budi saja, kenapa? Kamu tidak bisa menerimanya?”
“Permaisuri…… aku……” Zhuo Ying awalnya mau bilang tidak perlu, tapi setelah melihat senyuman dia yang cerah da bertenaga itu, dia jadi menganggukkan kepalanya, “Baik, aku pasti akan pergi.”
Melihat kedua matanya itu, Qin Ruojiu sepertinya pertama kalinya melihat muka dia secara keseluruhan. Ternyata komandan Zhuo Ying ini juga orang yang memikat. Terutama tampangnya yang pemalu itu semakin membuat orang suka.
“Bagus kalau begitu.” ucap Qin Ruojiu sambil tersenyum.
Zhuo Ying menganggukkan kepalanya lagi, “Oh ya, permaisuri akhir-akhir ini sehat?”
Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya, “Sehat, sudah sembuh. Kali ini aku datang masih ada urusan lain.”
__ADS_1
Melihat muka Qin Ruojiu yang tiba-tiba panik, Zhuo Ying sedikit bingung, “Permaisuri masih perlu bantuan apa? Kalau aku bisa bantu, aku pasti tidak akan menolaknya.”
“Aku boleh masuk?” tanya Qin Ruojiu sambil menunjuk ke dalam istana.
Zhuo Ying mengerutkan alisnya sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh Qin Ruojiu. Itu adalah tempat tidurnya kaisar Zhaolie, tadi dia membawa selir zhen masuk, kaisar menyuruh dirinya untuk menjaga di luar, kalau tidak ada perintah darinya, siapapun tidak ada yang boleh masuk. Sekarang permaisuri bilang mau masuk, ini benar-benar sangat menyulitkan dia.
Qin Ruojiu sepertinya bisa membaca keragu-raguan Zhuo Ying, dengan sedikit kecewa dia berkata: “Tidak boleh masuk ya?”
“Aku hanya mau mengembalikan barang yang dia jatuhkan di tempat aku, aku takut dia marah kalau tidak menemukannya.” nanti pasti dia yang kena lagi, karena tidak mau disalahkan, maka dia datang ke sini tanpa peduli banyak hal.
Kali ini Zhuo Ying tidak menolak, tapi dia melihat ke arah dalam, terakhir dia menganggukkan kepalanya, “Silahkan permaisuri!”
__ADS_1
Qin Ruojiu sepertinya sudah menduga pria ini tetap akan membantunya, maka dia berterima kasih kepadanya, “Komandan Zhuo, kebaikan kamu ini akan selalu aku ingat, terima kasih atas semua yang kamu lakukan terhadap aku.”
“Permaisuri bicara apa, menjaga permaisuri adalah tugas aku!” kali ini muka Zhuo Ying sudah seperti terbakar. Dia bukan orang yang tidak bisa dipuji, tapi ucapan permaisuri ini membuat dia sedikit tidak normal, tidak tahu kenapa detak jantung dia menjadi lebih cepat, bahkan dia sudah tidak berani menatap permaisuri secara langsung.
Dia yang sekarang sudah menjadi penakut. Dulu dia yang sudah melakukan banyak peperangan dan melihat banyak pertumpahan darah saja tidak takut sama sekali.
Tapi hari ini kenapa dia bisa menjadi seperti ini terhadap permaisuri?
Bab selanjutnya Bab 124 Permaisuri Benar-Benar Bisa Memilih Waktu
“Tidak peduli bagaimana, sekarang aku berterima kasih dulu, aku masuk dulu ya, komandan Zhuo jaga diri baik-baik!” setelah bicara, Qin Ruojiu masih tidak menyadari keanehan sama sekali, dia hanya merasa Zhuo Ying ini terlalu serius, bahkan dia sudah tidak berani melihat dirinya. Agar tidak memberikan tekanan yang lebih kepada dia, maka Qin Ruojiu lebih baik pergi dulu.
__ADS_1