
Saat Qin Ruojiu merasa canggung, wajahnya pun tersenyum masam. Jika ini adalah masa depannya, dia lebih memilih untuk tak menikah dan hidup bebas sendirian.
“Lancang sekali!” Saat Qin Ruojiu masih merasa hidupnya sangat menderita, terdengar suara bentakan pria dari ranjang itu.
Dia pun terdiam di tempat dan membelalak. Matanya terlihat kalang kabut, kemudian kembali tenang.
“Aku, menghadap Yang Mulia…” Ucapannya belum selesai karena terpotong oleh suara penuh amarah yang kasar, “Keluar kau!”
Qin Ruojiu menggigit bibir dan berdiri di tempat. 10 jarinya saling menggenggam.
Dia tidak bisa pergi, tujuan dia ke sini adalah menolong orang lain. Jika dia pergi begitu saja, dia tidak akan bisa menolong Xiao Huan dan Yan’er, dan ia akan merasa bersalah pada Lu’Er. Dia, tidak boleh pergi. Walaupun Kang Yong tidak ingin bertemu dengannya, dia juga tidak boleh pergi.
__ADS_1
“Aku menyuruhmu keluar, kamu tidak dengar ya?” terdengar suara yang tidak sabar dan marah lagi dari atas ranjang.
Qin Ruojiu berlutut, pandagan matanya sangat konsisten, setelah sekian lama, dia baru menenangkan rasa takutnya dan berkata dengan lembut, “Yang Mulia, mohon ampunin 2 dayangku. Mereka masih muda, mohon Yang Mulia memaafkan mereka.”
Terdengar lagi suara pria yang tidak senang lagi dari ranjang, “Pakai bajumu dan pergi!”
Kalimat yang pendek ini seakan mendorong wanita yang juga berada di atas ranjang itu ke neraka.
“Yang Mulia…”
“Baik!” wanita itu segera bangkit dari ranjang, rambutnya menutupi setengah wajahnya, kemudian menatap Kaisar Zhaolie dengan mengeluh, kemudian memelototi Qin Ruojiu dengan kesal. Ia mengambil pakaiannya yang ada di lantai untuk menutupi tubuhnya yang sempurna oti.
__ADS_1
Qin Ruojiu bisa melihat dengan jelas, orang itu adalah Su Zhen’er. Dia pun sedikit kaget, sepertinya perseturuan mereka tidak akan terhindar lagi. Dari sikap Su Zhen’er, dia akan membenci Qin Ruojiu sampai mati karena hal ini. Tetapi Qin Ruojiu juga tidak berdaya, Dirinya juga tidak ingin mengganggu mereka, tapi ia harus menolong Xiao Huan dan Yan’er.
Su Zhen’er memeluk pakaiannya yang berantakan, kemudian merapikan rambut sebisanya lalu pergi. Saat melewati samping Qin Ruojiu,ia melirik Qin Ruojiu, pandangannya tajam bagaikan pisau.
Qin Ruojiu masih berlutut, menunduk dan lihat ke depan.
Saat ini, Kang Yong sudah turun dari ranjang, dia memakai pakaian dalam berwarna keemasan, pakaian dalam yang lebar itu tidak dirapikan, sehingga bisa terlihat dadanya yang kuat. Walaupun pakaiannya tidak rapi, tetapi wibawanya tidak berkurang.
“Angkat kepalamu!” perintah yang tidak bisa dibantah itu memenuhi ruangan.
Qin Ruojiu mengangkat kepala, kedua matanya berkaca-kaca di atas cadar hitam, bagaikan teratai putih yang baru mekar di puncak gunung salju. Tiba-tiba hati Kang Yong tergoyah oleh perasaan yang tidak jelas.
__ADS_1
“Yang Mulia, mohon ampunin mereka,” Qin Ruojiu tidak berani bertatapan langsung dengannya. Kanyong sedang berdiri di sampingnya seperti seorang dewa yang sedang menatap orang berdosa, membuat Qin Ruojiu merasa takut. Jadi, saat pandangan mereka bertatapan, Qin Ruojiu pun menunduk secara otomatis...
Kang Yong mendengus, dengan nada menyindir, “Kamu sangat lancang, kenapa kamu bisa masuk Istana Zhaolie dan mengganggu kesenanganku? Pengawal yang berada diluar sudah mengabaikan perintahku, akan aku cincang mereka.”