Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 781 Yang Tersisa Hanyalah Penghinaan Terhadap Diri Sendiri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hanya dengan cara ini, maka satu sama lain baru bisa merasa lebih baik. Menghadapinya dengan senyuman bukanlah gayanya, yang tersisa hanyalah penghinaan terhadap diri sendiri, tidak ada pilihan yang lebih baik selain pergi.


Sudah sebulan… Jika mengatakan panjang itu tidak panjang, jika mengatakan pendek itu tidak pendek…


Hello! Im an artic!


Semua orang mengira Tuan Penguasa Kota sakit parah hingga tidak bisa diobati, Kota Wuyou akan menghadapi kemungkinan pergantian kepemimpinan, tapi siapa yang tahu bahwa setelah sebulan kemudian, selain jauh lebih kurus, She Jingtian muncul di hadapan semua orang tanpa kekurangan apapun.


She Jingtian mengurus segala sesuatu di Kota Wuyou dengan serius dan tanpa lelah, dia lebih antusias dibanding sebelumnya, bahkan lupa untuk tidur dan makan. Seakan wanita yang membuatnya hampir gila sebelumnnya itu hanyalah masa lalu.


Apa Ye Wushuang pernah ada? Mungkin pernah ada, tapi sekarang tidak ada seorang pun di Kastil Wuyou yang akan menyebut namanya lagi, setidaknya di hadapan She Jingtian, jangankan menyebutnya, bahkan segala sesuatu mengenai Ye Wushuang tidak boleh dibicarakan.

__ADS_1


Seiring berlalunya waktu, Ye Wushuang seakan sudah dilupakan, dan lagi dilupakan dengan sangat alami, dilupakan hingga tak berjejak.


Hello! Im an artic!


Hari ini……


She Jingtian mengetahui Min’er sedang sakit, akhirnya She Jingtian rela mengesampingkan pekerjaannya dan pergi menuju tempat yang tidak bisa dilupakannya.


Paviliun Zhaixing dipenuhi oleh semua kenangan di antara mereka, She Jingtian berpikir selama dirinya menghindari segalanya dan tidak memikirkannya, maka dirinya bisa melupakannya. Tapi ketika melihat ayunan yang berayun di bawah hembusan angin sepoi-sepoi, She Jingtian kembali teringat akan senyum Ye Wushuang yang jernih dan elegan, dan juga sosok kurus dan anggun yang seakan melayang di udara.


Semua itu, sudah seperti ular berbisa yang menggigit jantungnya, seolah jika mengambil langkah maju maka dirinya akan mati kapan saja dikarenakan racun itu.


“Tuan Penguasa Kota…” Bibi Hua yang berdiri di samping melihatnya, matanya yang lembut itu terlihat sedikit tidak tega. Karena pada saat ini, dirinya mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Tuan Penguasa Kota. Mengenai mengapa Nona Wushuang pergi, bahkan sampai sekarang dirinya masih belum menemukan alasannya. Meskipun dirinya berharap Tuan Penguasa Kota bisa menikah dengan Nona Wushuang, tapi sekarang, masalahnya sudah seperti ini, mereka hanya bisa berpasrah pada kehendak Tuhan.

__ADS_1


Pemikiran She Jingtian yang kacau tiba-tiba menghilang, tatapan mata yang tadinya masih penuh kelembutan itu seketika berubah menjadi suram, ketika kembali melirik ayunan itu, sudah ada tatapan jijik di matanya: “Bibi Hua, minta seseorang untuk melepaskan ayunan ini besok.”


“Hmm? Tuan Penguasa Kota berkata ingin melepaskan ayunan ini?” Bibi Hua bertanya dengan tidak percaya, ayunan ini dibuat sendiri oleh Tuan Penguasa Kota untuk Nona Min’er ketika Nona Min’er berumur 5 tahun hanya untuk membuat Nona Min’er bahagia. Bahkan jika ayunan ini mengingatkan Tuan Penguasa Kota pada hal yang tidak menyenangkan, tapi tidak perlu sekejam ini juga bukan?


She Jingtian tidak mengulanginya untuk kedua kalinya, dia hanya melipat tangannya ke belakang dan langsung berjalan memasuki gerbang Paviliun Zhaixing.


Bibi Hua sudah mengerti bahwa Tuan Penguasa Kota mengatakan ini dengan hatinya.


Sepertinya benar-benar akan dilepas, tidak tahu betapa sedihnya Nona Min’er ketika dia mengetahui hal ini.


Ketika She Jingtian memasuki kamar, Min’er sedang melampiaskan emosinya sambil terbatuk-batuk.


Jika bukan menghancurkan mangkuk maka menggigit seseorang, itu benar-benar membuat para pelayan ketakutan hingga tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


Sudah lama sisi Min’er yang tidak terkendali ini tidak terlihat… She Jingtian berjalan maju dengan tenang, menatap anak yang sedang dikompres handuk itu dengan tatapan lembut dan penuh kasih, Min’er menjadi jauh lebih kurus. Belakangan ini, demi melupakan orang yang dirindukannya, She Jingtian terus-menerus menggunakan kesibukannya untuk membuat dirinya mati rasa, tiba-tiba She Jingtian menyadari bahwa dirinya sudah lama mengabaikan Min’er.


__ADS_2