Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 392 Kamu Adalah Seorang Algojo


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kaisar Zhaolie tidak menggunakan nada bicaranya untuk memaksa Qin Ruojiu, tapi hanya menatap Qin Ruojiu dengan sedih dan berkata dengan serius: “Ruojiu, kembalilah, kamu masih adalah Ratuku, aku tidak akan mempermasalahkan, selama kamu bersedia…”


Qin Ruojiu berhenti tertawa begitu kata “bersedia” itu terucap, Qin Ruojiu menatapnya dengan tatapan yang sangat asing dan tajam, Qin Ruojiu mengucapkan kata demi kata: “Kamu selalu berpikir kamu adalah Kaisar, segala sesuatu di dunia Ini berada di genggamanmu. Kamu terlalu sombong, apa menurutmu dengan berbuat seperti itu maka aku akan dengan patuh menurutimu seperti sebelumnya? Tidak, tidak akan… bahkan jika aku mati, aku tidak akan. Kuberitahu padamu, kematianku ini bukan disebabkan olehnya.” Sambil berbicara, Qin Ruojiu menunjuk ke arah Zhao Yuanran, Zhao Yuanran seketika menunduk dengan begitu ketakutan, tidak berani menatap Qin Ruojiu.


Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu masih tertawa dengan dingin, tatapan matanya tajam dan dingin seperti es: “Itu dikarenakanmu… apa kamu tahu? Kamu… kamu adalah seorang algojo yang memaksaku untuk mati. Kamu menyiksaku begitu lama, balas dendam yang bisa kulakukan padamu adalah membuat hati nuranimu merasa bersalah selama sisa hidupmu, membuatmu tidak bisa tenang seumur hidupmu… tidak bisa tenang… ”

__ADS_1


Setelah kalimat itu terucap, Qin Ruojiu merentangkan tangannya sudah seperti anak elang yang melebarkan sayapnya.


Angin berhembus meniup pakaiannya, membuat pakaiannya berkibar seakan seperti Qin Ruojiu berubah menjadi peri.


Ketika Kaisar Zhaolie melihat situasi ini, jantungnya berdetak begitu kencang seolah-olah hampir keluar dari tempatnya, dia bergegas melangkah, begitu cepat, tapi dia masih saja gagal menangkap jari-jari yang dingin dan ramping itu, hanya terdengar sebuah teriakan marah: “Tidakkk… ”


Hello! Im an artic!


Secara perlahan-lahan, sosoknya tubuhnya seperti kupu-kupu, melayang semakin jauh, perlahan-lahan sosoknya menghilang…

__ADS_1


Pada saat ini, menyaksikan Kaisar yang sudah kehilangan akal sehat dan seakan sudah ingin pergi dengan orang yang jatuh dari tebing, sekelompok pengawal berpakaian hitam langsung mengelilinginya, Kaisar Zhaolie mendongak dan menatap mereka, dengan marah menangkis tangan mereka dan dengan dingin berteriak: “Lepaskan aku, selamatkan Ratu…selamatkan dia…” Ketika mata penuh permohonan milik Kaisar Zhaolie menatap ke arah Zhuo Ying, Zhuo Ying dapat dengan mudah melihat bahwa rasa sakit di mata Kaisar Zhaolie itu hampir membuatnya sesak, Zhuo Ying berbisik dan berkata, “Kaisar… Ratu telah pergi, mohon perhatikan kondisi tubuhmu!”


Bahkan Zhuo Ying, penjaga pribadi Kaisar Zhaolie yang paling bisa dipercaya pun berkata seperti itu, gerakan Kaisar Zhaolie yang sedang mengamuk marah itu berhenti dalam sekejap, bibirnya bergetar pelan, jari-jarinya menyentuh tanah tempat di mana Qin Ruojiu berdiri sebelumnya, perasaan sakit seperti terbakar segera menyebar ke bagian terdalam dari jiwanya, ingatan yang menyakitkan sudah seperti lubang yang sangat besar yang perlahan menelannya.


Kaisar Zhaolie melihat ke arah tanah itu dengan hampa dan berkata dengan dingin: “Aku yang membunuhnya, aku …”


Zhao Yuanran pertama kalinya melihat Kaisar Zhaolie yang begitu tidak biasa, raut wajahnya begitu pucat dan menakutkan, Kaisar Zhaolie memanggil nama Qin Ruojiu dengan suara yang sedikit gemetar: “Jiu’er… Jiu’er…”


Zhao Yuanran turun dari kudanya dengan kesakitan, menatapnya dengan ekspresi sedih, tangannya yang terulur terhenti oleh tatapan matanya yang dingin, Kaisar Zhaolie berkata dengan suara serak, “Kamu, kamu yang membunuhnya, kamu yang membuatku menjadi pembunuh yang mengerikan, kamu… ”

__ADS_1


Kaisar Zhaolie ingat sebelum Qin Ruojiu melompat dari tebing, nada bicaranya yang datar itu sudah seperti pisau tajam yang langsung menembus ke jantungnya, jantungnya sudah seperti tertusuk oleh ribuan pedang dan dilempar ke dalam jurang …


Semua ini dikarenakan oleh wanita itu. Jika bukan karena jebakan dan tipuan wanita ini, maka dirinya dan Jiu’er masih adalah suami istri yang saling mencintai, tidur sambil berpelukan setiap malam…setiap harinya, Qin Ruojiu akan membuat makanan yang sederhana dan lezat sambil menunggunya, tapi sekarang … sekarang semuanya sudah hilang!


__ADS_2